Sejumlah Mitos Seputar Retinol dan Faktanya Menurut Dermatologis

Ilustrasi: kosmetik mengandung retinol (sumber: theskincareedit.com)Ilustrasi: kosmetik mengandung retinol (sumber: theskincareedit.com)

Bagi Anda penggemar produk kecantikan atau perawatan kulit, pastinya sudah tidak asing dengan retinol. Bahan yang satu ini sudah sering dijumpai di berbagai macam produk perawatan kulit. Menurut dermatologi, retinol memiliki fungsi untuk meningkatkan kadar kolagen dan mencerahkan kulit wajah. Meskipun begitu, masih ada banyak asumsi atau mitos yang beredar di luar sana mengenai penggunaan retinol. Ada beberapa mitos yang benar, tetapi sebagian besar memiliki konsep yang salah.

Dilansir dari allure.com, banyak informasi palsu yang beredar tentang penggunaan dan fungsi retinoid. Tentunya ini sangat berbahaya, jika banyak orang yang memercayainya. Informasi tersebut juga dapat menyesatkan Anda, jika Anda tidak memiliki dasar yang kuat tentang seluk-beluk retinol. Berikut adalah beberapa mitos retinol yang perlu Anda waspadai.

Retinol Dapat Digunakan untuk Eksfoliasi

Jika Anda menggunakan produk eksfoliasi kulit dan mengalami pengelupasan, Anda perlu waspada. Pasalnya, bila Anda melihat kulit Anda mengelupas dengan ruam di sekitarnya, ini bukan tanda yang bagus. Beberapa produk eksfoliasi kulit tidak seharusnya mengandung retinol. Kebanyakan orang beranggapan bahwa retinol dapat mengangkat sel kulit mati dengan efisien. “Pengelupasan pada kulit dengan ruam atau kemerahan karena retinol adalah efek samping dari iritasi. Ini bukan bentuk eksfoliasi kulit yang benar,” kata Dana Sachs, seorang profesor dermatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Michigan.

kopi, minum, gejala, gangguan, penyakit, kulit, memerah, jerawat, studi, peneliti, penelitian, penanganan, penyebab, dermatologi, kafein, eczema, alergi, makanan, kasus, acne rosacea, rosacea, pola hidup, udara, inflamasi, benjolan, iritasi, wajah

Ilustrasi: ruam di wajah (sumber: prima.co.uk)

Retinol Tidak Boleh Digunakan di Siang Hari

Ada juga mitos yang beredar, bahwa semua produk dengan kandungan retinol tidak boleh digunakan di siang hari. Alasannya, karena retinol di siang hari dapat meningkatkan risiko kulit terbakar oleh sinar matahari. Ini juga disebabkan oleh kerusakan pada retinol. Jika Anda percaya, ada baiknya Anda mencoba menelaah penjelasannya secara lengkap. Dengan begini, Anda akan tahu, apakah mitos tersebut benar atau tidak.

Baca juga:  Beberapa Alas Bedak Wardah Untuk Kulit Berminyak

Memang benar retinol akan rusak jika berada di bawah sinar matahari, itulah sebabnya retinol dikemas dalam kemasan buram. Namun, mereka tidak membuat kulit lebih rentan terhadap sengatan matahari.

“Kesalahpahaman ini muncul karena dalam beberapa penelitian yang dilakukan, hasilnya para peserta memiliki kulit terbakar setelah menggunakan retinol di bawah sinar matahari. Tapi kemerahan bukan disebabkan oleh penggunaan retinol. Itu disebabkan oleh sengatan matahari yang terlalu panas,” jelas Sachs. “Studi klinis telah menunjukkan dengan sangat pasti bahwa retinol tidak menurunkan MED atau dosis eritema minimal dari kulit manusia, yang merupakan jumlah sinar UV yang dapat Anda serap sebelum kulit terbakar.”

Retinol Harus Dioleskan pada Kulit yang Kering

Sejumlah produk kecantikan yang mengandung retinol sering menyertakan instruksi dan merekomendasikan untuk menunggu hingga wajah Anda benar-benar kering sebelum menggunakannya. Meskipun begitu, tidak ada bukti dalam literatur ilmiah yang menunjukkan bahwa kulit basah dapat memperburuk sensitivitas kulit Anda terhadap retinol.

Menggunakan retinol pada kulit yang lembap juga tidak memaksimalkan potensinya. Dengan begini, Anda tidak harus mengaplikasikan retinol pada kulit yang kering. Anda bisa mengaplikasikannya pada kulit wajah yang lembap. Karena, fungsi dan manfaatnya akan tetap sama.

Ilustrasi: perawatan kulit kering (sumber: boots.ie)

Ilustrasi: perawatan kulit kering (sumber: boots.ie)

Efek Retinol Muncul pada Minggu Keempat

Mitos yang beredar dan banyak dipercaya oleh orang di luar sana mengenai retinol, yaitu perubahan pada pengguna retinol baru bisa diidentifikasi pada minggu keempat atau keenam setelah penggunaan. Menurut Gary Fisher, seorang profesor dermatologi di University of Michigan Medical School, perubahan kulit untuk pengguna retinol tidak bisa dilihat dalam waktu sesingkat itu. Dibutuhkan waktu cukup lama untuk mengetahui perubahan pada kulit akibat retinol.

Baca juga:  Sederet Manfaat Ajaib Kolagen untuk Kecantikan Wajah yang Perlu Anda Ketahui

“Banyak formula tanpa resep mengklaim Anda akan melihat hasilnya dalam beberapa minggu,” kata Fisher. “Namun, dalam pengalaman saya, dibutuhkan rata-rata 12 minggu bagi asam retinoat untuk menghasilkan perubahan nyata pada kulit. Jadi, pertahankan setidaknya selama itu untuk melihat manfaatnya.”

Hentikan Penggunaan Retinol Jika Kulit Teriritasi

Hampir semua orang menyarankan untuk tidak menggunakan retinol jika mengalami iritasi pada kulit. Bahkan, mereka menyalahkan penggunaan retinol atas iritasi kulit tersebut. Sebenarnya, itu bukanlah iritasi pada kulit. Kemerahan dan pengelupasan kulit terjadi secara wajar karena kulit sedang beradaptasi, kecuali jika itu adalah ruam dan terasa nyeri seperti terbakar.

“Kami telah melihat secara klinis bahwa setelah dua atau tiga minggu, sel-sel kulit beradaptasi dengan retinol dan mulai menoleransi bahan tersebut,” papar Sachs. “Jika ketidaknyamanan ini berkepanjangan atau sangat tidak nyaman, gunakan seminggu sekali.”

Produk, terbaik, untuk, kulit, sensitif, wajah, dokter, dokter kulit, ruam, kekeringan, perawatan, kering, label, non-comedogenic, pori, jerawat, ruam, gatal, kemerahan, bahan, aroma, wewangian, mengelupas, pengelupasan, riasan, makeup, cara, merawat, tanda, ciri, kategori, gangguan, alergi, alkohol

Ilustrasi: kulit iritasi (sumber: childrenskincare.com)

Aplikasi Retinol Dilarang di Sekitar Mata

Kulit di sekitar area mata memang sangat tipis dan lebih sensitif dibandingkan bagian kulit wajah lainnya. Ini adalah dasar sejumlah opini untuk tidak menggunakan retinol di sekitar kulit mata. Namun, apakah Anda percaya? Kulit mata yang lebih sensitif dan tipis ini sebenarnya salah satu dasar yang dapat digunakan untuk melawan pendapat tersebut.

Baca juga:  Penyebab Telapak Tangan Kasar dan Cara Mengatasinya

Pasalnya, dengan kondisi yang sangat sensitif dan tipis, ini dapat menyerap retinol dengan baik. Memang pada awalnya akan terasa sedikit menyengat, tetapi ini tidak membahayakan kulit Anda. Penggunaan retinol di area sekitar mata dapat membuat kantung mata perlahan hilang dan mencerahkan kulit bagian sekitar mata.

Ini bisa Anda jadikan sebagai solusi, jika Anda memiliki masalah terhadap kantung mata. Ahli dermatologi juga menjelaskan bahwa tidak ada kemungkinan bahwa kulit di sekitar mata Anda menjadi merah atau mengelupas hingga ke kulit bagian wajah lainnya. Sehingga, ini aman untuk kulit Anda, dan Anda bisa mencobanya sendiri untuk mendapatkan manfaatnya.

Itulah beberapa mitos mengenai retinol yang saat ini beredar di luar sana. Memang ada yang benar, namun kebanyakan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Anda perlu waspada terhadap setiap informasi yang tertulis pada media online atau media sosial. Pastikan Anda mengetahui dasar dari setiap tulisan sebelum menyimpulkan kebenarannya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: