Menyusui, Salah Satu Metode Ampuh untuk Mengontrol Kelahiran Alami

Ilustrasi: ibu menyusui (sumber: karitane.com.au)Ilustrasi: ibu menyusui (sumber: karitane.com.au)

ASI hanya bisa diproduksi wanita pada masa menyusui, yakni sesaat setelah melahirkan dan harus segera diberikan kepada bayi sampai bayi berusia enam bulan.[1] Selain memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan bayi, menyusui secara eksklusif dikenal sebagai metode alami yang ampuh untuk mengontrol kelahiran. Tentunya, ini cukup baik bagi para orang tua yang ingin menunda kelahiran berikutnya.

Menyusui adalah Alat Kontrasepsi Alami

Juga dikenal dengan nama metode amenore laktasi (MAL), menyusui untuk mengontrol jumlah kelahiran anak memiliki cara kerja seperti metode kontrasepsi, hanya saja lebih alami. Dilansir dari halodoc, peningkatan hormon prolaktin (hormon pembentukan ASI) usai persalinan menyebabkan penurunan hormon LH dan estrogen yang diperlukan untuk pemeliharaan siklus menstruasi, sehingga ovulasi (pematangan sel telur) tidak terjadi.

Nah, jika Anda ingin mencoba metode kontrasepsi alami setelah melahirkan ini, para ahli yang diwawancarai jurnalis Harvard Health publishing merekomendasikan Anda untuk menunggu 18 bulan atau lebih setelah bersalin. Ini lebih aman untuk ibu yang baru melahirkan dan bayinya.

MAL adalah pilihan pengendalian kelahiran alami yang menarik bagi banyak orang. Penelitian menunjukkan, itu bisa menjadi metode yang efektif selama bulan-bulan ketika seorang wanita sering menyusui dan bayi hanya menerima ASI sebagai makanan tanpa susu formula, makanan bayi, atau MPASI. Lalu, bagaimana aturan yang tepat dalam melakukan MAL?

Baca juga:  Apa Sih Manfaat Baby Oil untuk Ketiak?

Aturan Menyusui untuk Kontrasepsi

  • Bayi berusia 6 bulan dan hanya menyusui (tanpa susu formula atau makanan).
  • Ibu menyusui setidaknya setiap empat jam di siang hari dan setiap enam jam di malam hari.
  • Ibu tidak sedang mengalami menstruasi (amenore).

Studi menunjukkan bahwa bila melakukan metode dengan benar seperti yang dijelaskan di atas, MAL bisa sama efektifnya dengan metode kontrasepsi hormonal seperti pil KB. Ini 98% efektif dalam enam bulan pertama setelah bayi lahir. Bisa dipastikan, hanya dua dari 100 orang yang akan hamil saat menggunakan metode ini jika pedomannya diikuti dengan benar. Jika tidak, kehamilan jauh lebih mungkin terjadi. Ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari menggunakan metode MAL, seperti berikut.

Ilustrasi: ibu menyusui (sumber: smababy.co.uk)

Ilustrasi: ibu menyusui (sumber: smababy.co.uk)

Keuntungan Metode Menyusui untuk Kontrasepsi

  • Bayi tumbuh sehat karena ASI eksklusif.
  • Aman dan tidak menimbulkan efek samping.
  • Mengontrol produksi ASI harian selama periode menyusui.
  • Tidak memerlukan prosedur medis.
  • Ekonomis
Baca juga:  Keunggulan dan Efek Samping Setelah Lepas IUD

Menyusui bayi secara teratur membantu mencegah ovulasi, yaitu pelepasan sel telur dari ovarium, sehingga sulit hamil. Meskipun ada sejumlah manfaat yang bisa Anda dapatkan, metode MAL juga memiliki kekurangan. Tidak semua ibu merasa diuntungkan dengan mencoba metode tersebut.

Kekurangan Metode Menyusui untuk Kontrasepsi

  • Anda harus mampu dan mau menyusui bayi Anda secara eksklusif. Memberi bayi Anda susu formula atau makanan lain dalam jumlah berapapun akan mengurangi efektivitas metode pengendalian kelahiran ini. Juga tidak jelas apakah memompa ASI memiliki efek yang sama seperti menyusui dalam mencegah ovulasi.
  • MAL hanya bersifat sementara. Dokter anak merekomendasikan agar setiap bayi belajar makan dengan mulai mengonsumsi MPASI (Makanan Pendamping ASI) pada usia 6 bulan. Ini akan membuat bayi tidur lebih lama di malam hari, sehingga Anda tidak bisa melakukan metode MAL dengan tepat.
  • Jika Anda menstruasi saat menggunakan metode MAL, kemungkinan Anda berovulasi lagi. Itu berarti, MAL yang Anda lakukan tidak efektif dan Anda berisiko hamil, kecuali jika Anda mulai beralih menggunakan alat kontrasepsi lainnya.
  • Metode MAL tidak melindungi bayi terhadap infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia dan HIV.
  • MAL bukan pilihan yang baik bagi siapa saja yang ingin menggunakan kombinasi ASI dan susu formula.
  • Tidak disarankan bagi wanita yang sedang melakukan terapi obat-obatan untuk menggunakan metode MAL. Dikhawatirkan, obat yang diminum ibu dapat mengganggu kesehatan bayi melalui ASI.
Baca juga:  Kebiasaan Buruk Ini Cenderung Pada Kekerasan Emosional Dalam Hubungan Cinta

Dengan mengetahui manfaat dan kekurangannya, Anda bisa menimbang apakah Anda cocok dengan metode MAL sebagai kontrasepsi atau tidak. Sebagai saran, jika Anda memutuskan untuk menggunakan MAL, bersiaplah untuk beralih ke metode pengendalian kelahiran yang berbeda pada saat bayi Anda mencapai 6 bulan. Itu juga berlaku bagi Anda yang memiliki produksi ASI kurang atau merasa kurang efektif dengan metode MAL.

[1] Romlah & Anjelina Puspita Sari. 2019. Faktor Risiko Ibu Menyusui dengan Produksi ASI di Puskesmas 23 Ilir Kota Palembang. (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang, Vol. 14(1):32-37.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: