Studi: Ini Efek Alkohol Prenatal untuk Wanita Hamil dan Bayinya

Ilustrasi: ibu hamil mengonsumsi minuman beralkohol (sumber: therecoveryvillage.com)Ilustrasi: ibu hamil mengonsumsi minuman beralkohol (sumber: therecoveryvillage.com)

Sudah banyak sekali penelitian mengenai dampak alkohol yang diminum oleh wanita hamil terhadap bayinya. Dari hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa bayi dari seorang wanita dengan kebiasaan dan banyak minum alkohol akan terlahir dalam kondisi kelainan. Saat ini, ada sebuah penelitian yang menguji proses senderik pada bayi, dengan studi ini melibatkan wanita hamil dengan kebiasaan minum alkohol.

Di Indonesia sendiri, masih ada beberapa daerah yang menjual alkohol secara legal, seperti Bali dan Lombok. Selain itu, beberapa daerah dengan budaya adat kental juga kerap mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak. Bahkan, [ara wanita di daerah-daerah tertentu juga mengonsumsi alkohol ketika hamil. Minuman beralkohol tidak hanya dijual secara bebas, bahkan di daerah-daerah pedesaan di Indonesia juga membuat minuman alkoholnya sendiri. Minuman alkohol yang sering dibuat di rumah untuk konsumsi sendiri biasanya berupa arak.

Selain di Indonesia, di beberapa negara juga memiliki tingkat konsumsi alkohol tinggi, bahkan lebih tinggi daripada Indonesia. Kota di Afrika Selatan, Cape Town, misalnya, merupakan rumah anggur dengan budaya minum minuman beralkohol yang terbuat dari anggur. Kebun-kebun anggur di Cape Town telah menghasilkan beberapa jenis minuman anggur terbaik di dunia.

Dari hasil minuman anggur yang patut dibanggakan, ada sebuah kisah kelam di dalamnya. Wilayah dengan kebun anggur terbaik di dunia ini memiliki prevalensi gangguan spektrum alkohol janin tertinggi di dunia. Tentu ini merupakan hal yang sepadan dengan apa yang mereka hasilkan. “Pabrik anggur merupakan sebuah masalah besar. Hal ini karena masyarakat  yang bekerja di kebun anggur, sebagian upahnya dibayar berupa minuman anggur dan sebagian lagi dibayar uang,” kata Elizabeth Sowell, profesor pediatri di Keck School of Medicine USC.

Baca juga:  Helm untuk Wanita Berjilbab: 5 Cara Agar Nyaman Saat Memakainya

Studi Paparan Alkohol Prenatal pada Bayi

Ilustrasi: wanita beraktivitas minum-minum

Ilustrasi: wanita beraktivitas minum-minum

“Di daerah tersebut, pesta minuman keras di akhir pekan menjadi salah satu hal yang wajar, termasuk bagi wanita hamil, mereka bebas minum-minuman beralkohol,” kata Stefanie Bodison, asisten profesor penelitian di USC Mrs. T.H. Divisi Chan Ilmu Okupasi dan Terapi Okupasi. “Karena, hal ini sudah menjadi budaya dan ini membuat daerah tersebut menjadi daerah yang harus diteliti terkait dengan gangguan spektrum alkohol pada janin dan efek selanjutnya pada perkembangan anak. Hal ini juga salah satu penelitian yang cukup unik dan menarik.”

Stefanie sebagai seorang asisten profesor penelitian, telah diberikan izin dari National Institutes of Health untuk bergabung dalam penelitian yang dilakukan oleh Elizabeth, seorang profesor pediatri.  Dalam penelitian tersebut, mereka memeriksa hubungan timbal balik antara jaringan saraf integrasi sensorimotor pada bayi, langkah-langkah pengolahan sensorik yang dilaporkan oleh pengasuh terhadap bayi, tindakan motorik perilaku bayi, dan tindakan kognitif pada anak-anak kecil dengan paparan alkohol prenatal.

Baca juga:  Tutorial Berjilbab Ala Umi Pipik

Dalam penelitiannya, Elizabeth mengidentifikasi dan mempelajari sekelompok 6.000 anak dengan usia 0  hingga 12 tahun. Anak-anak yang diteliti merupakan anak-anak dengan paparan alkohol prenatal. Mereka direkrut dari sebuah klinik di wilayah Afrika Selatan, khususnya di daerah perkebunan anggur dari keluarga kurang mampu. Sementara, Stefanie lebih fokus pada subset dari anak-anak dengan melihat lebih dalam jaringan otak serta kemampuan tubuh mereka untuk memproses informasi sensorik.

Secara umum, paparan alkohol prenatal merupakan penyebab gangguan kognitif. Dalam hal ini, Elizabeth menjelaskan bahwa dengan efek yang secara signifikan, ini dapat memengaruhi perkembangan otak, walaupun masalah yang terkait dengan paparan alkohol tidak merata. Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Elizabeth dan Stefanie, pesta minuman keras untuk wanita hamil sangat berisiko terhadap janin dan kesehatan ibunya. Menurut Institut Nasional Penyalahgunaan Alkohol dan Alkoholisme, minum alkohol secara teratur bagi wanita hamil dapat menempatkan janin pada risiko terbesar seperti terjadinya kelainan, gangguan, hingga keguguran.

Ilustrasi: botol minuman beralkohol

Ilustrasi: botol minuman beralkohol

Sebagai komponen dalam penelitian barunya, Stefanie mengumpulkan anak berusia 8 hingga 12 tahun sebanyak 100 orang. Anak-anak tersebut menjalani pemindaian MRI. Hal ini bertujuan agar para peneliti dapat memvisualisasikan ukuran struktural volume, ketebalan, dan luas permukaan otak. Agar seorang anak dapat tetap diam selama proses pemindaian, mereka melakukan trik khusus yang menarik. “Kami menempatkan anak-anak ini di pemindai tiruan. Sehingga, mereka merasa terbiasa dengan suara magnet yang bergerak,” jelas Elizabeth.

Baca juga:  Aneka Jenis dan Harga Jilbab Khimar

Menurut Stefanie, dengan memahami mekanisme kerja otak, dapat membantu mereka untuk menciptakan intervensi untuk meningkatkan fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa anak-anak dengan paparan alkohol prenatal memiliki kekurangan dalam keterampilan motorik. Tidak hanya itu, sensorik yang cenderung kurang juga dapat memengaruhi prestasi akademik mereka.

Meskipun peserta dalam penelitian yang dilakukan oleh Stefanie dan Elizabeth merupakan anak dengan usia antara 8 hingga 12 tahun, masih ada kemungkinan perbaikan yang dapat terjadi pada sensorik di otak mereka selama tahap perkembangan yang terjadi. Namun, dalam perkembangannya, akan lebih baik jika seorang anak tidak mengonsumsi alkohol. Ini dapat menjadi sebuah tindakan untuk memperbaiki fungsi sensorik mereka.

Selain itu, akan lebih baik lagi jika dengan adanya penelitian ini, seorang wanita hamil tidak menyentuh minuman beralkohol. Dampak buruk lain dari minuman ini, yaitu dapat mengganggu kesehatan selama masa kehamilan, mulai dari peningkatan suhu tubuh, hingga mudah mual dan pusing.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: