Pakar Klaim Hanya Ada 2 Jenis Perselingkuhan, Apa Saja?

jenis, perselingkuhan, selingkuh, pakar, ahli, hubungan, kencan, pria, wanita, pengalaman, pasangan, menikah, kepribadian, permasalahan, masalah, asmara, intim, seksual, emosional, tanda, berselingkuh, peluang, Ashley Madison, survei, riset, kategori,Gejala-gejala perselingkuhan pada wanita (sumber: menwit.com)

Menjalin hubungan asmara dengan seseorang memang tak terlepas dari masalah. Berbicara mengenai permasalahan hubungan asmara, tentunya juga tidak jauh dari kata selingkuh. Selingkuh dapat dibilang merupakan momok yang selalu ditakuti oleh siapapun yang sedang menjalani hubungan, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, seringkali selingkuh diidentikkan dengan permasalahan lelaki. Padahal kenyataannya, selingkuh itu tidak melihat gender.

Kesetiaan seseorang memang tak bisa kita pastikan. Bahkan, pengalaman menjalin hubungan gelap pada setiap orang juga bervariasi, tergantung pada keadaan. Namun, satu terapis seks mengklaim hanya ada dua jenis perselingkuhan. Tammy Nelson, pakar hubungan asmara dari Ashley Madison, sebuah laman untuk mereka yang menikah namun masih mencari ‘simpanan’, perselingkuhan diklasifikasikan dalam dua kategori.

Kategori pertama, dilakukan sebagai cara untuk mengakhiri hubungan demi menghindari masalah apapun secara langsung. “Perselingkuhan seperti ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria,” tambahnya. Pelatih kencan James Preece menjelaskan wanita lebih cenderung berselingkuh sebagai cara untuk menyampaikan suatu hal pada pria. “Mereka tahu jika pasangan mengetahui perselingkuhan ini, maka itu akan membuat hubungan mereka berakhir dengan cepat,” katanya. Menurutnya, cara ini bisa mempercepat berakhirnya suatu hubungan karena pasangan yang dikhianati merasa harga diri mereka telah rusak dan peluang untuk memperbaiki hubungan sangat sulit.

Jenis perselingkuhan kedua lebih umum dilakukan oleh pria. Perselingkuhan semacam ini, kata Nelson, biasanya dilakukan sebagai cara mengisi bagian kehidupan mereka yang tidak didapatkan dalam pernikahannya. Dengan kata lain, salah satu pasangan mungkin merasa seperti ada sesuatu yang hilang, baik secara seksual atau emosional. Oleh karena itu, untuk memenuhi ‘kekosongan’, mereka melakukan hubungan terlarang karena takut berterus terang pada pasangannya. Mereka yang melakukan perselingkuhan semacam ini mungkin tidak ingin mengakhiri hubungan yang ada.

Tapi, lebih cenderung mencari untuk memenuhi semacam keinginan yang tidak terpuaskan yang mereka anggap tidak dapat dipenuhi oleh pasangan mereka saat ini. Hal ini serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Ashley Madison. Riset tersebut mengungkap alasan paling umum orang-orang mendaftar ke situsnya adalah karena merasa pernikahan mereka telah ‘kehilangan gairah’.

jenis, perselingkuhan, selingkuh, pakar, ahli, hubungan, kencan, pria, wanita, pengalaman, pasangan, menikah, kepribadian, permasalahan, masalah, asmara, intim, seksual, emosional, tanda, berselingkuh, peluang, Ashley Madison, survei, riset, kategori,

Pria lebih mudah terbujuk dengan rayuan orang ketiga (sumber: herworld.com)

Namun, Preece menjelaskan perselingkuhan juga bisa terjadi karena godaan pihak ketiga, sesuatu yang juga lebih umum terjadi pada pria. “Pria membutuhkan lebih banyak pengakuan daripada wanita. Jadi, mereka akan berselingkuh jika mendapat perhatian dari orang lain,” kata Preece. Menurutnya, perselingkuhan ini membuat mereka merasa lebih muda, jantan dan diinginkan. “Ini bisa sangat umum ketika pasangan memiliki anak,” tambahnya.

Pria sering merasa sang istri telah kehilangan minat pada mereka, terutama ketika anak-anak menjadi prioritas baru. “Ini bisa menjadi dorongan ego yang besar untuk mengetahui bahwa mereka masih diinginkan,” paparnya. Terlepas dari reaksi yang umumnya negatif, seperti yang didramatisasi dalam film dan sinetron tanpa akhir, – perselingkuhan sebenarnya sangat umum terjadi.

Riset 2015 oleh YouGov mengungkapkan satu dari lima orang dewasa Inggris telah berselingkuh. Jajak pendapat juga mengungkapkan ketidaksesuaian gender dalam hal motivasi untuk berselingkuh. Menurut survei, laki-laki lebih cenderung berselingkuh karena ketidakpuasan seksual sedangkan perempuan kebanyakan berselingkuh karena masalah emosional.

Laki-laki pada umumnya memilih untuk berselingkuh sekadar demi mencari kesenangan entah karena iseng atau mencari kepuasan lainnya yang bersifat seksual. Lain dengan laki-laki, perempuan justru memiliki alasan yang lebih mendasar untuk berselingkuh. Rata-rata perempuan berselingkuh karena mereka tidak puas dengan hubungan mereka. Bisa disebabkan karena ketidakcocokan dengan pasangannya, atau karena pasangannya yang tidak melayani dengan baik.

Kesimpulan ini juga dikonfirmasi oleh New York Times. Melalui survei yang dilakukan oleh sebuah situs kencan online di tahun 2014, diketahui bahwa wanita yang berselingkuh sebagian besar didorong oleh perasaan emosional mereka. Sementara 35 persen mengakui karena sedang bosan dengan hubungannya dan 27 persen karena mereka mencintai orang lain.

Sementara 55 persen pria mengaku tidak punya alasan konkret yang membuat mereka ingin selingkuh. Sebanyak 25 persennya akan mengaku bahwa mereka hanya sekadar ingin berhubungan intim dengan orang lain.

jenis, perselingkuhan, selingkuh, pakar, ahli, hubungan, kencan, pria, wanita, pengalaman, pasangan, menikah, kepribadian, permasalahan, masalah, asmara, intim, seksual, emosional, tanda, berselingkuh, peluang, Ashley Madison, survei, riset, kategori,

Ilustrasi: pasangan main belakang

Pria akan lebih aktif mencari peluang untuk selingkuh, sementara wanita cenderung pasif. Sebelum memulai segala tindakan pasti harus melihat peluangnya dulu. Hal ini juga berlaku dalam perselingkuhan. Seseorang yang selingkuh pasti akan mencari potensi peluang sebelum melakukannya. Namun, hal ini dipraktikkan secara berbeda oleh kedua gender.

Menurut Dr. Kristen Mark, seorang pakar dan peneliti hubungan dan seks, laki-laki umumnya akan lebih aktif untuk menemukan peluang. Bisa dicontohkan dengan laki-laki yang cenderung lebih inisiatif untuk menambah lawan jenis lain di media sosial atau mencari informasi dan menghubungi mereka.

Kalau wanita berbeda lagi, mereka akan jadi lebih pasif dalam berselingkuh. Pasif dalam arti mereka akan menunggu peluang itu datang dengan sendirinya. Ketika mereka sedang merasa tidak puas dengan hubungannya dan kebetulan diajak kenalan dengan orang lain, kemungkinan besar mereka akan selingkuh. Karena sifat yang lebih pasif juga, wanita lebih besar kecenderungannya untuk selingkuh dengan orang yang sudah mereka kenal sebelumnya.

Tapi jika dilihat dari segi perilaku, ternyata apa yang dilakukan wanita dan pria ketika selingkuh tidak jauh berbeda. Beberapa artikel dari sudut pandang laki-laki dan perempuan yang menjelaskan tanda-tanda pasangan yang selingkuh juga memberikan penjelasan yang tidak berbeda. Baik wanita atau pria yang selingkuh, mereka punya gelagat yang sama.

Mereka akan lebih memperhatikan penampilan, mereka akan terlihat lebih sibuk dari biasanya, mereka juga akan terlihat lebih tertutup. Ditambah dengan sifat masing-masing orang yang berbeda-beda, tentunya tingkah laku seperti itu akan cenderung bersifat relatif sesuai kepribadiannya masing-masing.

Karena pada dasarnya, menjalani hubungan sama saja dengan menjaga komitmen dan kesetiaan terhadap pasangan. Kalau ternyata memang dalam hubungan Anda ada masalah, alangkah lebih baik jika dibicarakan terbuka. Daripada main ‘kucing-kucingan’ dan mengkhianati pasangan, lebih baik yang mana?

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: