Alasan Orang Jepang Menikah Tanpa Seks dan Suka Melajang

Ilustrasi: masyarakat JepangIlustrasi: masyarakat Jepang

Tak seperti di drama atau anime, Jepang memiliki populasi lansia yang cukup tinggi dengan tingkat kelahiran rendah. Selain itu, banyak orang yang lebih suka menjadi lajang dan jumlahnya kian meningkat. Walau ada juga yang menikah, kebanyakan tidak tertarik untuk melakukan hubungan seks. Lalu, apa alasan mereka untuk menikah tanpa seks dan ingin hidup melajang?

Penyebab Rendahnya Populasi di Jepang

Dilansir dari Liputan 6, Jepang akan menghadapi permasalahan serius karena jumlah penduduknya yang akan sangat menyusut dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini disebabkan oleh rendahnya angka kelahiran di Negeri Matahari Terbit.

Masih dilansir dari sumber yang sama, suatu survei yang dilakukan asosiasi Keluarga Berencana (KB) mengungkapkan, hampir setengah dari jumlah pasangan yang menikah di negara tersebut belum melakukan hubungan seks. Yang lebih memprihatinkan lagi, banyak remaja hingga dewasa yang lebih suka melajang.

Hal tersebut tampaknya dibenarkan oleh seorang warga Jepang bernama Mariko. Dilansir dari South China Morning Post, Mariko mengkhawatirkan kehidupan seks dan partnernya. Wanita tersebut ingin memiliki anak, tetapi suaminya tidak pernah menyentuhnya. Selama pernikahan, suaminya lebih suka bermain video game atau menikmati makanan lezat dan tidak tertarik dengan seks.

Baca juga:  Tips Menggunakan Baby Car Seat Agar Bayi Aman dan Terhindar dari Risiko Berbahaya
Ilustrasi: seorang wanita Jepang

Ilustrasi: seorang wanita Jepang

Selain banyak pasangan perkawinan yang belum pernah berhubungan seksual, hampir 25% remaja di Jepang akan tetap lajang dan tidak menikah seumur hidup mereka. Hal ini membuat seorang profesor dari Universitas Chuo bernama Masahiro Yamada¬† menciptakan istilah khusus kepada orang dewasa yang tidak menikah dan menetap di rumah orang tua dengan julukan ‘Parasite Singles’.

Pada 2015, sebuah penelitian dari Universitas Tokyo menunjukkan bahwa satu dari empat wanita dan satu dari tiga pria berusia akhir 30-an masih lajang. Separuh dari mereka tidak tertarik pada hubungan heteroseksual, menurut survei tersebut. Media Jepang melaporkan secara teratur tentang peningkatan keperawanan dan minat yang menurun pada seks dan kencan di antara kaum muda.

Apakah hilangnya libido ini dianggap sebagai penyebab rendahnya tingkat kelahiran di Jepang? Para peneliti mengatakan masalahnya jauh lebih kompleks. Yamada mengatakan, penduduk di Negeri Sakura memiliki obsesi yang tinggi dengan citra tradisional sebuah keluarga. Sebagai anak, sangat penting untuk menjaga citra keluarga dari hal-hal yang buruk, termasuk seks. Selain itu, masih ada banyak alasan mengapa banyak orang dari Negeri Matahari Terbit yang menikah tanpa seks atau memilih melajang seumur hidup.

Baca juga:  Simak Cara Aman Berhubungan Seks Selama Kehamilan

Penyebab Orang Jepang Suka Melajang

Salah satu penyebab utama banyak orang Jepang yang lebih memilih untuk tidak menikah seumur hidup adalah munculnya perubahan cara pandang wanita Negeri Sakura terhadap pernikahan.[1] Pada zaman dahulu, wanita Jepang hanya hidup dengan memikirkan menjadi seorang menantu dari keluarga ternama, tetapi saat ini mereka lebih memilih berkarir daripada memikirkan pernikahan.

Ilustrasi: seorang pria Jepang

Ilustrasi: seorang pria Jepang

Selain itu, banyak wanita dan pria Jepang yang lebih menikmati untuk hidup sendiri daripada membentuk keluarga. Mereka berpendapat bahwa perekonomian akan terasa lebih sulit jika berkeluarga. Saat masih lajang, mereka bisa menghabiskan gajinya untuk menghidupi dirinya sendiri, tetapi saat menikah, mereka harus membagi gajinya untuk memenuhi kehidupan istri dan anak-anaknya.

Meskipun Negeri Sakura adalah negara maju dengan pendapatan per kapita yang cukup tinggi, biaya hidup di negara tersebut juga tinggi. Banyak orang merasa kesusahan untuk menyewa rumah yang sempit dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Ini membuat mereka merasa kehidupan pernikahan adalah sebuah ujian besar. Apalagi, anak-anak harus mendapatkan pendidikan yang cukup dan tidak semua anak bisa mendapatkan pendidikan yang bagus dengan biaya murah.

Baca juga:  Gairah Seks Menurun? Kenali Penyebab dan Solusinya!

Sementara itu, ada alasan khusus mengapa banyak orang Jepang yang menikah tanpa kehidupan seks. Banyak orang dari Negeri Matahari Terbit yang masih mengusung kebudayaan kuno berupa perjodohan untuk mendapatkan keturunan yang unggul. Di zaman modern seperti ini, perjodohan tampaknya membuat banyak pasangan kesusahan dalam kehidupan pernikahannya. Menikah dengan orang yang tak dikenal, tentu membuat banyak pasangan merasa ragu untuk berhubungan seks.

Alasan lain mengapa banyak orang menikah tanpa seks adalah kepentingan masing-masing yang berkaitan dengan kebutuhan hidup. Ada banyak iklan tentang sewa rumah dengan diskon menarik jika Anda adalah pasangan suami istri di Jepang. Ini tentunya membuat beberapa pihak rela melakukan kawin kontrak hanya untuk mendapatkan rumah yang mewah dengan harga murah.

[1] Mulyadi, Budi. 2018. Fenomena Penurunan Angka Pernikahan dan Perkembangan Budaya Omiai di Jepang. Kiryoku Universitas Diponegoro, Vol. 2(2): 65-71.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: