Manfaat & Dampak Negatif Minyak Bunga Matahari untuk Menggoreng

Menggoreng Makanan dengan Minyak Bunga MatahariMenggoreng Makanan dengan Minyak Bunga Matahari

Jenis minyak yang dapat digunakan memasak, baik untuk menumis atau menggoreng memang ada banyak. Mulai dari minyak sawit, minyak kelapa, minyak canola, minyak jagung, olive oil (minyak zaitun), hingga minyak bunga matahari. Masing-masing jenis minyak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dibanding minyak goreng biasa, minyak dari bunga matahari (sunflower oil) kabarnya lebih sehat karena mengandung lemak tak jenuh.

Bunga matahari (Helianthus annuus L.) adalah tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran (Asteraceae) yang populer, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. Penggunaannya sebagai sumber minyak mulai dirintis pada abad ke-19.

Pemanfaatan bunga matahari terutama adalah sebagai sumber minyak, baik pangan maupun industri. Sebagai bahan pangan, minyak bunga matahari cocok dipakai untuk menggoreng, mengentalkan, serta campuran salad. Minyak bunga matahari kaya akan asam linoleat, suatu asam lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan manusia. Kepentingan teknik menginginkan minyak dengan kadar asam oleat yang lebih tinggi dan terdapat pula kultivar bunga matahari yang menghasilkan minyak dengan kualitas demikian (mengandung 80% hingga 90% asam oleat, sementara kultivar untuk pangan memiliki hanya 25% asam oleat).

Baca juga:  Inilah Kreasi Hiasan Dinding Rumput Sintetis dan Dekorasi Lainnya

Selain minyak bunga matahari, minyak biji bunga matahari juga tidak kalah bermanfaat. Selama ini biji bunga matahari telah dikenal sebagai obat untuk mengatasi kolesterol tinggi karena mengandung lesitin, pelembap kulit, mengurangi tanda penuaan dini karena mengandung vitamin E, melembutkan rambut dan mengurangi penipisan rambut.[1]

Manfaat Minyak Bunga Matahari

Herbal minyak bunga matahari bagus untuk mempercantik kulit. Bangsa Yunani dan Romawi Kuno sudah memanfaatkan minyak ini untuk perawatan kecantikan kulit atau rambut. Herbal minyak bunga matahari mengandung vitamin-vitamin dengan antioksidan tinggi yang mampu menghambat radikal bebas yang merusak sel kulit. Sedangkan vitamin E membantu mencegah penuaan dini. Bila rajin mengoleskan minyak bunga matahari, kulit akan selalu lembap dan tak mudah keriput.

Manfaat Minyak Bunga Matahari - en.wikipedia.org

Manfaat Minyak Bunga Matahari – en.wikipedia.org

Herbal minyak bunga matahari banyak dimanfaatkan untuk melembapkan kulit saat akan melakukan pijat perawatan kulit. Minyak ini juga berkhasiat bagi Anda yang memiliki problem jerawat atau iritasi kulit lainnya. Herbal minyak bunga matahari juga bisa mencegah terjadinya infeksi. Menurut studi klinis, para pasien yang diberi olesan minyak bunga matahari secara rutin setiap hari bisa mencegah tingkat infeksi hingga 41%.[2]

Baca juga:  Bisnis Alat Tulis Kantor (ATK), Bisnis Potensial Dengan BEP Yang Cepat

Minyak Bunga Matahari untuk Menggoreng

Minyak bunga matahari alias sunflower oil kabarnya mempunyai titik asap yang tinggi dan cita rasa yang ringan, sehingga minyak satu ini cukup populer digunakan untuk menggoreng dan juga termasuk jenis minyak yang baik digunakan untuk memanggang roti. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, minyak bunga matahari terbuat dari biji bunga matahari, mengandung vitamin E yang tinggi, serta rendah lemak jenuh.

Minyak bunga matahari disebut baik untuk menggoreng, margarin, dressing salad, dan memanggang roti. Sayangnya, minyak bunga matahari kurang cocok dipakai untuk memasak dengan panas yang rendah. Di pasaran Indonesia harga minyak bunga matahari 1 liter berkisar mulai Rp37.500 dan yang 5 liter harganya berkisar mulai Rp171 ribu hingga lebih dari Rp200 ribu.

Menggoreng Makanan dengan Minyak Bunga Matahari

Menggoreng Makanan dengan Minyak Bunga Matahari

Efek Negatif Minyak Bunga Matahari

Dilansir dari Tribunnews, walau ada beberapa bukti yang menunjukkan minyak bunga matahari menawarkan sejumlah manfaat kesehatan, tetap saja ada kekhawatiran terkait efek samping atau dampak negatifnya terhadap kesehatan. Pasalnya, minyak bunga matahari mengandung omega-6 yang tinggi.

Baca juga:  Inspirasi Bisnis Rumahan dengan Investasi Modal Mulai dari Rp 0

Muncul kekhawatiran jika mengonsumsi terlalu banyak omega-6 bisa menyebabkan peradangan pada tubuh dan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan asam linoleat diubah menjadi asam arakidonat, yang dapat menghasilkan senyawa inflamasi.

Aspek negatif lain dari minyak bunga matahari adalah pelepasan senyawa yang berpotensi toksik setelah dipanaskan hingga suhu 82 derajat celsius secara berulang-ulang. Minyak bunga matahari sering digunakan untuk memasak panas tinggi, karena mempunyai titik panas tinggi. Tetapi, penelitian menunjukkan bahwa titik panas tinggi tidak sesuai dengan stabilitas minyak di bawah panas.

Studi menemukan bahwa minyak bunga matahari melepaskan aldehida dalam jumlah tertinggi ke dalam asap dibanding minyak nabati lainnya dalam tiga jenis teknik penggorengan. Aldehida sendiri merupakan senyawa toksik yang dapat merusak DNA dan sel, sehingga berkontribusi pada penyakit jantung dan Alzheimer. Semakin lama minyak bunga matahari terpapar panas, semakin banyak aldehida yang dipancarkannya.

Efek Negatif Minyak Bunga Matahari - fitoru.com

Efek Negatif Minyak Bunga Matahari – fitoru.com

[1] Kurniasih, E. 2020. Merancang Energi Masa Depan dengan Biodiesel (hlm 45-46). Yogyakarta: Andi.

[2] Fattah, MHA. 2016. Mukjizat Herbal Dalam Al Quran Volume 2 (hlm 53-54). Jakarta: Mirqat.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: