Amankah Penggunaan Obat Scabimite untuk Atasi Scabies pada Bayi?

Ilustrasi: kulit bayi (pexels: Kristina Paukshtite)Ilustrasi: kulit bayi (pexels: Kristina Paukshtite)

Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu kecil atau tungau dengan nama ilmiah Sarcoptes scabiei. Scabies bisa menyerang siapa saja, mulai dari orang dewasa, anak-anak, bayi, atau bahkan binatang peliharaan Anda. Scabies kabarnya dapat diatasi dengan berbagai produk topikal, salah satunya seperti Scabimite yang mengandung zat aktif permethrin. Namun, amankah penggunaan salep Scabimite untuk bayi?

Berbeda dengan pandangan lama bahwa sebaran scabies pada tubuh dapat diprediksi pada bagian-bagian tubuh tertentu, kini pemunculan gejala scabies dapat terjadi di mana saja di seluruh tubuh, bukan khas dari leher ke bawah dan pada bagian tubuh tertentu saja. Sebarannya pun dapat berbeda pada penderita dewasa dan pada anak-anak.Manifestasi scabies pada kulit dapat menyerupai gejala infeksi kulit lainnya. Manifestasi aslinya dapat berubah akibat garukan dan akibat infeksi sekunder sehingga tidak tampak khas lagi. Dapat juga gambaran kulit kehilangan kekhasannya jika ditutup dengan salep atau krim.

Jika tidak terjadi infeksi sekunder, gambaran klasik pada kulit dari investasi scabies adalah gambaran suatu pruritus generalisata dengan sering pula disertai oleh impegtiginisasi sekunder. Erupsi kulit yang timbul tersebut adalah karena adanya reaksi hipersensitivitas tubuh terhadap tungau scabies dewasa, larvanya, ataupun terhadap kotoran dan feses yang dikeluarkannya.

Baca juga:  Apakah Kondisi Rambut Buruk Berarti Menandakan Kesehatan Yang Buruk?

Masa inkubasi dimulai kontak pertama kali hingga munculnya pruritus dan ruam kulit dapat berlangsung dalam sebulan bagi penderita yang baru pertama kali mendapatkannya. Lesi kulit primer terdiri dari vesikula, terowongan bawah kulit, dan nodula. Nodula ini muncul pada bagian kulit yang tertutup pakaian seperti pada pantat, lipat paha, skrotum dan penis, serta axilla, dan kondisi ini dapat lama bertahan walaupun skabiesnya telah disembuhkan.

Kekeliruan dalam mengenal gejala klinis dapat terjadi karena manifestasi yang tidak khas seperti misalnya inflamasi dan pembentukan papula berlebihan pada anak-anak, atau lepuh di telapak tangan, dan kakinya. Lecet pada daerah inguinalnya. Pada orang dewasa terjadinya inflamasi dan papula dapat disertai lesi pada wajah dan leher.[1]

Skabies pada bayi dan anak kecil memberikan gambaran lesi khas berupa dominan vesikel, pustule, dan nodul dengan distribusi yang tidak merata, terutama pada area kepala, tangan, kaki, telapak tangan, telapak kaki, dan area lipatan tubuh. Lesi akibat infeksi sekunder seperti eksematisasidan impetigo sering dijumpai, sehingga scabies pada populasi ini seringkali didiagnosis banding dengan dermatitis atopik dan akropustulosis. Pruritus dapat sangat berat sehingga bayi menjadi rewel dan sulit makan.[2]

Ilustrasi: ruam merah pada kulit bayi (sumber: American Academy of Pediatrics)

Ilustrasi: ruam merah pada kulit bayi (sumber: American Academy of Pediatrics)

Dilansir dari Hellosehat, menurut American Academy of Pediatrics, ada beberapa gejala atau tanda dari bayi yang mengalami scabies atau kudis. Berikut sejumlah gejala yang perlu Anda waspadai sebagai orang tua.

Baca juga:  Apakah Aspirin Bisa Menjadi Obat Kanker Payudara?

Gejala Scabies pada Bayi

  • Bintik-bintik merah yang melenting di kulit dan terisi air (pustula atau nodul).
  • Pustula menyebar luas ke bagian tubuh lainnya.
  • Bagian kulit yang terdampak terlihat melepuh.
  • Kulit menebal, berkerak, dan rentan teriritasi.
  • Bayi merasa tidak nyaman di malam hari akibat rasa gatal yang bertambah parah.

Scabimite untuk Bayi

Pengobatan scabies pada bayi bisa dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan menggunakan salep atau krim yang mengandung permethrin seperti Scabimite. “Anak berusia diatas 2 bulan dianggap aman menggunakan permethrin namun perlu konsultasi dan aturan pakai yang sesuai dengan anjuran dokter. Oleh karena itu sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit kelamin mengenai penggunaan obat oles tersebut untuk anak-anak,” kata dr Andika Surya Atmadja dari Alodokter.

Dokter Andika menambahkan, obat Scabimite umumnya digunakan satu kali dan dianjurkan untuk digunakan pada malam hari ketika kutu scabies sedang aktif-aktifnya. Namun, terdapat peringatan khusus terhadap penggunaan permethrin, termasuk pada bayi. Permetrin (Scabimite) tidak boleh digunakan untuk daerah sekitar mata, wanita hamil, menyusui, dan bayi yang belum berumur 2 bulan.[3]

Baca juga:  6 Merk Toner Untuk Kulit Berjerawat yang Perlu Anda Coba

[1]Natadisastra, D. 2009. Parasitologi Kedokteran Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang (hlm 293). Ridad A, editor. Jakarta: EGC.

[2]Yuniaswan, A dkk. 2020. Infestasi Parasit dalam Dermatologi (hlm 17). Malang: UB Press.

[3] Werner, D dkk. 2010. Apa yang Anda Kerjakan Bila Tidak Ada Dokter (hlm 493). Terjemahan oleh: Yayasan Essentia Medica (YEM). Yogyakarta: ANDI.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: