Obat Gejala Alergi Tungau Debu yang Disetujui FDA

Ilustrasi: wanita bersin karena alergi

Sering bersin-bersin dan mata gatal? Ini bisa menjadi bentuk gejala alergi tungau debu. Gejala alergi seperti ini tentunya tidak bisa dibiarkan, karena bisa mengganggu aktivitas harian Anda. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya, termasuk dengan mengonsumsi obat berupa pil khusus yang sudah disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration).

Cara Mengatasi Alergi Tungau Debu

Tungau debu rumah (TDR) atau biasa disebut dengan house dust mist merupakan tungau yang berasal dari famili Pyroglyphidae dan hidup di debu rumah. TDR memiliki feses yang dapat menimbulkan gejala alergi seperti hidung ingusan, mata gatal, dan bersin. Orang dengan alergi tungau debu biasanya juga memiliki hidung yang terus-menerus gatal, bahkan saat tidak berada di sekitar benda yang berdebu. Gejala ini biasanya dirasakan dalam jangka waktu yang lama, bahkan hingga menahun.

Selain itu, TDR menjadi salah satu penyebab rhinitis alergi yang muncul pada sekitar 15% anak usia enam hingga tujuh tahun dan 40% pada anak usia 13 hingga 14 tahun.[1] Penyakit ini juga terjadi musiman atau di sepanjang tahun dengan gejala yang sama seperti di atas. Jika anak Anda menderita gejala ini, sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter spesialis anak.

Tungau debu (sumber: peslockdown.com)

Tungau debu (sumber: peslockdown.com)

Namun, dilansir dari Harvard Health Publishing, ada cara sederhana untuk mengurangi sekaligus mengatasi gejala alergi tungau debu. Anda harus selalu membersihkan debu yang ada di lingkungan tempat tinggal Anda, khususnya area kamar tidur. Selain itu, bersihkan semua perabotan rumah dengan baik, termasuk kasur, kursi, meja, TV, hingga asbak rokok.

Baca juga:  Kegunaan Wardah Purifying Moisturizer Gel dengan Varian Terbaru Witch Hazel

Jika cara ini kurang efektif atau Anda ingin cara yang lebih praktis, Anda bisa membeli obat alergi berupa semprotan hidung steroid dan antihistamin yang dijual secara bebas di apotek. Meskipun begitu, ada beberapa merek obat yang dijual dengan resep dokter untuk penderita alergi akut.

Ada juga obat khusus yang diberikan oleh dokter secara injeksi untuk menghilangkan gejala alergi tungau debu, yakni suntikan imunoterapi subkutan (SCIT). Ini adalah pengobatan yang diketahui ampuh untuk mengobati gejala alergi tungau debu, tetapi kurang efektif. Hal ini karena Anda harus menerima injeksi mingguan selama kurang lebih enam hingga delapan bulan dan dilanjutkan dengan injeksi bulanan selama kira-kira tiga hingga lima tahun. Pemberian obat tidak bisa secara sembarangan dan harus dilakukan pihak medis.

SLIT, Obat Baru Alergi Tungau Debu

Sebagai solusi ampuh sekaligus efektif, mungkin Anda bisa menggunakan obat oral berbentuk pil bernama Imunoterapi sublingual (SLIT) yang sudah disetujui FDA pada tahun 2017 lalu. Ini adalah salah satu pengobatan baru terhadap alergi tungau debu. Dilansir dari sumber yang sama, obat ini dijual dengan merek Odactra di AS. Cara kerja SLIT sama seperti SCIT yang melatih sistem kekebalan tubuh untuk tidak lagi mengenali tungau debu sebagai alergen.

Ilustrasi: penggunaan obat SLIT/imunoterapi sublingual (sumber: dbclinic.com)

Ilustrasi: penggunaan obat SLIT/imunoterapi sublingual (sumber: dbclinic.com)

Berbeda dengan obat pil lainnya, ada cara khusus untuk mengonsumsi SLIT. Obat harian ini diminum dengan cara ditempelkan di bawah lidah terlebih dahulu. Hal ini terkadang membuat beberapa pasien mengeluh, karena efek samping berupa kesemutan atau lidah dan mulut yang terasa aneh.

Baca juga:  Rekomendasi Merk Exfoliating Toner untuk Kulit Berminyak

Untuk menghadapi reaksi alergi seperti ini, Anda perlu menggunakan epinefrin. Sayangnya, tidak semua orang bisa mendapatkan epinefrin, apalagi jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung parah. Hal ini membuat SLIT tidak bisa diresepkan kepada beberapa pasien dengan kondisi tertentu.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology, menunjukkan keamanan dan kemanjuran dari tungau debu SLIT dibandingkan dengan plasebo. Ini adalah penelitian internasional, dengan sekitar 800 pasien dalam kelompok plasebo dan 800 pasien dalam kelompok pengobatan.

Pada akhir satu tahun, pasien yang menerima SLIT memiliki gejala alergi tungau debu lebih sedikit daripada orang-orang yang menerima placebo. Ini dibuktikan dengan sedikitnya jumlah penggunaan obat pengontrol gejala alergi yang diminum pasien penerima SLIT dibandingkan pasien placebo.

Studi ini juga menunjukkan keamanan, dengan tidak ada orang yang mengalami anafilaksis dan hanya empat penggunaan epinefrin pada kelompok SLIT. Meskipun studi hanya diperpanjang satu tahun, SLIT kemungkinan besar akan digunakan selama tiga sampai lima tahun, sama dengan penggunaan SCIT.

Baca juga:  Gentle Exfoliating Scrub, Produk Jafra yang Dikenal Ampuh untuk Atasi Komedo Membandel

[1] Nova, Dwi Fitria, Selfi Renita Rusjdi, Fachzi Fitri. 2018. Perbedaan Paparan Tungau Debu Rumah dengan Status Rhinitis Alergi Berdasarkan Kriteria ISAAC pada Anak di Dua Panti Asuhan Kecamatan Koto Tangah. Jurnal Kesehatan Andalas, Vol. 7(2): 253-257.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: