Baby Talk, Metode Tingkatkan Kemampuan Berbahasa pada Bayi

Ibu bicara pada bayi (sumber: thoughtco.com)Ibu bicara pada bayi (sumber: thoughtco.com)

Bagi Anda yang baru saja menjadi orang tua, mungkin akan sedikit kebingungan ketika ingin mengajari bayi Anda untuk berbicara. Nah, untuk mempermudah Anda, mungkin Anda bisa melakukan baby talk. Ini adalah metode simple mengajarkan kosakata pada buah hati sehingga mereka akhirnya bisa lancar berbicara.

Komponen Penting dalam Melakukan Baby Talk

Baby talk, atau yang disebut dengan motherese, adalah sebuah bentuk dukungan sosial yang dilakukan seorang ibu dalam berkomunikasi dengan bayi menggunakan kata-kata dan kalimat sederhana. Motherese sendiri memiliki peranan penting dalam mempermudah perkembangan bahasa bayi atau anak sejak usia dini.

Dilansir dari WebMD, baby talk akan sangat efektif jika dilakukan secara tepat dengan memperhatikan gerak, mimik, serta intonasi yang dilakukan orang tua saat melakukan baby talk. Sebaliknya, jika baby talk dilakukan dengan cara yang kurang tepat, maka hasilnya akan percuma. Terlebih, bayi memiliki tingkat fokus dengan pemahaman yang masih rendah, tidak seperti orang dewasa. Sehingga, Anda perlu bersabar ketika melakukan baby talk.

Sebelum mengenal baby talk dengan baik, seorang bayi menggunakan tubuh, tangisan, dan suara preverbal lainnya untuk berkomunikasi dengan Anda. Mereka akan melakukan hal tersebut untuk menyampaikan keinginannya, seperti ingin makan, merasa sakit, ingin buang air, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, apa yang mereka lakukan telah mereka pelajari tanpa bantuan dari orang tua atau pengasuh mereka.

Baca juga:  Dari Mana Sumber DHA dan Apa Saja Manfaat DHA yang Belum Diketahui Orang?

Untuk mengembangkan kemampuan berbahasa mereka, ada beberapa komponen yang harus diperhatikan ketika Anda melakukan baby talk. Komponen pertama, yaitu fonologi yang meliputi aturan struktur kalimat atau kata. Berikutnya adalah semantik yang terdiri atas kosakata dan konsep tentang mengekspresikan kata dalam berbahasa. Komponen selanjutnya adalah tata bahasa yang meliputi aturan kata yang menyusun sebuah kalimat, penanda gramatikal (meliputi tense, active dan passive voice), dan penggunaan bahasa.

Setelah Anda memahami semua komponen yang harus ada saat Anda melakukan baby talk, Anda juga perlu mengetahui baby talk yang seperti apa yang harus Anda lakukan dengan bayi Anda berdasarkan usianya. Baby talk sendiri bisa dimulai ketika bayi berusia 0 hingga 18 bulan. Ini membantu mereka memperoleh banyak kosakata sekaligus mempermudah mereka dalam berkomunikasi.[1]

Ibu bicara pada bayi (sumber: mercatornet.com)

Ibu bicara pada bayi (sumber: mercatornet.com)

Cara Melakukan Baby Talk Sesuai Usia Bayi

Pada usia 0 hingga 3 minggu, bayi akan mulai mengeluarkan suara, dan suara yang bisa mereka hasilkan, yaitu menangis. Ya, memang pada usia tersebut, bayi hanya mampu menangis dan belum bisa membuat suara-suara lainnya. Ini disebut dengan tahap reflexive vocalization. Pada tahap ini, Anda perlu berkomunikasi dengan cara mengubah mimik wajah Anda serta mengajarkan bunyi huruf vokal dengan nada tinggi.

Baca juga:  Penyebab dan Cara Menghentikan Tanda Penuaan pada Kulit Wanita

Bayi akan lebih tertarik dan berusaha mengikuti suara Anda, sehingga pada usia lebih dari tiga minggu, mereka mulai bisa melakukan babbling. Babbling dilakukan oleh bayi ketika mereka merasa lapar atau tidak nyaman dengan posisi tidur mereka. Suara tangisan bayi pada tahap ini berbeda dengan tahap reflexive vocalization. Ketika bayi sudah sampai pada tahap bubbling, suara tangisan yang dihasilkan akan berbeda-beda sesuai dengan keinginan dan perasaan bayi.

Lakukan baby talk dengan tersenyum dan mulailah berbicara menggunakan berbagai macam kosakata dengan huruf vokal, dan masih bernada tinggi saat bayi memasuki usia dua hingga tiga minggu. Pada usia tersebut, bayi akan mencoba memainkan mulut mereka untuk menghasilkan suara-suara tidak jelas, seolah mereka mengikuti cara Anda berbicara dengan mereka.

Perlu Anda ketahui bahwa bayi mulai mendengar dengan jelas saat mereka berusia 2 bulan hingga 6 bulan. Pada usia tersebut, saatnya Anda menambahkan beberapa kosakata yang mengandung beberapa huruf konsonan. Ucapkan dengan nada tinggi dan harus diulang-ulang, seperti “pa…pa…., ma….ma….

Baca juga:  Ingin Panjang Umur? Cari dan Tentukan Tujuan Hidup Anda

Pada usia 10 bulan, Anda baru bisa menggunakan beberapa kata yang agak rumit dengan ekspresi wajah yang diubah-ubah. Dalam usia tersebut, bayi sudah mampu mendengar sangat jelas dan mereka juga akan belajar dengan cepat cara menggunakan ekspresi ketika mereka menginginkan sesuatu.

Bayi yang mengenal baby talk dengan baik akan cepat berbicara pada usia 18 bulan. Pada usia tersebut, mereka sudah bisa berbicara dengan baik, meskipun pengucapannya belum terlalu lancar. Untuk itu, pada usia 18 bulan, Anda sudah bisa menghentikan baby talk dan mengajaknya mengobrol dengan nada lembut agar mereka lebih memahami cara berbahasa yang baik dan tepat.

[1] Wardhana, I Gede Neil Prajamukti. 2013. Perkembangan Bahasa Anak 0-3 Tahun dalam Keluarga. Jurnal Linguistik Universitas Dhyana Pura Bali, Vol. 20(39): 95-101.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: