5 Negara yang Melarang Jilbab dengan Segala Pro-Kontranya

negara yang melarang jilbab

Dengan alasan tertentu, banyak negara yang melarang jilbab untuk dikenakan di lingkungan mereka. Hal ini tentu memberatkan untuk kaum muslim yang tinggal di negara tersebut. Sebab, menutup aurat dengan hijab sudah menjadi kewajiban bagi wanita muslim di manapun berada.

Pelarangan ini tentu menimbulkan banyak pro dan kontra. Negara yang melarang jilbab di lingkungan mereka tentu juga punya asalannya sendiri-sendiri. Kamu sebagai wanita muslim perlu tau negara mana saja yang melarang siapapun yang menginjakkan kaki di sana tidak boleh memakai jilbab.

Supaya, kamu bisa mencari destinasi negara lain, apabila memang ingin pergi ke sana dan mencari alternatif lain. Nah, berikut ini lima negara yang melarang jilbab (atau lebih tepatnya cadar) dengan beragam alasannya.

1. Jerman

Jerman melarang jilbab

Negara pertama yang melarang penggunaan jilbab adalah Jerman. Salah satu negara digdaya di Eropa ini turut melarang adanya pemakaian cadar. Cadar yang dimaksud adalah burqa dan niqab. Semua peraturan ini berlaku untuk seluruh elemen yang ada di negara Jerman. Baik militer, pemerintah, maupun sipil.

Baca juga:  Begini Cara Membedakan Pendarahan Implantasi dan Menstruasi

Peraturan larangan menggunakan cadar ini diberlakukan sejak 2017 lalu. Khusus untuk profesi guru, mereka dilarang menggunakan jilbab. Pelarangan ini berlaku untuk beberapa negara bagian di Jerman. Namun hingga kini, pelarangan guru yang mengenakan jilbab masih menjadi pro dan kontra di kalangan umum.

2. Swiss

negara yang melarang jilbab

Pelarangan menggunakan pakaian tertutup terutama di bagian wajah ketika berada di lokasi publik juga diberlakukan di negara Swiss. Peraturan ini berlaku sejak 2016 lalu. Pertama kali diberlakukan di bagian selatan, yakni wilayah yang bernama Ticino. Ticino sendiri merupakan wilayah Swiss yang penduduknya mayoritas berbahasa Italia.

Peraturan ini tidak serta merta diberlakukan oleh pemerintah begitu saja. Namun, pemerintah memberikan hak demokrasi kepada masyarakatnya. Yakni tepatnya pada Juni 2018 lalu, terdapat sebuah voting untuk melarang penggunaan cadar. Voting tersebut menghasilkan 100 ribu suara.

Baca juga:  Tidak Luncurkan Produk Bedak, Amankah Paket Krim Pemutih Amos?

3. Rusia

Rusia melarang jilbab

Negara yang melarang jilbab selanjutnya adalah Rusia. Negara ini melarang adanya penggunaan hijab bagi masyarakatnya. Terutama untuk mereka yang sedang bersekolah di sekolah-sekolah umum. Sekolah umum ini dikhususkan untuk wilayah Stavropol.

Selain di wilayah Stavropol, pelarangan penggunaan hijab juga diberlakukan untuk wilayah Republik Mordovia. Pelarangan ini tentu sudah mendapat restu dari Mahkamah Agung. Untuk wilayah Stavropol disahkan pada 2013, sedangkan Republik Mordovia disahkan pada 2015 lalu.

4. Perancis

Perancis melarang jilbab

Negara berikutnya yang melarang penggunaan hijab di tempat umum adalah Perancis. Negara ini melarang perempuan untuk mengenakan segala bentuk pakaian yang menutupi wajah. Pakaian yang dimaksud juga meliputi niqab dan burqa. Peraturan ini telah resmi diberlakukan pada 2011 lalu.

Apabila didapati melanggar, maka pelanggar wajib membayar denda yang cukup besar, yakni 150 euro. Atau jika dirupiahkan, bisa sekitar Rp2,5 jutaan. Hingga saat ini, masih terdapat banyak isu perdebatan. Pro dan kontra mengenai pelarangan ini bahkan direspon oleh dunia internasional.

Baca juga:  Robinto: Mahasiswa Asal Kalimantan Sukses Curi Perhatian Lewat Ajang Pencarian Bakat di Jerman

5. Austria

Austria melarang jilbab

Negara terakhir, namun bukan yang paling akhir, ialah Austria. Peraturan tentang pelarangan penggunaan kerudung yang menutup wajah, yakni burqa dan niqab, di depan umum. Pelarangan ini berlaku sejak 2017 lalu. Dimana, telah diberlakukan sebuah peraturan bernama “tindakan anti-wajah-jilbab”.

Peraturan ini juga bukan sekadar peraturan, namun juga dikenakan denda. Denda yang wajib dibayar oleh pelanggar sama dengan denda yang diberlakukan di Perancis, yakni sekitar 150 euro. Bukan saja menutupi dengan jilbab, namun segala bentuk pakaian seperti masker dan syal juga dilarang.

Nah, itu dia tadi lima negara yang melarang jilbab untuk dikenakan. Dengan berat hati, kamu yang memakai hijab, tidak disarankan untuk pergi ke sana ya. Bagaimana pun juga, kamu harus tetap menjaga aurat sebagai kewajiban.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: