Penelitian Manfaat Puasa, dari menyehatkan kulit hingga memperpanjang umur

Diet puasa atau yang dikenal dengan fasting mimicking diet adalah sebuah program diet yang dalam pelaksanaannya menirukan ritual puasa dan dilakukan secara periodik. Metode diet meniru puasa itu dianggap memiliki banyak manfaat termasuk memperpanjang umur seseorang, seperti yang dituturkan oleh Dr Valter D Longo, direktur USC Longevity Institute dan profesor ilmu biologi di USC Dornsife College of Letters, Arts and Sciences.

Kebanyakan dari kita mungkin ingin memiliki hidup lebih lama atau miliki umur panjang. Tak sedikit yang menginginkan agar bisa hidup hingga usia 100 tahun maupun 120 tahun. Namun pertanyaanya, apakah bisa hal itu tercapai? Para peneliti menjawab “kami sedang bekerja untuk hal itu”.

Tak terkecuali, Dr Valter yang dalam penilitiannya tak jarang menemukan berbagai metode untuk memperpajang melalui diet puasa.

Dalam penelitiannya, ia memaparkan dengan metode diet rendah protein dapat membuat badan lebih sehat. Pada orang usia sebelum 70 tahun, melakukan diet rendah protein adalah menyehatkan. Karena berdasarkan anggapannya, diet tinggi protein memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. TOR dan IGF 1 dikontrol oleh protein dan ini berhubungan dengan umur seseorang. Jadi ketika melakukan diet rendah protein, tentunya dapat membuat tubuh lebih sehat dan mempunyai umur yang lebih panjang.

Pada kenyataannya terdapat beberapa dari kita yang memiliki risiko dalam puasa, tapi Valter merancang sebuah metode diet puasa ini dengan hasil studi dari tahun ke tahun. Pada penelitiannya, ia menggunakan tikus sebagai bahan percobaan. Dalam hasil percobaan itu menunjukkan bahwa dengan berpuasa yang dilakukan dua kali dalam sebulan berpengaruh terhadap masa hidup tikus. Tikus tersebut dianggap mampu bertahan hidup lebih lama, kemungkinan menderita penyakit radang dan kanker lebih kecil, menunjukkan peningkatan memori, dan berkurangnya pengoropasan tulang.

Baca juga:  Atasi Tanda Penuaan, Nu Skin 180 Face Wash Terima Banyak Review Positif

manfaat-puasa-FMD-fasting-mimicking-diet

Penerapan diet puasa pada manusia, periode puasa tiap individu adalah berbeda. Bagi seorang yang memilki tubuh sehat, rajin berolahraga, dan memiliki berat badan sempurna hanya perlu melakukan puasa dua kali dalam setahun. Sedangkan bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi, mengidap obesitas, dan keluhan penyakit lain maka disarankan untuk melakukan diet puasa sebulan sekali.

Puasa meniru diet ala Dr Valter ini adalah program makan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang sehat bagi tubuh dan dikonsumsi selama lima hari. Diet ini mengharuskan kita mengurangi jumlah kalori yang dimakan sebanyak 34 sampai 54 persen. Pada hari pertama diet, kita hanya boleh mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori sebesar 1.090 ccal, sedangkan pada hari kedua hingga hari ke-5 turun jadi 725 ccal.

Sekilas diet ini mirip dengan diet mayo. Individu harus kembali ke diet normal selama beberapa minggu ke depan sebelum mengulangi berpuasa selama lima hari pada bulan berikutnya. Begitu seterusnya.

Baca juga:  Cara Menjaga Kaki Tetap Sehat Untuk Mobilitas yang Lebih Baik

Hasil tes menemukan, selama periode tiga bulan pertama, kadar glukosa darah turun sebanyak 10 persen selama hari-hari puasa. Tapi tetap sekitar enam persen lebih rendah secara menyeluruh. Zat kimia dalam tubuh yang disebut IGF1 yang berhubungan dengan penyakit penuaan pada manusia berkurang sebesar 24 persen.

Valter D. Longo lahir pada 9 Oktober 1967, adalah seorang biogerontologis Italia-Amerika yang dikenal studinya pada peran terhadap kelaparan dan mengusulkan bahwa umur panjang diatur oleh gen serupa dan mekanisme di banyak bersel satu. Saat ini ia adalah seorang profesor di sekolah Davis USC Gerontology serta sebagai Direktur dari Institut Longevity USC.

Pada tahun 2011, dia diprofilkan melalui The Wormhole with Morgan Freeman untuk penelitiannya yang berhubungan dengan umur panjang.

Valter Longo, peneliti dan Direktur the USC Longevity Institute

Selain Dr Valter, Dr Mark McCormick dari Buck Institute, memaparkan jika hasil terbaik dari penelitian diet puasa ini adalah terjadinya ‘penghapusan satu gen’ yang bisa memperpanjang umur hingga 60% lebih lama dibandingkan dengan sel yeast normal. Gen tersebut adalah gen LOS1. Gen LOS1 berhubungan dengan perubahan gen yang diasosiasikan dengan pembatasan kalori melalui puasa.

Pada tahun lalu, sejumlah akademisi dari University of Southern, California, menemukan bahwa pola diet lima hari yang sama seperti puasa bisa memperlambat penuaan, memperpanjang umur dan meningkatkan sistem imun, serta mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker. Tim yang sama juga, pada tahun lalu, menemukan bahwa puasa bisa meregenerasi keseluruhan sistem imun dan memberikan keuntungan kesehatan jangka panjang.

Baca juga:  Biar Tetap Tampil Percaya Diri, Ini Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Para peneliti mulai berpikir bahwa dengan menghapus hormon yang mendorong pertumbuhan maka dapat mempengaruhi tubuh untuk memperlambat kondisi penuaan. Studi terbaru ini dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism.

Menurut seorang dokter spesialis penyakit dalam (sub-endokrin) Rumah Sakit Hasan Sadikin  Bandung, Miftah Rahmat, menuturkan bahwa secara teoretis puasa dapat meningkatkan hormon pertumbuhan. Pada orang yang tidak bisa tumbuh lagi, hormon tersebut akan membantu meregenerasi fungsi sel tubuh, manfaatnya adalah tubuh menjadi lebih segar. Ia menambahkan bahwa ditingkat sel atau gen dan molekulnya terjadi perubahan, serta imunitas tubuh juga lebih kuat.

Diet puasa selain mampu memperpanjang umur seseorang juga dianggap mampu menjaga kesehatan kulit. Hal itu dibenarkan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin, Kartika Ruchiatan, ia menuturkan bahwa puasa tidak menyebabkan kulit kering karena kulit kering terkait dengan masalah cuaca bukan puasa. Orang yang berpuasa mendapatkan keuntungan karena kulit menjadi lebih sehat sebagai dampak proses perbaikan sel tubuh.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: