Migrain Tak Kunjung Reda? Yuk, Coba Lakukan Praktik Mindfulness!

Ilustrasi: sakit kepala migrain (sumber: honestdocs.id)Ilustrasi: sakit kepala migrain (sumber: honestdocs.id)

Apakah Anda pernah mengalami sakit kepala tak tertahankan selama berjam-jam? Bisa jadi itu adalah gejala migrain. Sementara banyak obat dokter dengan harga mahal yang bisa membuat migrain cepat reda, ada juga cara yang lebih ekonomis, yakni praktik mindfulness.

Gejala Migrain

Migrain merupakan nyeri kepala primer dengan gejala sakit di bagian unilateral, gangguan visual, mual, dan muntah. Rasa nyeri di kepala yang diakibatkan migrain bisa berlangsung selama 4-72 jam jika tidak segera ditangani. [1] Umumnya, migrain sering menyerang kelompok usia 18 tahun hingga 44 tahun.

Sudah banyak pengobatan untuk migrain yang menyebabkan efek samping tertentu dan sulit ditoleransi, membuat beberapa pasien tidak ingin minum obat atau menghentikan pengobatan. Namun, dilansir dari Harvard Health Publishing, sebuah studi menunjukkan, hingga 20% pasien migrain menggunakan opioid untuk mengobati nyeri yang muncul dalam satu tahun terakhir.

Penelitian juga menemukan, menggabungkan praktik mindfulness dan obat akan bekerja lebih baik untuk mencegah sakit kepala daripada obat saja. Latihan mindfulness juga telah dikaitkan dengan perbaikan pikiran dan tingkat fokus.

Bagaimana Teknik Mindfulness Meredakan Migrain?

Mindfulness telah dikaitkan dengan cara menyembuhkan migrain yang efektif terkait penyebab penyakit. Salah satu penyebab gejala migrain yang paling utama adalah stres. Selain itu, stres bisa memperburuk gejala migrain.

Baca juga:  Ciri-Ciri & Cara Menghilangkan Jerawat Batu dengan Cepat

Praktik mindfulness yang membutuhkan perhatian penuh pada diri sendiri dapat mengurangi stres, respons emosional terhadap stres, dan meningkatkan kebahagiaan. Pada pasien migrain, keparahan nyeri dan gejalanya dapat dikurangi dengan perawatan seperti ini.

Selain itu, mindfulness berpotensi memperkuat kontrol emosi dan kognitif dalam menghadapi rasa sakit. Ini sangat baik untuk melatih pengidap migrain dalam menilai rasa sakit yang mereka alami. Praktik mindfulness juga diklaim mampu mengendalikan depresi, kecemasan, dan perasaan negatif yang berperan pada migrain kronis.

Manfaat Teknik Mindfulness untuk Penderita Migrain

Praktik mindfulness dengan meditasi (sumber: verv.com)

Praktik mindfulness dengan meditasi (sumber: verv.com)

Di sisi lain, sebuah penelitian yang diterbitkan di JAMA (Journal of the American Medical Association), membuktikan pengurangan stres berbasis mindfulness dapat memberikan manfaat bagi orang yang migrain. Studi ini secara acak menugaskan setengah dari peserta yang migrain untuk melakukan praktik mindfulness dan setengah lainnya hanya menerima perawatan sakit kepala biasa.

Perawatan pengurangan stres berbasis mindfulness, mencakup meditasi duduk dan berjalan, teknik pemindaian tubuh (perhatian berurutan ke bagian tubuh), teknik gerakan sadar menggunakan hatha yoga, dan teknik membawa perhatian kembali ke ritme alami pernapasan. Itu dilakukan selama delapan minggu dengan durasi dua jam. Selain itu, peserta penelitian diajarkan cara membangun kapasitas mereka untuk mengatasi persepsi fisik dan mental dari rasa sakit mereka, dan mereka diberikan file audio untuk latihan di rumah.

Baca juga:  Anjuran Menghindari Memencet Jerawat Terutama Pada Area ‘The Danger Triangle of The Face’

Sementara itu, peserta yang melakukan perawatan sakit kepala biasa menerima pendidikan tentang proses biologis, psikologis, dan lingkungan terkait dengan migrain. Peserta juga diberitahu apa saja yang dapat memicu sakit kepala dan stres. Mereka bebas berdiskusi dengan para peneliti selama dua jam dan itu dilakukan selama delapan minggu.

Para peneliti menunjukkan bahwa pengobatan pengurangan stres berbasis mindfulness secara signifikan meningkatkan kualitas hidup, mengurangi durasi gejala migrain, meredakan stres, dan mencegah depresi dibandingkan pasien yang hanya menerima perawatan sakit kepala biasa.

Paling penting dari hasil penelitian adalah teknik mindfulness dapat mengurangi beban migrain. Dengan teknik mindfulness, para peserta telah mempelajari cara baru untuk memproses rasa sakit yang mungkin memiliki efek signifikan pada kesehatan jangka panjang.

Tak heran, jika banyak penyedia layanan kesehatan, termasuk spesialis sakit kepala, spesialis nyeri, ahli saraf, dan dokter umum memasukkan teknik mindfulness dalam perawatan mereka untuk mengobati pasien migrain. Ada juga beberapa pasien yang mulai melakukan praktik mindfulness sendiri di rumah. Lalu, bagaimana cara melakukannya?

Baca juga:  Bagaimana Cara Menjelaskan Virus Corona pada Anak?

Praktik Mindfulness di Rumah

  • Berbaring telentang atau dengan posisi yang senyaman mungkin.
  • Arahkan kesadaran Anda ke tubuh dan pernapasan.
  • Amati kaki, tangan, lengan, dan bagian tubuh Anda secara bergantian sambil mengatur pernapasan.
  • Tutup mata Anda dan tarik napas dalam-dalam, tahan, dan hembuskan secara perlahan.
  • Perhatikan sensasi yang Anda rasakan saat menarik dan menghembuskan napas.
  • Fokus pada pikiran Anda dan bayangkan satu titik, kemudian masuklah ke mode meditasi.

Supaya lebih mudah dan efisien, cobalah duduk di tempat yang nyaman dan tenang saat melakukan praktik mindfulness. Tak harus duduk atau terlentang, Anda bisa melakukan praktik mindfulness dengan berjalan santai di alam terbuka yang sepi.

[1] Aulia, Alfira. 2021. Pengaruh Stres terhadap Kejadian Migrain. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 10(1): 25-30.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: