Menstruasi Sebabkan Migrain, Ini Cara Mengatasinya

Ilustrasi: migrain saat haid/PMS (pexels: Sora Shimazaki)Ilustrasi: migrain saat haid/PMS (pexels: Sora Shimazaki)

Migrain merupakan salah satu jenis nyeri kepala primer yang dapat berlangsung sekitar empat hingga 72 jam jika tidak diobati.[1] Ternyata, penderita penyakit ini tidak hanya datang dari golongan anak-anak dan pria, tetapi juga wanita. Kabarnya, perempuan lebih sering mengalami migrain, apalagi jika sedang menstruasi. Haid memang bisa menjadi pemicu migrain dan diperlukan pengobatan khusus.

Migrain Gejala PMS

Sebelum Anda datang bulan, biasanya Anda akan mengalami gejala PMS (Pra Menstruasi Sindrom) yang ditandai rasa tidak nyaman, perut kembung, lekas marah, mudah lelah, dan kram. Gejala ini akan menjadi lebih parah saat Anda mulai memasuki periode awal menstruasi.

Beberapa orang akan merasakan nyeri di bagian perut dan panggul saat hari pertama menstruasi. Selain itu, gejala anemia juga umum dirasakan oleh wanita yang sedang haid. Selanjutnya, diiringi rasa nyeri yang berlebihan di kepala dan biasanya berdenyut-denyut di satu titik, dan inilah yang disebut dengan migrain.

Jika Anda mengalami migrain saat menstruasi, Anda tidak sendirian. Dilansir dari National Headache Foundation, lebih dari 60% wanita mengalami migrain saat menstruasi. Untuk mengatasi hal ini, Anda tidak bisa menggunakan sembarang obat. Mengatasi migrain saat haid berbeda dengan mengatasi sakit kepala atau migrain dalam keadaan tidak datang bulan. Sebelum membahas tentang cara mengobati penyakit ini, Anda perlu mengetahui gejala migrain pada saat menstruasi.

Baca juga:  Cegah Kambuh, Ini Rekomendasi Bahan Penangkal Jerawat
Ilustrasi: menstruasi/pembalut wanita (pexels: Cliff Booth)

Ilustrasi: menstruasi/pembalut wanita (pexels: Cliff Booth)

Gejala Migrain Saat Menstruasi

Meskipun banyak perempuan yang mengalami migrain saat menstruasi, tak sedikit pula yang salah mengenalnya. Mungkin saat haid, Anda mengalami sakit kepala yang menyiksa, tetapi bisa jadi ini bukan migrain. Sakit kepala berdenyut juga termasuk gejala tension type headache (TTH) atau lebih dikenal dengan nama sakit kepala tipe ketegangan.

Seorang dokter dari New York bernama Dr. Holly L. Phillips mengatakan, lebih dari 90% sakit kepala dapat dikategorikan sebagai sakit kepala tipe ketegangan dan ini bukan termasuk migrain. Dilansir dari allure, 11% orang di seluruh dunia pernah mengalami migrain dan sisanya mengalami TTH. Bisa dibilang, lebih banyak orang terkena TTH dibandingkan migrain.

Untuk mengetahui apakah Anda mengalami TTH atau migrain saat menstruasi, Anda perlu mengetahui gejala umumnya. Menurut Mayo Clinic, migrain biasanya berlangsung selama empat jam hingga tiga hari dan ditandai dengan nyeri yang berdenyut-denyut di satu sisi kepala. Selain itu, Anda juga mungkin akan mengalami mual, muntah, hipersensitif (terhadap cahaya, suara, dan bau), gangguan penglihatan, mudah lelah, dan pusing.

Baca juga:  Menghadapi Gejala Memasuki Masa Menopause

Penyebab Migrain Saat Menstruasi

Meskipun tubuh Anda mengalami pendarahan selama tiga hingga lima hari, bahkan delapan hari, tubuh Anda telah mengalami siklus haid sepanjang bulan. Hal ini membuat kadar progesteron menurun di setiap akhir siklus datang bulan dan ini menandakan tubuh untuk kembali mengatur ulang siklus menstruasi. Migrain yang muncul bisa diakibatkan penurunan hormon progesteron secara drastis.

Ilustrasi: sakit kepala migrain (pexels: Sam Lion)

Ilustrasi: sakit kepala migrain (pexels: Sam Lion)

Selain itu, migrain saat menstruasi juga bisa diakibatkan penggunaan pil KB hormonal. Dosis estrogen yang terlalu tinggi pada pil KB dapat menurunkan kadar hormon progesteron secara drastis dan menyebabkan migrain. Hal ini bisa Anda atasi dengan cara beralih menggunakan pil KB yang mengandung hormon estrogen lebih rendah.

Diketahui, migrain menstruasi bisa menjadi lebih buruk bagi wanita yang mendekati usia menopause, yakni sekitar 45 tahun hingga 55 tahun. Meskipun begitu, kasus ini jarang ditemukan, karena sifatnya genetik. Jika ada saudara atau orang tua Anda yang memiliki penyakit migrain, Anda bisa terkena imbasnya dan migrain bisa menyerang kapan saja, khususnya saat Anda sedang datang bulan.

Baca juga:  Asam Salisilat, Pertolongan Ampuh untuk Masalah Jerawat

Cara Mengobati Migrain Saat Menstruasi

Ada banyak pilihan pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi migrain saat menstruasi. Cara yang paling sederhana adalah mengubah pola gaya hidup. Ubah kebiasaan Anda yang semula kurang sehat menjadi lebih sehat dengan berolahraga teratur dan diet sehat. Selain itu, hindari berbagai hal yang membuat Anda stres, karena kondisi seperti ini bisa memicu ketidakstabilan hormon selama haid, sehingga migrain mudah menyerang.

Jika Anda masih saja mengalami migrain setiap menstruasi, berkonsultasilah dengan dokter. Biasanya, dokter akan menyarankan terapi hormon dengan cara meresepkan obat yang mengandung antiinflamasi, pereda nyeri, dan hormon estrogen. Konsumsilah obat ini sesuai dengan dosis yang dianjurkan supaya terapi Anda berjalan dengan baik.

[1] Bahri, Teuku Samsul & Zulfazli. 2014. Faktor-Faktor Penyebab dan Jenis Migrain pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Tahun 2014. Idea Nursing Journal Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Vol. 6(1): 39-50.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: