Mudah! Begini Cara Membuat Bubuk dan Masker Dari Daun Kelor

Daun kelor segar (sumber: organicspamagazine.com) Daun kelor segar (sumber: organicspamagazine.com)

Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan . Apalagi ini juga menjadi ungkapan yang sangat terkenal ‘dunia tak selebar daun ’, begitu bunyinya. Konon daun ini bisa digunakan untuk melunturkan guna-guna. Namun terlepas dari mitos tersebut, daun juga cukup dicari oleh bangsa barat karena kaya akan manfaat.

Sebenarnya tanaman bernama latin Moringa oleifera ini tergolong tanaman tahunan yang biasanya tumbuh liar. ini diduga asli dari kawasan barat pegunungan Himalaya dan India, kemudian menyebar hingga ke Benua Afrika dan Asia-Barat.

Di Pulau Jawa, kelor biasa dijumpai tumbuh sampai pada ketinggian 300 meter di atas permukaan laut. Ia sanggup tumbuh dengan baik di kawasan tropik yang lembap juga di daerah panas. Bahkan, tanah kering-kerontang sekalipun tak ditampiknya. Karena tidak rakus ‘makan’ pupuk (unsur hara), kelor cocok sebagai tanaman ‘pioner’ untuk penghijauan dan pemulihan tanah gersang. Di lahan kebun, tanaman kelor biasa digunakan sebagai pagar hidup.

Sosok batang pokoknya tidak lurus betul, melainkan sedikit membengkok dan bercabang-cabang justru bermanfaat sebagai pohon pendukung untuk tanaman merambat, seperti sirih atau lada. Sering kali juga sebagai rambatan tanaman gadung, uwi, atau brotowali.

Para ahli dermatologi sepakat bahwa kelor dapat efektif dalam kulit, tetapi seberapa efektif – dan apakah benar-benar dapat menembus seperti yang dikatakan Cunningham – masih belum jelas karena kurangnya penelitian yang memadai. “Sebenarnya, belum ada banyak penelitian langsung tentang efektivitas minyak kelor dalam produk topikal,” kata Perry Romanowski, presiden Society of Cosmetic Chemists dan salah satu pendiri The Beauty Brains.

Olahan daun kelor untuk kecantikan & kesehatan (sumber: zuskalight.com)

Olahan daun kelor untuk & (sumber: zuskalight.com)

“Sebagian besar manfaat didasarkan pada penggunaan dan studi laboratorium kecil.” Dan dari studi yang dilakukan di laboratorium, banyak dari mereka yang melihat manfaat minyak kelor saat dikonsumsi, tidak dioleskan, dan dengan tikus sebagai subjek, bukan manusia.

Sementara itu, Erika Klemperer, seorang dokter kulit di Santa Barbara, California, menjelaskan bahwa, “Minyak kelor adalah pembangkit tenaga asam oleat, menjadikannya minyak yang sangat pelembab dan bermanfaat bagi kulit kering dan sensitif.” Dia mengatakan elixir juga dapat mendukung pelindung kulit, yang “penting untuk melindungi kita dari hinaan eksternal, seperti polusi, dan juga penting untuk menyegel hidrasi.”

Praktisi dan akupunkturis pengobatan Tiongkok tradisional, Annee de Mamiel, sekaligus pendiri dan perumus merek perawatan kulit Inggris de Mamiel, menggunakan minyak kelor dalam lini Restorative Cleansing Balm untuk ‘menenangkan peradangan’ dan ‘menyeimbangkan kulit berjerawat karena sifat antibakterinya’.

Leah Klasovsky, ahli estetika berlisensi dan pendiri Leahlani Skincare, juga memiliki produk berbasis minyak kelor di lini produksinya, termasuk Bless Beauty Balm dan Mahina Evening Replenishing Elixir, untuk alasan penyeimbangan kulit yang sama.

Cara Membuat Bubuk dan Masker Daun Kelor

Tepung atau bubuk daun kelor yang baik dan sehat tentunya tidak melalui proses yang mudah hingga menjadi serbuk yang berkualitas dan higienis. Tentunya sejak awal pemanenan daun kelor haruslah dipilih dari daun-daun pilihan yang sehat.

Dalam proses pengeringannya pun juga tidak boleh sembarangan, perlu metode dan tempat khusus untuk pengeringan daunnya karena jika serta-merta dikeringkan akan merusak daunnya itu sendiri dan menghilangkan kandungan nutrisi di dalamnya. Proses tersebut berawal dari tanaman kelor, perlakuan panen dan pengolahan daun, sampai pada pengemasan produk yang higienis.

Bubuk daun kelor (sumber: bulletproof.com)

Bubuk daun kelor (sumber: bulletproof.com)

Daun Kelor kering yang baik berwarna hijau, benar-benar kering (bila diremas akan hancur atau kadar air 5%) dan tanpa tangkai daun. Daun kelor kering yang masuk dalam kategori tersebut, kemudian disimpan dalam kontainer plastik foodgrade yang tertutup rapat dan terjaga dari udara masuk.

Daun Kelor kering dalam stok diamati apa terdapat perubahan pada warna daun, tingkat kekeringan dan bentuk penurunan kualitas lainnya. Daun kelor kering dihaluskan dengan menggunakan mesin penepung stainless steel. Penepungan dilakukan sebanyak 3 kali untuk menjamin hasil serbuk daun yang halus dan memudahkan dalam pengayakan.

Berikut langkah-langkah sederhana untuk mengolah daun kelor menjadi serbuk kelor:

  1. Jemur daun kelor
  2. Setelah kering tumbuk sampai halus
  3. Saring atau ayak hasil tumbukan daun kelor
  4. Kemas dalam wadah tertutup
  5. Siap dimanfaatkan/dikonsumsi

Serbuk daun kelor premium disaring dengan ayakan stainless steel untuk menghasilkan serbuk daun dengan tingkat kehalusan di atas 80 mesh dan memisahkan butiran yang masih kasar. Serbuk yang lolos saringan, kemudian dikemas dalam kemasan aluminium foil laminasi ketebalan 125 mikron untuk didistribusikan atau disimpan sebagai stock. Saat ini kemasan penjualan yang umum berisi 250 gram, 500 gram, 1.000 gram, 2,5 kg dan 5 kg.

Pemakaian paling mudah, bubuk kelor bisa diseduh dengan air panas/mendidih sebagai teh kelor, ditaburkan pada nasi saat kita makan baik makan siang, pagi atau malam. Dosis pemakaian secukupnya, meskipun belum ada laporan efek samping, sebaiknya jangan berlebihan juga mengkonsumsinya. Semoga bermanfaat.

Ilustrasi: memakai masker daun kelor

Ilustrasi: memakai masker daun kelor

Sementara itu, salah satu manfaat daun kelor untuk wajah adalah dijadikan sebagai bubuk dan masker. Daun ini mengandung antioksidan dan vitamin yang bagus untuk kulit. Dengan banyaknya manfaat daun kelor, tumbuhan ini bisa dibuat menjadi masker wajah. Berikut cara membuat masker daun kelor.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 1/2 sdm bubuk daun kelor
  • 1 sdm madu
  • 1 sdm air mawar
  • 1/2 sdm jus lemon
  • Air

Langkah Pembuatan

  1. Cukup ambil daun kelor secukupnya lalu tumbuk hingga halus.
  2. Campur bubuk daun kelor, madu, air mawar, dan jus lemon.
  3. Periksa konsistensinya dan tambahkan air bila perlu untuk mendapatkan pasta yang kental dan lembut.
  4. Aplikasikan di seluruh wajah di pagi hari dan diamkan selama 10 menit. Bilas dengan air hangat.
  5. Keringkan wajah dengan handuk bersih. Aplikasikan sedikit pelembap untuk mendapatkan kulit wajah yang halus dan lembut.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, masker dari daun kelor ini bisa Anda lakukan sebanyak 3 kali dalam satu minggu.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: