Mitos & Fakta Kecantikan Yang Patut Anda Ketahui

mitos, kecantikan, coklat, jerawat, perawatan, kulit, tampak, krim, muda, anti, penuaan, aging, kandungan, SPF, sunscreen, tabir, surya, waktu, angka, kemasan, waktu, sabun, bakteri, kebersihan, ketahui, ruanganKecantikan eksotik seorang wanita

Apakah Anda termasuk orang yang mengikuti tren perawatan wajah atau skincare? Seberapa banyak yang sudah Anda ketahui mengenai perawatan kulit? Di dunia kecantikan, khususnya perawatan kulit wajah, pasti ada beberapa anggapan yang beredar luas di masyarakat. Dan, sayangnya sebagian dari mereka mempercayai anggapan atau mitos kecantikan sebelum mencari tahu kebenarannya. Berikut ini akan dipaparkan beberapa mitos dan fakta yang patut Anda ketahui.

Krim perawatan yang benar akan membuat wajah tampak lebih muda

Anti penuaan atau anti aging merupakan sesuatu yang ingin dicapai sebagian besar orang, khususnya yang telah memasuki usia 25 tahun ke atas. Sebagian besar memercayai bahwa dengan menggunakan krim wajah bisa membuat kulit tampak lebih awet muda. Apakah hal tersebut benar?

Menurut Stephen Shumack, profesor sekaligus presiden Australian College of Dermatologis, menjawab bahwa tidak ada bukti penelitian untuk mendukung klaim yang diberikan produk anti penuaan. Meskipun begitu, menurut Stephen, ada satu krim yang membantu memperlambat efek penuaan pada kulit, yaitu krim tabir surya. Tabir surya akan bekerja melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang bisa menyebabkan kerusakan cetak biru genetik, DNA dan RNA.

mitos, kecantikan, coklat, jerawat, perawatan, kulit, tampak, krim, muda, anti, penuaan, aging, kandungan, SPF, sunscreen, tabir, surya, waktu, angka, kemasan, waktu, sabun, bakteri, kebersihan, ketahui, ruangan

Penggunaan krim pada perawatan kulit wajah

Selain itu, sinar ultraviolet juga bisa menyebabkan penyimpangan seperti pigmentasi abnormal yang dapat mengurangi kemampuan kulit menghasilkan elastin dan kolagen. Sinar ultraviolet juga bisa membuat sistem kekebalan tubuh lokal menjadi tidak berfungsi dengan baik, yang akan memengaruhi kekebalan sel putih yang berfungsi menemukan sel kulit abnormal dan menghancurkan kekebalan sel kulit putih.

Sabun anti bakteri adalah produk terbaik untuk menjaga kebersihan kulit

Normalnya, pada kulit terdapat bakteri, dan merupakan suatu hal yang sulit untuk menjaga kulit benar-benar bersih dari bakteri. Menurut Food and Drug Administration (FDA), sabun anti bakteri tidak lebih efektif untuk membunuh kuman dibanding sabun biasa dan air. Tes yang dilakukan oleh FDA menyebutkan bahwa jumlah bakteri pada tangan pengguna menunjukkan bahwa triclosan hanya membunuh bakteri sedikit lebih banyak dibanding sabun biasa.

mitos, kecantikan, coklat, jerawat, perawatan, kulit, tampak, krim, muda, anti, penuaan, aging, kandungan, SPF, sunscreen, tabir, surya, waktu, angka, kemasan, waktu, sabun, bakteri, kebersihan, ketahui, ruangan

Berendam setelah mandi memakai sabun antibakteri

Biasanya, sekitar 75 persen dari sabun cair dan 30 persen dari sabun batangan menggunakan bahan kimia yang disebut dengan Triclosan sebagai bahan aktifnya. Triclosan dulunya digunakan sebagai bahan untuk penggunaan di rumah sakit yang kini telah diadopsi dan dipakai oleh pabrik pembuat sabun dan industri rumah lainnya. Selain pada sabun, Anda juga bisa menemukan bahan kimia (Triclosan) di dalam produk tisu basah, hand sanitizer, dan produk lainnya.

Coklat bisa menyebakan kulit berjerawat

Mitos coklat dapat menimbulkan jerawat pasti sudah sering Anda dengar di masyarakat luas. Makanan dengan indeks glikemik tinggi termasuk permen, roti, pasta umumnya dapat menambah kadar kortisol darah dan memperburuk jerawat. Karbohidrat di dalam roti misalnya, ada pengaruhnya pada peningkatan produksi minyak wajah dan menyebabkan pori-pori tersumbat.

Meskipun demikian, Anda tidak perlu terburu-buru untuk menghindari coklat. Hal itu dikarenakan jerawat yang muncul bukan disebabkan oleh cokelat, melainkan adanya tambahan susu dan gula dengan kadar tinggi pada coklat. Pernyataan itu diutarakan oleh Mona Gohara, MD, profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine.

Menurut Mona, Anda tetap bisa menikmati coklat. Sumber masalah dari jerawat bukanlah coklat itu sendiri. Apabila ingin mengonsumsi coklat, Anda bisa konsumsi coklat dengan kandungan coklat sebesar 70 persen atau lebih tinggi. Semakin tinggi persentase coklat murni, maka semakin rendah glikemiknya.

mitos, kecantikan, coklat, jerawat, perawatan, kulit, tampak, krim, muda, anti, penuaan, aging, kandungan, SPF, sunscreen, tabir, surya, waktu, angka, kemasan, waktu, sabun, bakteri, kebersihan, ketahui, ruangan

Kue cokelat, mitos penyebab jerawat

Hal itu berlaku juga buat makanan-makanan lain. Jika gula dan susu dalam coklat dikonsumsi dalam jumlah aman, maka akan menjadi makanan yang aman bagi tubuh. Coklat sendiri mengandung flavonoid yang bisa membantu menjaga elastisitas kulit dan memperlambat penuaan.

Semakin tinggi kandungan SPF (Sun Protection Filter) dalam sunscreen, maka lebih baik untuk kulit

Biasanya, kandungan SPF dalam sunscreen (tabir surya) ada bermacam-macam, mulai dari 15, 30, hingga 50. Sebagian besar orang memilih untuk menggunakan tabir surya paling tidak dengan kandungan SPF 30 yang dianggap memiliki kemampuan mencegah bahaya radiasi sinar UVB hingga 97 persen.

Menurut dr Mohamad Rachadian Ramadan, MD, BMedSci dari Gentur Cleft Foundation mengatakan bahwa penting untuk memilih tabir surya dengan tingkat SPF yang tepat agar perlindungan bisa optimal.

Untuk kulit orang Indonesia, SPF 15 dirasa cukup melindungi kulit ketika digunakan beraktivitas normal seperti bekerja, sekolah, atau jalan-jalan. Tetapi, jika Anda memiliki banyak aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama atau aktivitas yang berhubungan dengan air seperti berenang, sebaiknya gunakan tabir surya dengan kandungan SPF yang sedikit lebih tinggi.

mitos, kecantikan, coklat, jerawat, perawatan, kulit, tampak, krim, muda, anti, penuaan, aging, kandungan, SPF, sunscreen, tabir, surya, waktu, angka, kemasan, waktu, sabun, bakteri, kebersihan, ketahui, ruangan

Memakai sunblock saat berjemur di pantai

Dengan pertimbangan suhu dan iklim Indonesia yang cenderung panas dan kering, sebagian besar orang Indonesia mungkin berpikir bahwa tabir surya dengan kandungan SPF tinggi akan memberikan perlindungan lebih maksimal. Kandungan SPF yang tinggi bukan suatu hal yang salah, tetapi konsumen yang memilih kandungan SPF tinggi tanpa tahu manfaatnya bagi kulit, itu merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan. Sebagian besar mungkin berpikir jika SPF semakin tinggi, maka kulit semakin terlindungi, dan terlihat putih.

Menurut penelitian yang dimuat dalam Cleveland Clinic Journal of Medicine mengatakan bahwa peningkatan SPF ternyata tidak bersifat linier terhadap perlindungan dari sinar matahari. Artinya, semakin tinggi angka SPF, maka perlindungan terhadap sinar matahari tidak berarti semakin kuat.

Senada dengan pernyataan dr. Srie Prihanti Gondokaryono, SpKK, PhD, FINSDV, FAADV mengatakan bahwa SPF di atas 50, mengenai perlindungannya tidak jauh berbeda dengan kandungan SPF di bawahnya. Angka pada SPF yang tertera pada kemasan sunscreen merupakan indikator lamanya waktu perlindungan yang mampu diberikan. Makin tinggi SPF, maka makin lama durasi pengaplikasian kembali tabir surya.

Jika dihitung, SPF 30 mampu melindungi kulit selama 300 menit ke depan. Lebih dari waktu itu, Anda harus mengaplikasikan tabir surya secara berulang. Tetapi, menurut dr. Srie, waktu 300 menit atau berapapun itu tidak bisa dijadikan patokan utama, karena sifatnya tentatif. Bagi Anda yang lebih sering beraktivitas di luar ruangan atau tidak, setidaknya tabir surya diulang pemakaiannya selama dua jam sekali, berapa pun kandungan SPF yang digunakan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: