Minyak Canola vs Minyak Jagung, Mana yang Lebih Sehat?

Minyak yang terbuat dari bahan nabati - www.bicycling.comMinyak yang terbuat dari bahan nabati - www.bicycling.com

Minyak sayur atau minyak yang terbuat dari bahan nabati mulai banyak dilirik oleh masyarakat Indonesia untuk memasak sehari-hari karena dinilai lebih sehat jika digunakan secara wajar. Setidaknya ada beberapa jenis minyak nabati yang umum digunakan di Indonesia, mulai dari olive oil (minyak zaitun), minyak bunga matahari, minyak canola, hingga minyak jagung (corn oil). Namun kali ini, kita akan membandingkan lebih lanjut mengenai minyak canola vs minyak jagung.

Tentang Minyak Canola

Minyak canola asal-usulnya: Canola, juga disebut Rapeseed, pada tahun 70-an dibuat dari biji mustard – yang telah digunakan selama lebih dari tiga ribu tahun. Istilah “canola” merupakan ciptaan pemerintah Kanada untuk “Canada Oil”.

Daya penyembuhnya: minyak canola memiliki tingkat lemak jenuh penyumbat pembuluh darah terendah dan kaya akan lemak tak jenuh tunggal, bahan baik yang menjaga tingkat kolesterol darah Anda. Sebagaimana minyak zaitun, sesendok makannya mengandung 120 kalori; minyak canola mengandung lemak total sebanyak 14 gram. Walau demikian, minyak canola lebih rendah tingkat lemak jenuhnya: minyak ini mengandung 1 gram, sementara minyak zaitun mengandung 2 gram.

Penggunaan terbaik: minyak canola sangat baik digunakan memasak, seperti untuk menumis (stir-fry atau sauté). Harganya tidak semahal minyak zaitun extra virgin. Minyak tak jenuh tunggal seperti canola merupakan minyak serbaguna yang baik karena dapat dipanaskan dengan suhu lebih tinggi daripada minyak tak jenuh ganda seperti minyak safflower, bunga matahari, ataupun kedelai.[1]

Baca juga:  Apa Saja Manfaat Singkong untuk Ibu Menyusui?

Selain itu, minyak kanola disebut-sebut paling tinggi kandungan omega-3 dibandingkan minyak lainnya. Minyak kanola kabarnya mengandung omega-3 45 kali lebih tinggi dibanding minyak sawit pada umumnya. Omega-3 sendiri kerap dikaitkan dengan sifat kardioprotektif atau melindungi jantung.

Minyak Canola - id.carousell.com

Minyak Canola – id.carousell.com

Tentang Minyak Jagung

Minyak jagung dapat diperoleh dengan cara pengepresan lembaga atau ekstraksi dengan pelarut minyak. Secara umum, minyak jagung merupakan bagian paling mahal dari jagung. Minyak jagung mengandung beberapa jenis asam lemak esensial, antara lain asam lemak linolenat (59%), asam linoleat (0,8%), dan asam oleat (27%). Adanya kandungan asam lemak esensial pada jagung dapat dimanfaatkan untuk pencegahan penyakit arteriosclerosis, yaitu semacam penyakit penyempitan pembuluh darah. Minyak dalam jagung juga tergolong dalam jenis lemak tidak jenuh yang diduga berguna untuk menurunkan kolesterol darah.[2]

Minyak jagung cukup enak untuk digunakan dalam membuat salad maupun untuk menggoreng. Minyak jagung mudah dicerna. Selain itu, minyak jagung juga menyediakan energi dan asam lemak esensial (EFA). Asam linoleat merupakan asam lemak esensial yang diperlukan untuk integritas kulit, membran sel, sistem kekebalan, dan untuk sintesis icosanoid. Icosanoid penting untuk fungsi-fungsi reproduksi, kardiovaskuler, ginjal, pencernaan, dan ketahanan terhadap penyakit. Minyak jagung juga efektif dalam menurunkan kadar kolesterol darah. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal dari minyak jagung, pilih minyak jagung dengan bahan baku jagung organik dan non-transgenik.[3]

Baca juga:  Dengan Modal Tipis, Bisnis Semut Jepang Dapat Langsung Dijalankan

Minyak Canola vs Minyak Jagung

Minyak jagung dan minyak kanola sangat mirip saat digunakan untuk memasak. Keduanya memiliki rasa netral, yang membuatnya serbaguna dalam memanggang dan menggoreng makanan. Mereka juga cair pada suhu kamar karena kandungan lemak jenuhnya yang rendah dan tidak mengandung karbohidrat atau kolesterol karena merupakan minyak nabati, demikian seperti dilansir Livestrong.

Saat mengevaluasi profil asam lemak dari kanola dan minyak jagung, minyak jagung keluar sebagai pemenang yang jelas karena sebagian besar terdiri dari lemak tak jenuh tunggal.Menurut American Heart Association, lemak tak jenuh tunggal dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Nutrisi ini juga telah terbukti mengurangi LDL (kolesterol jahat), yaitu zat yang dapat menyebabkan penyumbatan atau penyumbatan pembuluh darah. Mereka juga membantu mengembangkan dan memelihara sel-sel dalam tubuh.

Baca juga:  Resep Membuat Cemilan Sumpia Pisang yang Enak & Gurih
Minyak Jagung - id.wikipedia.org

Minyak Jagung – id.wikipedia.org

Minyak canola juga memiliki jumlah asam lemak omega-3 yang lebih tinggi dibandingkan dengan minyak jagung. MedlinePlus mencatat bahwa asam lemak omega 3 dapat menurunkan peradangan dan meningkatkan kesehatan jantung dengan mengurangi tekanan darah dan penumpukan plak di arteri.

Saat membandingkan minyak kanola dan jagung, minyak kanola jelas unggul dalam hal nutrisi. Minyak ini tinggi lemak tak jenuh tunggal yang sehat untuk jantung dan asam lemak omega-3, memiliki suhu asap tinggi dan memberikan rasa netral yang sempurna untuk memasak. Minyak canola memang sebagian besar berasal dari tanaman yang dimodifikasi secara genetik, tetapi Anda juga dapat menemukan merek yang berasal dari sumber non-GMO.

[1]Orey, C. 2008. Khasiat Minyak Zaitun (hlm 91-92). Herlina S, editor. Jakarta: Penerbit Hikmah.

[2]Gardjito, M dkk. 2013. Pangan Nusantara: Karakteristik dan Prospek untuk Percepatan Diversifikasi Pangan Edisi Pertama (hlm 137-138). Jakarta: Kencana.

[3]Subroto, MA. 2008. Real Food True Health (hlm 101). Rokhim A, editor. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: