Pemberian Antibiotik Bagi Anak

antibiotik, anak, dokter, infeksi, risiko, obesitas, resistensi, waktu, taktik, baru, ampuh, bakteri, lain, dalam, tubuh, peluang, tinggi, dewasa, orang, dosis, obat, anjuran, pemberian, bayi Ilustrasi: antibiotik untuk anak (sumber: childrens.com)

Antibiotik bisa menjadi penyelamat hidup, tetapi juga bisa membawa dampak serius, termasuk meningkatkan risiko obesitas ketika diberikan kepada si kecil. Hal tersebut diambil berdasarkan kesimpulan dari beberapa penelitian.

Antibiotik membunuh bakteri. Antibiotik bisa menjadi sangat bagus ketika melawan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi serius. Tetapi, antibiotik tidak membatasi dirinya sendiri untuk membunuh bakteri-bakteri penyebab infeksi. Antibiotik juga membunuh bakteri lain yang ada dalam juga. Dan, hal tersebut menyebabkan hal buruk.

Tubuh manusia ada banyak bakteri. Bakteri tersebut termasuk bagian dari mikrobiom, dan itu penting. Bersamaan dengan mikroorganisme lain dalam tubuh, bakteri lain itu memiliki peran penting tentang bagaimana Anda mencerna , membantu pertumbuhan tubuh yang normal, dan berperan dalam sistem imun.

Awalnya, antibiotik tampak tidak menjadi masalah. Namun, ketika pikiran dipenuhi tentang apa itu bakteri, dapatkah Anda mengabaikannya? Seiring berjalannya waktu, Anda akan belajar tentang mikrobiom, dan muncul pertanyaan bagaimana bakteri tumbuh dalam tubuh manusia. Pemahaman itu menjadi sangat penting dan memiliki yang berkepanjangan dalam hidup manusia.

Penelitian menunjukkan bahwa yang lahir dengan cara operasi caesar lebih mungkin untuk terkena obesitas ketika mereka tumbuh, dan salah satu alasannya adalah karena tersebut tidak lahir dari persalinan alami, mereka tidak mendapatkan bakteri dari proses melahirkan secara normal.

antibiotik, anak, dokter, infeksi, risiko, obesitas, resistensi, waktu, taktik, baru, ampuh, bakteri, lain, dalam, tubuh, peluang, tinggi, dewasa, orang, dosis, obat, anjuran, pemberian, bayi

Ilustrasi: pemberian antibiotik bagi bayi melalui infus (sumber: aapublications.org)

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengobservasi lebih dari 300.000 bayi yang lahir di sistem militer. Peneliti mengamati bagaimana bayi-bayi itu diberi antibiotik selama dua tahun pada awal kehidupannya. Peneliti juga mengamati bagaimana pemberian obat yang dinilai bisa mengatasi sakit perut, yang biasanya digunakan untuk mengobati asam lambung. Pemberian antacid bisa mengubah bakteri. Obat tersebut membuat bakteri dari mulut dan hidung yang biasanya dibunuh oleh asam lambung menjadi berpindah ke usus, memenuhi usus itu sendiri, dan membunuh bakteri itu sendiri.

Di penelitian itu, anak-anak yang mendapatkan antibiotik memiliki kemungkinan 26 persen lebih tinggi untuk menderita obesitas. Mendapatkan satu atau dua jenis dari antacid juga bisa meningkatkan risiko obesitas. Pemberian antibiotik bersamaan dengan satu atau dua jenis antacid bisa meningkatkan risiko, sama halnya dengan mengonsumsi antacid dalam jangka waktu lama.

Menariknya, petani yang telah menggunakan antibiotik mendapatkan keuntungan. Pemberian antibiotik bisa membuat hewan menjadi lebih berat badannya. Hal itu berarti daging hewannya lebih banyak. Penggunaan antibiotik bisa meningkatkan keuntungan bagi petani, tetapi itu bisa menjadi kontributor signifikan terhadap kemungkinan resisten antibiotik.

Tidak hanya obesitas, pemberian antibiotik dan antacid bisa meningkatkan risiko dari alergi makanan dan alergi lainnya seperti asma. Intinya adalah Anda harus berhati-hati sebelum mengambil tindakan yang berkaitan dengan bakteri di dalam tubuh, terlebih pada anak.

Anjuran Pemberian Antibiotik Pada Anak

antibiotik, anak, dokter, infeksi, risiko, obesitas, resistensi, waktu, taktik, baru, ampuh, bakteri, lain, dalam, tubuh, peluang, tinggi, dewasa, orang, dosis, obat, anjuran, pemberian, bayi

Ilustrasi: obat antibiotik (sumber: consumerreports.org)

Ada beberapa anjuran cara pemberian antibiotik pada anak. Seperti yang telah disebutkan di awal, antibiotik memang bisa menjadi penyelamat hidup, namun bisa juga membawa dampak serius bagi kesehatan. Oleh sebab itu, Anda sebagai orang tua harus berhati-hati ketika memberikan antibiotik bagi si kecil.

Menurut anjuran Richard Besser, M.D., mantan direktur di program edukasi antibiotika Centers for Disease Control and Prevention mengatakan, pemberian antibiotik pada anak tidak bisa sembarangan. Setidaknya Anda mematuhi beberapa hal, yaitu:

  • Menaati aturan pemakaian. Pada kemasan antibiotik atau sesuai dokter, ada aturan pakai yang harus dipatuhi. Apabila Anda menghentikan pemakaian sebelum waktunya, maka itu bisa menaikkan risiko terjadinya resistensi.
  • Mewaspadai terjadinya efek samping. Diare, mual, atau gangguan perut bisa berlangsung selama beberapa hari. Munculnya rasa gatal atau ruam bisa menunjukkan adanya alergi. Bila terjadi, segera hubungi dokter.
  • Sebaiknya tidak memberikan susu kepada anak. Sebagian besar antibiotika bisa diminum dengan makanan atau minuman. Namun, susu bisa mengurangi penyerapan beberapa jenis obat. Oleh karena itu, kurangi pemberian susu atau jangan berikan susu bersamaan waktunya dengan pemberian antibiotik.
  • Takar yang akurat. Gunakan alat takaran yang ada pada kemasan obat, bukan sendok teh. Untuk anak di bawah dua tahun, tanyakan dokter kemungkinan untuk mendapat pipet, yang membuat obat lebih mudah masuk ke dalam mulut.

Kapan Anak Perlu Mendapatkan Antibiotik?

antibiotik, anak, dokter, infeksi, risiko, obesitas, resistensi, waktu, taktik, baru, ampuh, bakteri, lain, dalam, tubuh, peluang, tinggi, dewasa, orang, dosis, obat, anjuran, pemberian, bayi

Ilustrasi: menuangkan cairan antibiotik untuk anak (sumber: parents.com)

Ketika anak Anda menderita sakit telinga, infeksi sinus atau radang tenggorokan, antibiotika bisa jadi penyembuh yang paling ampuh. Untuk beberapa kondisi umum, seperti infeksi telinga, seringkali dokter merasa perlu melipatgandakan dosis (yang memperbesar risiko terjadinya efek samping), atau memberi antibiotika jenis lain yang lebih kuat tetapi malah lebih susah ditolerir. Jadi, harus bagaimana?

Menurut Richard Besser, M.D, bakteri jahat sudah tahu bagaimana cara mengakali dan melawan antibiotika. Sayangnya, di banyak kasus, resistensi terhadap antibiotika tidak menunjukkan angka penurunan, dan tidak ada antibiotika khusus yang bisa menangani semua .

Anak berada di garis depan dalam pertempuran tersebut (imun tubuh melawan penyakit). Dan, untuk mengatasi hal itu, anak lebih sering mendapat resep antibiotika untuk melawan bakteri yang resisten terhadap obat daripada orang dewasa. Efeknya bisa sangat cepat, salah satunya si kecil mengalami infeksi dalam beberapa minggu atau bulan setelah pemberian serangkaian obat antibiotik. Keadaan itu membuat peluang menjadi resisten akan lebih tinggi ketimbang jika anak sama sekali tidak mengonsumsinya.

Oleh sebab itu, para dokter di Amerika Serikat mulai mempraktikkan taktik baru, yaitu dengan membatasi pemberian antibiotik sampai betul-betul diperlukan. Dengan cara itu, para dokter yakin kemungkinan terjadinya resistensi akan hilang seiring berjalannya waktu.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: