Bolehkah Minum Obat Penambah Darah Sangobion Saat Haid? Apa Efeknya?

Ilustrasi: cairan haid menempel di ranjang (sumber: bbc.co.uk)Ilustrasi: cairan haid menempel di ranjang (sumber: bbc.co.uk)

Setiap perempuan yang telah memasuki usia matang secara reproduksi biasanya akan mengalami menstruasi. Menstruasi atau yang kerap disebut haid atau datang bulan adalah proses keluarnya darah dari vagina terjadi akibat siklus bulanan alami dalam tubuh wanita. Siklus menstruasi pada setiap wanita bisa berbeda-beda, namun rata-rata berlangsung sekitar 28 hari, meski ada juga terjadi setiap 21 hari sampai 30 hari.

Dilansir dari Wikipedia, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari paling lama 15 hari. Jika darah keluar lebih dari 15 hari maka itu termasuk darah penyakit. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10 ml hingga 80 ml per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35 ml per harinya.

Proses luruhnya darah dalam selama menstruasi membuat wanita membutuhkan zat besi lebih banyak dari pria. Menurut Sinaga dkk. (2017), wanita memerlukan lebih banyak zat besi daripada pria, karena harus menggantikan jumlah zat besi yang hilang selama periode menstruasi. Sekitar 1 mg besi yang hilang setiap hari ketika proses mengeluarkan darah.

Masih menurut sumber yang sama, kekurangan zat besi sangat sering terjadi pada wanita. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia (kekurangan butir darah merah), yang ditandai dengan kelelahan dan sesak napas. Kebutuhan zat besi tergantung dari umur dan jenis kelamin, kebutuhannya sekitar 1-2,8 mg per hari. Jumat zat besi pada asupan makanan sehari-hari berkisar antara 5-28 mg per hari.

Adapun sumber zat besi terbaik berasal dari daging merah, karena tingkat penyerapan besinya antara 20-30%, sedangkan dari hati hanya 6,3% dan dari ikan hanya 5,9%. Selain mendapatkan asupan zat besi harian dari makanan, beberapa orang biasanya juga menambah asupan zat besi dengan mengonsumsi obat penambah darah seperti Sangobion. Lantas, bolehkan wanita yang sedang haid mengonsumsi Sangobion? Berikut penjelasan lengkapnya.

Bolehkah Minum Sangobion Saat Haid?

Ilustrasi: wanita mengonsumsi kapsul penambah darah (sumber: styl.pl)

Ilustrasi: wanita mengonsumsi kapsul penambah darah (sumber: styl.pl)

Dr. Jati Satriyo dari Alodokter menjelaskan, Sangobion merupakan sebuah multivitamin yang mengandung zat besi dan beberapa komponen vitamin serta mineral lainnya, yang ditujukan untuk mencegah dan mengatasi anemia akibat kekurangan zat besi. Dosis obat ini yang dianjurkan adalah 1 kali sehari untuk pencegahan dan 3 kali sehari untuk terapi anemia.

Lebih lanjut dr. Jati menjelaskan, menstruasi sendiri adalah proses meluruhnya dinding rahim yang keluar melalui vagina berupa darah, di mana jumlah darah yang keluar selama menstruasi berjumlah 40 ml. “Oleh karena menstruasi berarti pengeluaran darah, Anda boleh saja mengonsumsi tablet tambah darah atau Sangobion jika Anda menghendakinya sesuai dengan aturan pakai yang tertera di kemasan,” kata dr. Jati.

Sangobion sendiri tersedia dalam berbagai varian. Adapun untuk varian Sangobion capsule biasa dibanderol dengan harga sekitar Rp15.081 per strip isi 10 kapsul di Apotek K24. Selain Sangobion kapsul, ada juga Sangobion Femine Menstrupain yang memang dikhususkan para wanita yang sedang haid. Sangobion Femine Menstrupain sendiri merupakan jamu dalam bentuk kapsul yang diklaim dapat membantu meredakan nyeri haid sekaligus melancarkan haid.

Produk yang diformulasikan dari bahan herbal alami ini kabarnya juga relatif aman dikonsumsi secara rutin untuk mengurangi nyeri haid. Berbeda dari Sangobion Cap biasa, Sangobion Femine diklaim mengandung 552 mcg metafolin. Metafolin kabarnya memiliki bioavailabilitas yang tinggi, sehingga dapat langsung diserap tubuh untuk mempercepat proses pembentukan sel darah merah. Harga Sangobion Femine Menstrupain pun relatif murah, hanya sekitar Rp12.401 per strip.

Satu kapsul Sangobion Femine Menstrupain diklaim mengandung sejumlah komponen nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh selama periode menstruasi, antara lain 552 mcg Metafolin, 250 mg Ferrous Gluconate, 0,2 mg Manganese Sulfate, 0,2 mg Copper Sulfate, 7,5 mcg vitamin B12, dan 50 mg vitamin C yang memiliki peran penting dalam membantu penyerapan zat besi oleh tubuh.

Meskipun relatif tak memiliki efek samping yang negatif untuk tubuh, sebaiknya konsumsi segala bentuk suplemen saat haid dilakukan sesuai aturan minum yang tertera pada kemasan. Apabila mengalami nyeri haid atau efek samping yang di luar normal, segera berkonsultasi dengan dokter.

Referensi:

Baca juga:  Muncul Bercak Darah Pasca Menopause? Segera Periksa ke Dokter!

Sinaga, Ernawati, dkk. 2017. Manajemen Kesehatan Menstruasi. Jakarta: Universitas Nasional.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: