Minyak Canola untuk Bayi, Benarkah Bermanfaat?

Ilustrasi: minyak canola (sumber: nutritiouslife.com)Ilustrasi: minyak canola (sumber: nutritiouslife.com)

Bayi yang sudah mulai menginjak usia 6 bulan atau sudah waktunya diperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) tentunya perlu mengonsumsi berbagai makanan yang bergizi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Selain extra virgin olive oil (EVOO), beberapa ibu kerap memanfaatkan jenis minyak lain seperti minyak canola. Lantas, apakah manfaat dari minyak canola untuk bayi?

Minyak canola asal-usulnya: Canola, juga disebut Rapeseed, pada tahun 70-an dibuat dari biji mustard – yang telah digunakan selama lebih dari tiga ribu tahun. Istilah “canola” merupakan ciptaan pemerintah Kanada untuk “Canada Oil”.

Daya penyembuhnya: minyak canola memiliki tingkat lemak jenuh penyumbat pembuluh darah terendah dan kaya akan lemak tak jenuh tunggal, bahan baik yang menjaga tingkat kolesterol darah Anda. Sebagaimana minyak zaitun, sesendok makannya mengandung 120 kalori; minyak canola mengandung lemak total sebanyak 14 gram. Walau demikian, minyak canola lebih rendah tingkat lemak jenuhnya: minyak ini mengandung 1 gram, sementara minyak zaitun mengandung 2 gram.

Penggunaan terbaik: minyak canola sangat baik digunakan memasak, seperti untuk menumis (stir-fry atau sauté). Harganya tidak semahal minyak zaitun extra virgin. Minyak tak jenuh tunggal seperti canola merupakan minyak serbaguna yang baik karena dapat dipanaskan dengan suhu lebih tinggi daripada minyak tak jenuh ganda seperti minyak safflower, bunga matahari, ataupun kedelai.[1]

Baca juga:  Anda Wajib Tahu! Ini Sederet Manfaat Makan Selada Air untuk Ibu Hamil

Selain itu, minyak kanola disebut-sebut paling tinggi kandungan omega-3 dibandingkan minyak lainnya. Minyak kanola kabarnya mengandung omega-3 45 kali lebih tinggi dibanding minyak sawit pada umumnya. Omega-3 sendiri kerap dikaitkan dengan sifat kardioprotektif atau melindungi jantung.

Minyak kanola rendah lemak jenuhnya dan mengandung lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang sehat. Secara khusus, itu terdiri dari sekitar 5 persen lemak jenuh, 65 persen lemak tak jenuh tunggal dan 21 persen lemak tak jenuh ganda. Saat melihat lemak tak jenuh ganda, minyak canola menyediakan 21 persen asam lemak omega-6 dalam bentuk asam linoleat dan 11 persen asam lemak omega-3 dalam bentuk asam alfa-linolenat, demikian seperti dilansir dari Livestrong.

Ilustrasi: minyak canola (sumber: medicalnewstoday.com)

Ilustrasi: minyak canola (sumber: medicalnewstoday.com)

MedlinePlus mencatat bahwa asam lemak omega 3 dapat menurunkan peradangan dan meningkatkan kesehatan jantung dengan mengurangi tekanan darah dan penumpukan plak di arteri.Minyak goreng ini juga menyediakan 8 persen dari nilai harian vitamin K per sendok makan. Selain itu, minyak kanola menawarkan 16 persen dari nilai harian untuk alfa-tokoferol. Ini adalah bentuk vitamin E dengan sifat antioksidan.

Baca juga:  Manfaat dan Kandungan Susu Lactogen 1, 2, dan 3

Minyak Canola untuk Bayi

Menurut James I. Cleeman, M.D., koordinator Program Pendidikan National Heart, Lung, and Blood Institute di Bethesda, MD, omega 3 yang terkandung dalam minyak canola dapat meningkatkan perkembangan otak pada anak-anak dan mencegah beberapa jenis depresi. Plus, satu sendok makan minyak canola memenuhi 45% kebutuhan vitamin E harian anak usia 4 hingga 8 tahun. Namun ingat, minyak canola sebaiknya tidak dipanaskan dalam suhu yang terlalu tinggi.

“Untuk mengetahui berapa gram lemak yang dibutuhkan anak 2 tahun atau lebih setiap hari, bagi jumlah kalori yang dia makan (untuk anak usia 4 tahun, 1.500) dengan 3 (500) dan bagi dengan 9 (56 gram),” demikian seperti dilansir Parents.

Seperti diketahui, lemak ternyata sangat dibutuhkan oleh anak dan bayi dalam makanannya. Untuk bayi misalnya, menurut dokter spesialis anak, dr. Meta Hanindita, komposisi MPASI (makanan pendamping ASI) untuk bayi harus mengandung sekitar 50-60% lemak seperti kandungan lemak dalam air susu ibu (ASI).

Baca juga:  Tonikum Bayer Untuk Ibu Hamil, Apakah Boleh?

“Lemak penting pada makanan bayi dan anak karena lemak memberikan asam lemak esensial, memfasilitasi penyerapan vitamin larut lemak, dan meningkatkan densitas energi makanan, juga kualitas sensorik. Tapi di sisi lain menurunkan densitas protein dan zat besi. Hal ini meningkatkan defisiensi mikronutrien kecuali diberikan fortifikasi. Artinya, pemberian lemak penting. Tapi protein hewani juga nggak kalah pentingnya,” ucapnya.

Ia menambahkan, lemak tambahan MPASI bisa didapatkan dari minyak (seperti minyak kedelai dan minyak kelapa, atau bahkan minyak canola) dan lemak (margarin, butter, ghee) adalah sumber energi. Setidaknya tambahkan 1 sendok ke MPASI untuk menambah energi dalam volume kecil.

[1] Orey, C. 2008. Khasiat Minyak Zaitun (hlm 91-92). Herlina S, editor. Jakarta: Penerbit Hikmah.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: