Ulasan Lengkap Perawatan Tepat Nyeri Sendi pada Wanita

Ilustrasi: nyeri sendi (sumber: sidomunculstore.com)Ilustrasi: nyeri sendi (sumber: sidomunculstore.com)

Hampir setiap orang mengalami rasa sakit di bahu, bahkan rasa nyeri di lutut. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa wanita lebih sering mengalami rasa nyeri tersebut daripada pria. CDC memperkirakan bahwa artritis atau gejala sendi kronis memengaruhi lebih dari 70 juta orang Amerika, bahkan 41 juta di antaranya adalah wanita.

Seperti dilansir Womens Health, dari hampir 27 juta orang Amerika dengan osteoarthritis (OA), 60 persen adalah wanita. Rheumatoid arthritis (RA), penyakit autoimun, menyerang wanita sekitar tiga kali lebih banyak daripada pria. Kondisi autoimun lain yang menyebabkan nyeri persendian, seperti lupus, scleroderma, dan multiple sclerosis (MS), juga memukul wanita lebih keras daripada pria: Wanita sembilan kali lebih mungkin mengembangkan lupus, tiga kali lebih mungkin menderita scleroderma, dan dua kali lebih mungkin menderita MS.

“Wanita biasanya merasakan nyeri lebih intensif, lebih sering, dan di lebih banyak bagian tubuh daripada pria,” kata Tarvez Tucker, MD, seorang Spesialis dan Direktur The Pain Clinic di Universitas Kentucky Medical Center, di Lexington.

Nyeri sendi kerap dihubungkan dengan hormon. Hormon wanita dipercaya berperan penting pada tingginya rasa sakit. Banyak wanita dengan OA, RA, dan lupus melaporkan peningkatan nyeri sendi sebelum atau selama siklus menstruasi. Hal tersebut terjadi karena kadar estrogen menurun drastis tepat sebelum siklus menstruasi. Kemudian kadarnya naik kembali setelah menstruasi wanita berakhir.

“Estrogen yang diyakini meredakan rasa sakit, ternyata memuncak selama kehamilan. Hal tersebut mungkin terjadi untuk melindungi wanita dari rasa sakit saat melahirkan,” tandas Dr. Tucker.

Ilustrasi: nyeri sendi (sumber: honestdoc.id)

Ilustrasi: nyeri sendi (sumber: honestdoc.id)

Sejumlah studi menunjukkan, 80 persen wanita dengan RA mengalami remisi gejala selama kehamilan dan peningkatan ketika estrogen turun selama periode postpartum. Selain itu, hormon reproduksi diduga sebagai faktor dalam tingginya insiden penyakit autoimun pada wanita. Hal tersebut terbukti saat kondisi seperti RA dan lupus yang paling umum dialami wanita selama masa subur.

Baca juga:  Waspada, Menopause Dini Pengaruhi Kesehatan Jantung Wanita

Hal lain yang mencengangkan saat endorfin yang populer dikenal sebagai obat penghilang rasa sakit pada tubuh hanya bekerja efektif pada pria saja. Diungkapkan oleh seorang peneliti di Universitas Louisiana State di Shreveport, Patrick Wood, “Wanita melepaskan lebih sedikit dopamin kimia otak sebagai respons terhadap stimulasi yang menyakitkan. Tanpa dopamin, endorfin tidak dapat berfungsi secara efektif.”

Wanita bereaksi berbeda dari pria terhadap beberapa obat untuk menghilangkan nyeri sendi. Sebagai contoh, kadar hormon yang berfluktuasi dapat mengurangi jumlah obat yang beredar dalam aliran darah, sehingga wanita mungkin membutuhkan lebih banyak dari dosis standar. Tak hanya itu, pencernaan wanita lebih lambat, jadi hal tersebut menyebabkan obat-obatan tertentu (seperti penghilang rasa sakit) membutuhkan lebih banyak waktu untuk melewati saluran pencernaan untuk diserap seluruhnya. Belum lagi sensitivitas nyeri akan meningkat tepat sebelum periode siklus menstruasi wanita.

Pengobatan Nyeri Sendi

Dilansir dari Dokter Sehat, suplemen glukosamin dan kondroitin ternyata dapat membantu meredakan nyeri sendi dan meningkatkan fungsi sendi. Kedua zat ini sebagai komponen tulang rawan normal yang membantu meredam tulang dan melindungi sendi. Suplemen glukosamin dan kondroitin tersedia dalam kapsul, tablet, bubuk, atau bentuk cair yang tidak memiliki efek samping.

Ilustrasi: pengobatan nyeri sendi

Ilustrasi: pengobatan nyeri sendi

Sedangkan bagi Anda mengalami rasa sakit ringan tanpa bengkak, acetaminophen (Tylenol) dapat efektif dikonsumsi. Dosis yang tinggi dari kombinasi ini bisa menyebabkan kerusakan hati. Karena risiko tersebut, maka penggunaan obat harus diperhatikan sesuai dosis dan berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga:  Tak Perlu yang Mahal, Ini Cara Buat Lulur Alami Sendiri di Rumah

Jika rasa sakit pada sendi semakin parah, Anda dapat membeli obat NSAID dan Cox-2. Kedua obat ini seharusnya efektif meredakan rasa sakit. Apabila tak mengalami perubahan, dokter akan memberikan opioid potensi kuat. Obat ini menyebabkan kantuk dan konstipasi.

Saat Anda tidak menemukan bantuan nyeri sendi dari obat minum maupun oles, dokter dapat menyuntikkan obat steroid (yang dapat dikombinasikan dengan bius lokal) langsung ke dalam sendi setiap tiga bulan sampai empat bulan. Suntikan steroid paling sering digunakan pada pasien dengan arthritis, penyakit sendi, atau tendinitis sebagai prosedur efektif yang bersifat sementara dengan efek samping. Mengambil cairan dari sendi sering dilakukan sehubungan dengan injeksi steroid. Melalui suntikan Hyaluronan dapat digunakan mengobati osteoarthritis sebagai cairan alami sendi.

Perawatan nyeri sendi dapat dilakukan dengan ahli terapi fisik untuk memperkuat otot-otot di sekitar sendi, menstabilkan sendi, dan meningkatkan jangkauan gerak. Terapis akan menggunakan teknik seperti ultrasound, terapi panas atau terapi dingin, stimulasi gelombang listrik, dan manipulasi.

Baca juga:  Robinto: Mahasiswa Asal Kalimantan Sukses Curi Perhatian Lewat Ajang Pencarian Bakat di Jerman

Obat topikal (obat oles) yakni capsaicin sebagai zat yang terkandung dalam cabai dan dipercaya dapat meredakan nyeri sendi karena arthritis dan kondisi lain. Capsaicin memblok substansi P, yang membantu mengirimkan sinyal rasa sakit, dan itu memicu pelepasan bahan kimia dalam tubuh yang disebut endorfin, yang akan memblok nyeri. Efek samping dari krim capsaicin termasuk sensasi terbakar atau menyengat di area di mana krim itu dioleskan. Pilihan lain obat oles lainnya adalah krim arthritis yang mengandung bahan metil salisilat.

Perawatan Nyeri Sendi di Rumah

Ilustrasi: melindungi dari nyeri sendi (sumber: ecplaza.net)

Ilustrasi: melindungi dari nyeri sendi (sumber: ecplaza.net)

Anda dapat meredakan nyeri sendi jangka pendek dengan teknik sederhana di rumah. Salah satu metode yang dikenal dengan singkatan, PRICE:

  • Protect. Lindungi sendi dengan perban atau gelang pelindung sendi.
  • Rest. Istirahatkan sendi, menghindari kegiatan yang menyebabkan Anda sakit.
  • Ice. Berikan es selama sekitar 15 menit dan lakukan hal beberapa kali dalam sehari.
  • Compress. Kompres sendi menggunakan perban elastis
  • Elevate. Tinggikan sendi di atas tingkat jantung Anda.

Untuk kejang otot di sekitar sendi, cobalah menggunakan bantal pemanas beberapa kali sehari. Anda disarankan meminimalkan gerakan sendi untuk mengurangi rasa sakit. Rasa nyeri yang terus-menerus tanpa melakukan akan menimbulkan rasa bengkak.

Dokter mungkin menyarankan untuk mengamankan sendi dengan meminimalkan gerakan atau mengurangi rasa sakit, akan tetapi menghindari tidak menggerakkan sendi yang terlalu lama, pada akhirnya dapat menjadikan kaku dan kehilangan fungsi.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: