Online Shop, Dianggap Sebagai Bisnis Yang Cocok Untuk Mahasiswa

Pebisnis Online - (Sumber: entrepreneur.com) Pebisnis Online - (Sumber: entrepreneur.com)

Berbisnis tidak mengenal usia. Tua maupun muda bisa melakukannya. Memulai berbagai ide bisnis dapat dilakukan sejak masih di bangku sekolah. Munculnya Ide-ide bisnis yang semakin kreatif menambah warna di tengah-tengah masyarakat, terutama kehidupan mahasiswa.

Biasanya, untuk mengisi waktu luang, ataupun awalnya hanya sekadar hobi, mahasiswa menciptakan kegiatan yang berujung pada keuntungan. Bisnis yang dinilai cocok untuk mahasiswa adalah yang tidak menyita waktu dan modal yang banyak.

Beberapa bisnis yang mungkin dapat dijadikan alternatif bagi mahasiswa, yaitu fotografi, videografi, desain, penulis lepas, jasa titip jual dan beli, jual makanan ringan, jasa antar barang atau penumpang, seperti ojek online.

Bisnis dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan, apabila bisnis tersebut merupakan sebuah hobbi. Anda menjalankan apa yang digemari, tetapi menghasilkan uang. Begitu kurang lebih ilustrasi yang dapat diberikan.

Kini, masyarakat khususnya mahasiswa pasti tidak lepas dari sesuatu yang berkaitan dengan internet dan gadget. Kedua hal itu seperti sebuah rutinitas yang tidak bisa ditinggalkan.

Di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang pesat, memungkinkan informasi menjadi mudah didapatkan oleh masyarakat. Salah satu bentuk perkembangan teknologi komunikasi adalah media sosial (medsos). Kini pemanfaatan medsos selain untuk berkomunikasi, digunakan juga sebagai satu wadah bisnis baru yang dikenal dengan online shop.

Berbisnis melalui medsos bisa saja dimulai dengan modal yang sedikit, bahkan tidak mempunyai modal sama sekali. Hal ini karena Anda dapat mencoba untuk sistem dropship.

Sistem tersebut memungkinkan Anda untuk berjualan dengan memajang foto barang dagangan di medsos, tanpa harus mempunyai stock barang tersebut. Jika nanti ada yang berminat membeli, Anda tinggal menghubungi pihak agen untuk mengirim barang kepada pembeli atas nama Anda.

Medsos tentunya memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap mahasiswa, terutama yang telah memulai bisnis ataupun akan memulai bisnis. Salah satu contohnya, Santika, mahasiswa Ekonomi Pembangunan UPN Veteran Yogyakarta. Ia sudah berkecimpung di bisnis online sejak beberapa waktu lalu.

Awalnya, modal Santika hanya Rp 500.000. Tetapi, tanpa disangka bisnis yang ditekuninya terus berkembang. Bahkan ia sudah mampu memenuhi kebutuhan kuliah tanpa harus meminta kepada orangtua. Ia melihat saat ini banyak masyarakat yang memilih untuk berbelanja online daripada repot-repot mencari barang yang dicari.

Dalam sebulan, Santika mampu meraih keuntungan sampai Rp 11.500.000. Menurutnya, berbisnis melalui medsos memiliki kesempatan yang bagus untuk mengembangkan bisnis karena lebih efektif dan praktis.

Sejalan dengan yang dilakukan Santika, dilansir dari cnn, Dina Nandika, salah satu mahasiswa Unpad berhasil menjalankan bisnis online shopnya. Ia sudah memulai bisnis tersebut sejak berada di tingkat pertama kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi.

Ia menjual tas-tas wanita, kini ia mampu memenuhi segala kebutuhan. Termasuk biaya kuliah, biaya sehari-hari, sampai biaya untuk membeli sebuah kendaraan roda empat. Awal usaha tersebut bermodal Rp 200 ribu, sekarang omzet sehari bisa mencapai 14juta. Kalau dihitung per bulan dapat mencapai angka Rp 120 juta.

Baca juga:  Menu Sarapan di Semarang, Mulai Dari Bubur Ayam Sampai Nasi Kebuli

Dengan memanfaatkan teknologi, diakui oleh Dina memang sangat menguntungkan. Dibandingkan dengan membuka gerai, strategi berjualan seperti ini dianggap jauh lebih hemat. Sebuah gadget dan koneksi internet menjadi modal utama untuk berjualan.

Tak hanya Dina, mahasiswa lain yang merasakan keberhasilan berjualan melalui medsos adalah Doni Mulyana. Doni merupakan mahasiswa Fakultas Peternakan Unpad. Sejak semester empat, ia tidak lagi meminta uang dari orangtua untuk membiayai kuliahnya sendiri. Ia menjual berbagai merchandise seperti kaos, jaket, dan sweater dengan desain dan brand yang ditargetkan untuk mahasiswa Unpad.

Omzet yang diraihnya cukup besar, sekitar Rp 20 juta per bulan. Keuntungan tersebut dapat digunakan untuk membayar uang kuliah semester 4 sampai lulus, keperluan pribadi, biaya kost, dan lain-lain ditanggung sendiri.

Dengan pencapaian yang telah diraih, tidak lantas membuat mereka berpuas diri. Misalnya Doni. Ia menargetkan akan membuat brand di kampus UIN dan UPI. Ia sedang dalam proses menuju targetnya tersebut.

Berkecimpung di dunia bisnis tidak lantas membuatnya lupa akan ilmu yang didapatnya semasa kuliah. Hingga kini, ia sudah menggunakan uang tabungannya untuk membuka konveksi di rumahnya sendiri.

Sama halnya dengan Dina, ia mempunyai target tidak hanya menjual tas saja, tetapi juga ia berencana menambahkan baju sebagai barang dagangannya. Disinggung mengenai kiat berbisnis sukses ketika masih kuliah, Doni mempunyai pesan yaitu dalam berbisnis, yang harus dihilangkan itu adalah gengsi. Jangan takut gagal ataupun rugi, karena hal tersebut wajar dalam dunia bisnis.

Mahasiswi Berbisnis Online - (Sumber: vcommerce.co.th)

Mahasiswi Berbisnis Online – (Sumber: vcommerce.co.th)

Hal seperti itu menjadi pelajaran untuk ke depannya. Bisnis itu diibaratkan seperti bola salju, terus berjalan. Jika di tengah perjalanan mendapatkan keuntungan besar atau sedikit disarankan untuk tetap menerima. Serta, jangan lupa menyisihkan sebagian yang didapat untuk sedekah.

Dengan adanya cerita sukses dari sebagian mahasiswa, diharapkan mampu memberikan inspirasi dalam mulai berbisnis. Sesuatu yang dapat dipelajari dari cerita-cerita di atas, adalah jika kita tekun dan yakin dalam menjalankan sesuatu, maka hasil yang didapatkan juga akan terlihat nantinya.

Bisnis dengan memanfaatkan media sosial kini semakin luas, hal ini dikarenakan penggunanya semakin banyak. Dengan platform bebas biaya tersebut, Anda bisa memasarkan dan berjualan barang dengan mudah dan murah.

Tetapi, walaupun mudah dijalankan dan murah, berbisnis online shop mengharuskan pemilik untuk terus berkreasi menjadikan toko onlinenya menarik perhatian konsumen. Salah satunya mungkin dengan mengadakan promo, memberikan hadiah kepada konsumen loyal, dan lain-lain.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: