Tidak Selamanya Buruk, Minyak Sangat Penting untuk Kesehatan

Minyak masak/minyak masak (pexels: Rodnae Production)Minyak masak/minyak masak (pexels: Rodnae Production)

Hingga saat ini, tak jarang orang berhati-hati saat memakai minyak untuk memasak. Ada banyak alasan mengapa orang cenderung menghindari minyak dan salah satunya adalah pemikiran terkait kandungan lemak tinggi pada minyak mampu meningkatkan kadar kolesterol dan membuat gemuk. Fakta bahwa minyak diberi label buruk seperti ini, padahal tidak sepenuhnya benar, karena masih ada jenis minyak yang sangat penting bagi kesehatan tubuh.

Manfaat Minyak untuk Tubuh

Di Indonesia, kebanyakan orang suka mengonsumsi gorengan yang tentunya digoreng dengan minyak. Nah, minyak goreng sendiri merupakan cairan yang berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang dimurnikan dalam bentuk cair dalam suhu kamar.[1] Pemanfaatan minyak goreng di Tanah Air juga mencakup untuk membuat kuah kaldu dan mengawetkan bumbu atau makanan.

Dengan label buruk yang diberikan pada minyak goreng, banyak orang yang memilih untuk memasak tanpa minyak. Padahal, tubuh kita juga memerlukan minyak sebagai sumber lemak.

“Sangat penting mengonsumsi minyak,” kata Shilpa Bhupathiraju, asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School.

Profesor Walter Willett dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, menambahkan bahwa minyak mengandung asam lemak esensial, khususnya omega 3 dan 6 yang merupakan bagian dari struktur setiap sel dalam tubuh. Semua itu bermanfaat untuk meningkatkan hormon, membantu mengurangi peradangan, menurunkan kolesterol jahat, dan mengontrol tekanan darah. Selain itu, minyak mampu memberikan rasa gurih dan sensasi kenyang lebih lama.

Baca juga:  Waspada Psikosis, Bisa Menyebabkan Halusinasi Suara dan Penglihatan

Namun, tidak semua minyak mempunyai manfaat yang baik untuk kesehatan. Kuncinya adalah mengetahui jenis minyak yang tepat untuk dipakai. Dengan memilih jenis minyak sehat, itu sudah termasuk bagian dari diet sehat dan tentunya, pikirkan juga untuk mengurangi makanan olahan, karbohidrat, dan gula selama diet.

Jenis-Jenis Minyak Sehat

“Minyak yang paling sehat adalah minyak cair dan nabati dan salah satu yang terlintas dalam pikiran saya adalah minyak zaitun,” kata Willet. “Minyak zaitun mampu membantu menurunkan kolesterol darah dan sebagai sumber antioksidan.”

Minyak zaitun termasuk minyak sehat (pexels: Pixabay)

Minyak zaitun termasuk minyak sehat (pexels: Pixabay)

Willet juga menambahkan, tingkat minyak nabati terbaik berikutnya adalah minyak jagung, kanola, bunga matahari, safflower, dan kedelai. Di sisi yang tidak sehat, ada minyak babi, ayam, bebek, mentega, minyak sawit, dan minyak kelapa. Bisa dibilang tidak sehat, karena jenis minyak seperti ini bisa menjadi semi-padat dan memiliki tingkat lemak jenuh tinggi. Mengonsumsi lemak tidak sehat bisa meningkatkan kolesterol LDL (jenis yang buruk), dan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular serta diabetes.

Baca juga:  Proyeksi Keuntungan Jualan Bisnis Sosis Bakar Dengan Omzet Fantastis

Tantangan tidak mengonsumsi minyak tidak sehat sangat besar, selain karena harganya lebih murah dibandingkan minyak sehat, tetapi juga karena budaya. Banyak orang yang makan lemak hewani dalam bentuk padat untuk memasak aneka makanan khas daerah, karena resep yang sudah turun-temurun.

Tips Mengonsumsi Minyak

Sementara lemak jenuh tidak memberikan manfaat untuk kesehatan, Anda juga tidak harus menghindari sepenuhnya. Minimalkan penggunaan minyak tidak sehat hingga 5% dari diet Anda, maka kesehatan Anda akan terjaga. Misalnya, Anda bisa mengonsumsi 2.000 kalori sehari, tetapi 100 kalorinya sudah berasal dari minyak tidak sehat.

Akan mudah untuk mengatur jumlah pemakaian minyak tidak sehat jika Anda memasak makanan Anda sendiri, tetapi tidak jika Anda sering membeli di restoran. Kita bahkan cenderung tidak tahu bahan apa saja yang dimasukkan ke hidangan restoran. Dalam membuat hidangan, kebanyakan restoran menggunakan minyak sebagai penyedap rasa sekaligus bahan untuk menggoreng.

Baca juga:  Review Shampo Selsun untuk Mengatasi Ketombe & Masalah Rambut Lainnya

“Secara umum, menggoreng makanan memang cukup mengkhawatirkan untuk kesehatan, tetapi bukan berarti itu selalu tidak sehat,” kata Bhupathiraju. “Ini lebih tentang apa yang digoreng. Keju dan makanan yang mengandung lemak jenuh, bukan pilihan baik untuk digoreng, tetapi zucchini bisa menjadi hidangan lezat yang menyehatkan setelah digoreng.”

Selain itu, ada hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan minyak goreng tidak sehat, supaya tidak lebih berisiko pada kesehatan, yakni pemakaian berulang. Setiap minyak goreng yang dipasarkan, apalagi minyak kelapa sawit memiliki tingkat kejernihan masing-masing. Minyak yang baik memiliki tingkat kejernihan tinggi.

Jika Anda mendapati minyak goreng dengan tingkat kejernihan buruk, sebaiknya tidak menggunakannya secara berulang. Salah satu ciri minyak paling tidak sehat adalah cepat berubah warna dan keruh. Ini biasanya terjadi pada minyak dengan tingkat kejernihan buruk. Menggunakan minyak jelanta yang sudah menghitam, dikaitkan dengan risiko peningkatan kanker.

[1] Noriko, Nita, dkk. 2012. Analisis Penggunaan dan Syarat Mutu Minyak Goreng pada Penjaja Makanan di Food Court UAI. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi, Vol. 1(3): 147-154.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: