Minum Folavit Saat Haid, Apakah Aman?

Ilustrasi: wanita haid (sumber: firstpost.com)Ilustrasi: wanita haid (sumber: firstpost.com)

Folavit merupakan suplemen yang sering direkomendasikan untuk wanita hamil dan menyusui. Karena tergolong suplemen, produk tersebut bisa didapatkan di apotek dengan mudah menggunakan atau tanpa resep dokter. Meskipun begitu, masih banyak orang yang bertanya apakah minum Folavit saat haid berbahaya atau tidak?

Manfaat Folavit

Folavit sendiri merupakan suplemen yang mengandung asam folat tinggi. Asam folat yang dikenal sebagai vitamin B9 ini merupakan asam pteroylglutamic, bagian dari pteridine yang terhubung melalui asam p-aminobenzoat ke L-glutamat. Secara alami, vitamin tersebut banyak dijumpai pada tanaman dan sel darah manusia sebagai poliglutamat yang biasanya mengandung 3-7 residu asam glutamate dan dihubungkan oleh gamma peptida obligasi.[1]

Asam folat sebagai salah satu jenis vitamin B, merupakan golongan vitamin yang bisa larut dalam air dan diekskresikan melalui urine, sehingga aman dikonsumsi. Asam folat yang dikemas dalam bentuk kapsul atau tablet seperti Folavit, memiliki peranan penting bagi ibu hamil.

Wanita yang sedang mengandung sangat membutuhkan vitamin B9 di masa awal kehamilan untuk mencegah defek tabung saraf serta berbagai abnormalitas kongenital yang terkait dengan asam folat, di antaranya defek jantung, anomali saluran kencing, cleft oral facial, dan defek anggota gerak.

Baca juga:  Ingin Hemat, Apakah Beauty Hack Memotong Kemasan Kosmetik Cukup Efektif dan Efisien?
Folavit strip (sumber: carousell.com)

Folavit strip (sumber: carousell.com)

Zat ini juga baik dikonsumsi oleh ibu menyusui untuk meningkatkan kualitas ASI. Bagi wanita setelah bersalin yang memiliki produksi ASI yang kurang, mereka bisa mengatasinya dengan mengonsumsi asam folat secara rutin. Asam folat akan membantu laktasi menjadi lebih lancar dan banyak.

Selain itu, pemberian asam folat secara rutin juga disarankan untuk wanita berusia produktif (12-45 tahun) atau bagi mereka yang menjalani promil. Ini karena asam folat akan membantu mempercepat program kehamilan, menjaga kesehatan tubuh, serta mengatasi gangguan kekurangan asam folat.

Meskipun asam folat boleh dikonsumsi oleh wanita usia produktif, apakah produk seperti Folavit bisa dikonsumsi saat haid?

Dosis Folavit untuk Wanita Normal

Dilansir dari Alodokter, sesuai dengan AKG (Angka Kecukupan Gizi), kebutuhan asam folat per hari dari sumber makanan pada wanita dewasa normal berusia 19 tahun atau lebih adalah 400 mcg. Kebutuhan ini akan meningkat jika Anda sedang hamil, dengan kisaran hingga 600 mcg dan pada wanita menyusui dengan kisaran hingga 500 mcg. Untuk memenuhi kebutuhan asam folat dari bahan makanan, Anda bisa mengonsumsi oatmeal, sereal, kacang, bayam, roti, brokoli, kubis, buncis, dan hati ayam.

Baca juga:  Mengapa Komedo dan Jerawat Selalu Muncul di Tempat yang Sama?

Sementara itu, kebutuhan asam folat harian yang bersumber dari suplemen seperti Folavit pada wanita normal berusia 19 tahun atau lebih adalah 200 mcg, sedangkan pada wanita hamil akan meningkat menjadi 300 mcg dan pada wanita menyusui menjadi 250 mcg. Batas maksimal dosis asam folat yang didapatkan dari suplemen pada pada wanita dewasa yang normal, menyusui, dan hamil di usia 19 tahun atau lebih, yakni 1.000 mcg per hari.

Ilustrasi: tablet obat (sumber: medicalnewstoday.com)

Ilustrasi: tablet obat (sumber: medicalnewstoday.com)

Dari dosis di atas, mungkin Anda akan khawatir saat mengetahui kondisi Anda yang sedang menstruasi atau tidak sedang hamil dan sudah terlanjur mengonsumsi Folavit. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan dosis asam folat yang tertera pada kemasan Folavit. Jika Anda mengonsumsi Folavit dengan komposisi asam folat 400 mcg, Anda tidak perlu khawatir. Hal ini karena jumlah vitamin B9 yang Anda konsumsi tidak melebihi dosis maksimal kebutuhan asam folat harian Anda.

Bisa dibilang, jika Anda terlanjur mengonsumsi Folavit dalam kondisi tidak hamil, ini masih terbilang aman untuk kesehatan Anda. Ini karena Anda tidak mengonsumsi asam folat atau vitamin B9 dengan dosis di atas 1.000 mcg setiap harinya. Meskipun terbilang aman, Anda juga perlu memperhatikan efek samping yang mungkin terjadi.

Baca juga:  Apa Itu Panic Attack & Bagaimana Cara Penyembuhannya?

Secara umum, gejala efek samping yang bisa muncul akibat vitamin B9, antara lain mual, muka merah, perut kembung, mulut pahit, dan susah tidur. Selain itu, hindari penggunaan Folavit jika Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu atau sedang menjalani terapi. Asam folat tidak cocok dengan pasien yang mengonsumsi obat anti-kejang atau epilepsi dan obat kanker.

Untuk menghindari gejala efek samping di atas, sebaiknya Anda mengonsumsi Folavit jika sedang menjalani promil atau membutuhkannya. Selain itu, bagi Anda yang menjalani program hamil, selalu rutin untuk melakukan pengecekan kehamilan. Anda bisa pergi ke dokter kandungan atau menggunakan testpack. Dengan mengetahui kondisi Anda, Anda tidak akan salah ketika hendak mengonsumsi Folavit.

[1] Febryanna, Margaretha Claudhya. 2018. Peran Asam Folat dalam Kehamilan (Tesis). Departemen/Smf Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga RSUD Dr. Sutomo Surabaya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: