Lebih Baik Mana, Menitipkan Anak ke Nenek atau Babysitter?

Ilustrasi: anak dalam asuhan babysitter (sumber: emirateshomenursing.com)Ilustrasi: anak dalam asuhan babysitter (sumber: emirateshomenursing.com)

Bagi orang tua yang sibuk dan tidak bisa mengurus anaknya karena bekerja, seringkali mereka menitipkan sang buah hati kepada pengasuh atau babysitter. Namun, daripada harus membuang uang untuk keperluan ini, Anda bisa menitipkan si kecil kepada nenek. Menitipkan anak untuk diasuh nenek tidak hanya membuat si kecil bahagia, tetapi juga mengurangi rasa rindu sang nenek.

Dampak Positif Anak Diasuh Nenek

Tampaknya, anak-anak merasa lebih nyaman dan senang diasuh nenek daripada babysitter. Pasalnya, orang tua pengganti seperti nenek cenderung menerapkan pola pengasuhan permissive indulgent (menuruti), yakni akan selalu berusaha menuruti kemauan cucunya dan tidak mampu membatasi apakah itu baik atau tidak bagi si kecil.[1]

Dengan pola asuh seperti ini, anak siapa yang tidak nyaman? Si kecil yang selalu merengek ingin ini-itu dan jarang dituruti orang tuanya akan mendapatkan kepuasan tersendiri saat diasuh nenek. Buah hati Anda akan merasa lebih senang bermain ke rumah nenek daripada harus tinggal dengan babysitter.

Termasuk simbiosis mutualisme, para nenek umumnya memang suka menyenangkan cucunya. Mereka yang tadinya jauh dari cucu, karena mungkin berbeda tempat tinggal, akan merasa senang saat cucunya datang ke rumah. Hal-hal seperti ini pula yang membuat hari-hari para lansia menjadi lebih berwarna.

Baca juga:  Perkembangan Kehamilan Usia 3 Bulan

Dilansir dari TRT World, para ilmuwan mengatakan, nenek memiliki naluri pengasuhan yang kuat untuk cucu mereka dan para lansia seperti ini mampu mengaktifkan area otak tertentu yang melibatkan empati. Tak hanya itu, anak-anak yang diasuh nenek nyatanya lebih memiliki motivasi dan emosi dalam hidupnya.

Cinta dan perhatian yang diberikan nenek kepada cucunya adalah sesuatu yang tidak bisa diterima setiap anak, sehingga beruntung sekali bagi si kecil yang masih memiliki nenek. Tak hanya itu, sebuah penelitian dari Emory University menemukan, para nenek terprogram untuk sangat peduli pada cucu mereka. Inilah yang membuat hubungan antara cucu dan nenek terlihat seperti simbiosis mutualisme.

Ilustrasi: anak-anak dalam asuhan nenek (sumber: kaleido.ca)

Ilustrasi: anak-anak dalam asuhan nenek (sumber: kaleido.ca)

Nenek Bisa Rasakan Perasaan Cucunya

Untuk membuktikan hasil penelitian tersebut, para ilmuwan Emory University memindai 50 otak nenek dengan resonansi magnetik fungsional ketika para nenek melihat foto cucu mereka yang berusia 3 hingga 12 tahun. Tak hanya itu, nenek-nenek tersebut diperlihatkan foto anak yang tidak dikenal, orang dewasa yang tidak dikenal, dan anaknya sebagai pembanding.

Baca juga:  Ingin Lebih Harmonis dengan Buah Hati? Ucapkan Frasa Ini!

Ketua penelitian ini, James Rilling, mengatakan, studi fokus pada area otak para nenek yang terlibat dalam empati emosional, gerakan, simulasi, dan motorik. Ketika para lansia ini melihat foto-foto cucunya, mereka benar-benar merasakan apa yang dirasakan cucunya, sehingga ketika anak mengekspresikan kegembiraan, para nenek juga ikut merasa gembira.

Sementara itu, ketika para lansia ini melihat gambar anak-anak mereka yang sudah dewasa, ada aktivasi kuat di daerah otak terkait kognitif untuk memahami apa yang dipikirkan anak mereka di dalam foto. Namun, berbeda dengan reaksi saat melihat foto cucunya, sebagian nenek tidak terlalu melibatkan banyak emosi saat menatap wajah anaknya dalam foto.

Rilling mengatakan, perbedaan emosi saat melihat foto cucu dan anak bisa terjadi karena anak-anak memiliki penampilan yang lucu dan rapuh. Secara ilmiah, seorang cucu masih memiliki skema bayi untuk membangkitkan respon pengasuhan neneknya. Wanita memang cenderung berumur panjang dan mampu melampaui tahun reproduksi mereka sendiri. Usia yang panjang ini bermanfaat untuk membantu keturunannya, mulai dari anak, cucu, hingga cicit yang masih kecil hingga dewasa. Tak hanya itu, sebagian besar nenek memiliki keinginan untuk terlibat dalam perawatan cucunya.

Baca juga:  Merasa Lelah Saat Bangun Tidur? Lakukan Gerakan Ini

Namun, Anda juga perlu mempertimbangkan untuk tidak terlalu sering menitipkan anak Anda kepada neneknya. Rasa nyaman yang berlebihan karena pola asuh yang diberikan nenek bisa membuat si kecil menjadi susah lepas dari neneknya, sementara usia nenek tidak sepanjang cucunya, yang dikhawatirkan bisa membuat si kecil larut dalam kesedihan terlalu lama jika suatu saat ditinggal neneknya.

Selain itu, dilansir dari theAsianparent, anak-anak yang terlalu sering diasuh nenek daripada orang tua berisiko mengalami masalah perilaku, kurang terdorong aktivitas fisik, dan mengalami kesenjangan pengetahuan. Selain itu, pola asuh permissive indulgent cenderung membuat anak menjadi manja dan sulit beradaptasi untuk hidup mandiri.

[1] Riyanti, Anggi. 2018. Metode Pola Asuh Nenek Pada Sang Cucu di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas (Skripsi). Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: