Cara Menyembuhkan Stres dan Depresi Pasca Keguguran

Ilustrasi: stres/depresi akibat keguguran (sumber: morulaivf.co.id)Ilustrasi: stres/depresi akibat keguguran (sumber: morulaivf.co.id)

Abortus atau keguguran lebih sering dialami ibu hamil berusia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun, dengan penyebab rahim yang belum terlalu kuat untuk menjaga janin atau rahim yang melemah seiring berjalannya usia.[1] Bagi orang yang baru saja mengalami keguguran, tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga psikologis. Bahkan, tak sedikit wanita pasca keguguran yang stres dan depresi. Lalu, bagaimana cara menyembuhkan hal ini sendiri?

Kehilangan calon bayi yang sudah lama dinantikan adalah salah satu hal tersulit yang bisa dialami setiap pasangan. Belum ada orang bisa memahami perasaan tersebut, kecuali mengalaminya sendiri.

Dilansir dari HuffPost, diperkirakan 15% sampai 20% dari semua kehamilan berakhir keguguran. Hal ini dapat memunculkan perasaan bersalah, sedih, dan marah yang luar biasa. Keguguran juga dapat membuat seorang wanita sulit melakukan aktivitas harian dengan normal akibat lonjakan hormon, proses penyembuhan fisik, dan mental. Setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam mengatasi rasa berduka, tetapi ada beberapa hal umum yang cukup ampuh untuk menyembuhkan mental perempuan yang baru mengalami keguguran, seperti berikut.

Baca juga:  Hair Gloss, Treatment Rambut Berwarna Lebih Berkilau

Cara Ampuh Sembuhkan Mental Pasca Keguguran

Menulis Perasaan di Buku Diary

“Menulis kata-kata membantu saya pulih dari rasa bersalah dan stress akibat keguguran. Itu menyadarkan bahwa hal yang terjadi bukan sepenuhnya salah saya,” kata Amy Tangerine, penulis buku dan jurnal. “Memang kehilangan sesuatu yang sudah dinantikan tidak adil, tetapi alam tahu lebih banyak tentang apa yang kita butuhkan.”

Untuk itu, Tangerine menyarankan Anda menulis semua perasaan Anda setelah keguguran. Supaya lebih praktis, Anda bisa menulisnya dalam sebuah buku diary. Gunakan spidol dan pena hitam supaya Anda bisa mengeluarkan semua yang membuat Anda merasa kecewa dan resah pasca keguguran.

Curhat Kepada Orang yang Memahami Perasaan Anda

Curhat kepada orang terdekat adalah hal yang cukup baik untuk mengatasi depresi dan stres setelah keguguran. Namun, sebaiknya Anda memilih teman yang paham dengan apa yang Anda rasakan. Jika perlu, pilihlah wanita lain yang pernah mengalami hal yang sama dengan Anda.

Seseorang yang memahami perasaan Anda tidak hanya akan menjadi pendengar, tetapi juga pemberi solusi yang baik. Belajar dari pengalaman seseorang akan menyadarkan Anda bahwa Anda harus bangkit dan sembuh dari depresi serta stres pasca keguguran.

Ilustrasi: keguguran (sumber: morulaivf.co.id)

Ilustrasi: keguguran (sumber: morulaivf.co.id)

Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

“Orang terdekat Anda terkadang menjadi toxic ketika Anda terkena musibah,” kata Dr. Lora Shahine dari Pacific Northwest Fertility di Seattle. “Beberapa saudara, bahkan akan berkomentar dan memberikan saran yang cukup membuat Anda merasa lebih stres dan depresi.”

Baca juga:  Diet Sehat, Mulailah Makan Banyak Kacang dan Nasi

Shahine menyarankan Anda untuk membatasi bertemu dengan orang, termasuk kerabat setelah keguguran. Luangkan waktu untuk diri sendiri dan bersantailah. Hindari juga media sosial yang dipenuhi komentar menyakitkan. Sejenak, Anda perlu istirahat dan lakukan hal-hal yang Anda sukai untuk meningkatkan kesejahteraan kondisi mental Anda.

Jangan Memaksakan Ingin Cepat Sembuh

Setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda untuk menyembuhkan diri dari depresi dan stres pasca keguguran, ada yang bisa cepat sembuh dan ada juga yang membutuhkan waktu lama. Jika Anda adalah jenis orang yang tidak bisa menyembuhkan diri dengan cepat, jangan terlalu memaksakan diri Anda, karena bisa meningkatkan kadar stres dan depresi, sehingga lebih sulit untuk kembali normal.

“Penting untuk diingat bahwa bukan hanya kesehatan fisik Anda yang penting pasca keguguran, tetapi juga kesehatan mental. Umumnya, lebih lama untuk mengembalikan kesehatan mental daripada fisik bagi seorang wanita,” kata Matt Grammar, terapis di Kentucky Counseling Center. “Bersabar dengan diri sendiri selama masa pemulihan dapat membantu Anda kembali normal.”

Baca juga:  Manfaat dan Keunggulan L'Oréal Revitalift Night Cream

Berolahraga Ringan

Dilansir dari helosehat, jika dokter kandungan Anda tidak menyarankan bedrest pasca keguguran, lakukanlah olahraga ringan. Olahraga secara rutin tidak hanya meningkatkan kesehatan tubuh, tetapi juga mental.

Olahraga seperti jogging bisa membantu pikiran dan suasana hati menjadi lebih baik saat Anda sedang stres dan depresi. Ketika olahraga, tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang membuat Anda menjadi lebih bahagia.

[1] Mardiyanti, Ika. 2015. Kejadian Keguguran Ditinjau dari Umur Ibu di BPS Ita Ariani Wonoayu Sidoarjo. Jurnal Ilmiah Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Vol. 8(2): 213-220.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: