Kehidupan Anak Penuh Drama? Pelajari Cara Meningkatkan Ketahanan Mental Remaja

Ilustrasi: berhubungan dengan anak remaja Ilustrasi: berhubungan dengan anak remaja

Emosi yang tidak stabil pada remaja kerap membuat mereka mudah stres, frustrasi, bahkan depresi. Untuk itu, dibutuhkan peran orang dewasa, terutama orang tua dalam membantu proses perkembangan mentalnya. Salah satu cara ampuh supaya remaja tidak mudah terkena gangguan mental adalah membantu mereka dalam meningkatkan ketahanan mental mereka.

Remaja termasuk kelompok yang rentan terhadap gangguan kesehatan jiwa, apalagi saat kesehatan fisiknya terganggu. Para ahli bersepakat, kesehatan fisik dan mental saling berkaitan dan harus dikelola secara seimbang.[1] Ini juga alasan, salah satu cara meningkatkan ketahanan mental remaja adalah membantu mereka menjaga kesehatan tubuh. Namun, dilansir dari Harvard Health Publishing, masih ada banyak cara lain yang harus Anda pelajari seperti berikut.

Cara Meningkatkan Ketahanan Mental Remaja

Bentuk Hubungan yang Hangat dan Tidak Menghakimi

  • Dengarkan curhatan anak Anda dengan empatik, tidak menghakimi, dan berpikiran terbuka. Berikan ruang bagi remaja untuk secara terbuka membagikan apa yang ada di pikiran mereka dan apa yang mereka lakukan.
  • Akui apa yang kita semua alami saat ini supaya anak Anda tidak merasa sendirian menghadapi situasi yang mengerikan. Validasikan bahwa kecemasan yang mereka rasakan adalah bagian dari perkembangan emosi saat remaja.
  • Ajukan pertanyaan mengenai penyebab kesulitan mereka, lalu tawarkan cara yang sesuai untuk mengatasi masalah mereka. Jika Anda tidak memiliki solusi, yakinkan mereka bahwa Anda akan menemukan jawabannya bersama-sama.
Baca juga:  Bagaimana Tips Memilih Bidan dan Dokter Kandungan yang Tepat?

Latih Keterampilan Remaja dalam Mengatur Emosi

  • Latih agar anak Anda bisa memecahkan masalah kecil hingga besar. Jelaskan bagaimana Anda mengatasi masalah hidup Anda sendiri dan lihat apakah mereka dapat melakukan brainstorming sebagai solusi untuk permasalahan mereka.
  • Kembangkan keterampilan remaja untuk menenangkan emosi mereka. Anda bisa mengajak anak Anda untuk melakukan kegiatan yang mereka sukai sebagai pelampiasan emosi yang sedang meluap-luap.
  • Alihkan perhatian mereka untuk berpikir ke masa yang akan datang dan masa sekarang untuk menjauhkan hal negatif di masa lalu. Ini juga bertujuan mengurangi intensitas dan ketidaknyamanan pikiran yang dapat menyebabkan perasaan cemas.
Ilustrasi: berhubungan dengan anak remaja

Ilustrasi: berhubungan dengan anak remaja

Bentuk Pola pikir Anak Menjadi Positif

  • Bantu anak-anak menerima ketidakpastian alih-alih melawannya. Mengakui bahwa ketidakpastian dan perubahan adalah bagian utama dari kehidupan, meskipun penuh tekanan. Namun, ini membuat remaja menjadi lebih fleksibel, fokus pada apa yang dapat mereka kendalikan, dan bergerak maju.
  • Biarkan anak beristirahat setelah menghadapi kesulitan. Supaya mental anak tidak mudah jatuh, setidaknya biarkan mereka bernapas lega setelah masalahnya selesai. Para remaja yang bisa membagi waktunya untuk istirahat dan menyelesaikan masalah tidak akan mudah terganggu mentalnya.
  • Ingatkan anak bahwa mereka pernah berada di masa sulit. Para remaja mudah terpuruk, untuk itu, ingatkan anak Anda bahwa mereka sudah pernah terpuruk sebelumnya hingga akhirnya bangkit lagi.
Baca juga:  Jangan Salah Sangka, Bermain Ternyata Bisa Melatih Keterampilan Anak

Bantu Anak Mewujudkan Harapannya

  • Berikan contoh inspirasi yang menarik untuk anak dalam meraih harapannya. Para remaja memiliki ambisi yang sangat kuat dan besar dalam menggapai cita-citanya dan Anda hanya perlu mendukungnya supaya mereka tidak putus asa.
  • Selalu ikut sertakan anak Anda dalam berbagai hal yang berhubungan dengan sosial dan keluarga. Ini adalah cara mudah bagi anak untuk mempelajari cara bersosialisasi sekaligus membangun koneksi demi mewujudkan harapannya.
  • Jika keluarga Anda memegang teguh nilai agama, ajari anak Anda cara yang tepat untuk menyeimbangkan kegiatan agama dan sosial dalam memenuhi harapannya. Jangan biarkan anak Anda lalai terhadap agama karena cita-citanya dan sebaliknya.

Jangan Terlalu Mengekang Anak

  • Remaja memiliki keinginan yang besar untuk mengeksplorasi keterampilan. Sebaiknya, Anda tidak mengekangnya, karena itu berkaitan dengan pencarian jati diri. Sering kali anak-anak memiliki mental yang lemah akibat terbiasa dikekang dan tidak memiliki jati diri.
  • Biarkan anak Anda melakukan apa yang mereka bisa. Jika mereka melakukan dengan ambisi dan ketekunan, itu bisa menjadi bakat alami mereka dalam mencapai keberhasilan. Ini pula yang membuat mereka menjadi pribadi yang kuat dan bermental baja.
  • Bantu mereka mengidentifikasi dan mengontrol emosi dalam meningkatkan keterampilan mereka. Selidiki apa yang membuat mereka menyukai dan bisa melakukan hal yang mereka sukai.
Baca juga:  Info Terbaru Harga Susu Bebelove, Benarkah Bebas Laktosa?

Lakukan cara tersebut untuk membantu anak Anda yang sudah remaja memiliki ketahanan mental yang baik, sehingga mereka tidak mudah terpuruk dan memiliki kehidupan penuh drama. Namun, perlu diingat bahwa setiap orang tua memiliki caranya masing-masing dalam mendidik anaknya dan mungkin Anda bisa mengombinasikan cara Anda dan tips di atas dalam mendidik anak Anda yang sudah remaja.

[1] Vibriyanti, Deshinta. 2020. Kesehatan Mental Masyarakat: Mengelola Kecemasan di Tengah Pandemi COVID-19. Jurnal Kependudukan Indonesia Edisi Khusus Demografi dan COVID-19 Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia: 69-74.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*