Mengulik Persiapan Trimester Keempat dalam Kehamilan, Calon Ibu Sudah Tahu?

Ilustrasi: ibu dan anak Ilustrasi: ibu dan anak

Kita telah mengetahui dan mendengar banyak hal tentang trimester ketiga dalam kehamilan. Tetapi tidak banyak wanita (dan bahkan beberapa profesional medis) yang mengetahui tentang periode waktu yang baru dijelaskan dan kritis dalam kehidupan wanita yang sangat membutuhkan perhatian kita, yakni trimester keempat.

Jika trimester 1, 2, dan 3 terjadi selama masa kehamilan, maka trimester 4 terjadi saat bayi baru terlahir ke dunia atau setelah ibu melahirkan. Trimester 4 merupakan fase ketika janin masih berada di kandungan sampai terjadinya proses persalinan, hingga bayi tersebut menginjak usia tiga bulan. 

Bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan, sangat penting untuk mengetahui lebih jauh tentang trimester 4. Pasalnya, periode ini memberi perbedaan besar pada bayi, dan penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara untuk menghadapi tantangan di trimester 4 ini.

Istilah trimester 4 sendiri digunakan untuk menjelaskan periode perubahan dan perkembangan besar yang dialami oleh ibu dan bayi yang baru lahir, ketika ia harus menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

Istilah ‘trimester’ mungkin terdengar ganjil bagi Ibu melahirkan. Tapi bayangkan bagaimana bayi masih perlu berkembang pada beberapa bulan ke depan, mulai dari mengembangkan semua inderanya dan mengontrol refleks, serta belajar merespons Ibu dan Ayah.

Perkembangan mental dan fisik yang bayi alami selama 3 bulan pertama setelah Ibu melahirkan sama pentingnya dengan perkembangannya pada saat ia berada di dalam rahim.

Trimester keempat juga menjadi waktu bagi bayi untuk terbiasa dengan berbagai suara, cahaya, bau, dan sensasi dari dunia luar. Berpindah dari kenyamanan di dalam rahim yang gelap dan tenang ke lingkungan yang bising dan terang dapat menjadi perubahan besar pada bayi yang baru lahir. Dengan memberikan banyak cinta dan dukungan di 3 bulan pertama setelah melahirkan, seorang ibu bisa membuat transisi ini jadi lebih mudah.

Mengapa trimester keempat penting untuk bayi?

Dibanding hewan yang bisa berjalan sejak lahir, bayi manusia sangat membutuhkan ibunya untuk memperoleh perhatian, perawatan, dan cinta. Saat lahir, bayi hanya punya insting dan refleks untuk belajar mengontrol perilaku dan gerakan.

Ilustrasi: bayi usia 2 minggu

Ilustrasi: bayi usia 2 minggu

Sesaat setelah ibu melahirkan, bayi masih terbatas dalam mengenali indranya. Ia bisa melihat tapi pandangannya masih kabur. Ia bisa mendengar tapi sulit untuk menangkap suara yang ia dengar. Ia bisa merasakan, tapi kenyamanan di rahim telah terganti oleh lingkungan yang sangat terbuka baginya. Pasca ibu melahirkan, dengan bantuan dan dukungan, trimester keempat jadi waktu untuk bayi beradaptasi dengan semua perubahan ini.

Meski otak bayi berkembang dengan baik saat ia lahir, jalur neural dan sistem sarafnya terus berkembang setelah lahir. Kasus ini sendiri banyak terjadi selama trimester keempat. Otak bayi bagaikan spons, menyerap apa saja yang terjadi padanya. Semakin banyak stimulasi untuk bayi, semakin baik koneksi yang terjadi pada otaknya.

Pasca ibu melahirkan, pada 3 bulan pertama kehidupan bayi, ibu melahirkan mungkin menyadari kalau bayinya:

  • Bernapas lebih stabil, kemungkinan mengalami kaget berkurang, dan mengembangkan gerakan yang lebih terkontrol
  • Bisa tidur meski di suasana bising
  • Belajar menenangkan diri atau menangis untuk mendapat perhatian ibu

Mengembangkan kemampuan sosial untuk bisa berinteraksi dengan keluarga, benda, atau musik dengan perhatian yang lebih besar dan waktu lebih lama.

Apa yang harus Anda lakukan pada trimester empat?

Pada trimester 4, ada beberapa hal penting yang harus Anda lakukan, di antaranya sebagai berikut. 

Cek kesehatan setelah melahirkan

Tiga minggu pasca melahirkan, dokter menyarankan untuk melakukan kontrol ke dokter anak dan kandungan yang menangani Anda saat melahirkan. Melakukan kunjungan atau kontrol setelah persalinan secara teratur sangat penting dilakukan di Trimester 4. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda dan si kecil melalui pemeriksaan berat badan, tekanan darah, dan pemeriksaan kesehatan lain.  

Berkonsultasi dengan orang yang ahli

Bila Anda baru pertama kali memiliki anak, Anda mungkin akan merasa kesulitan dalam mengurus buah hati. Anda bisa merasa bingung tentang bagaimana cara yang tepat untuk memandikannya, mengganti pakaiannya, dan juga menyusuinya. 

Ilustrasi: konsultasi dokter (sumber: Bukalapak)

Ilustrasi: konsultasi dokter (sumber: Bukalapak)

Rasa takut atau was-was pasca melahirkan seperti ini bisa saja Anda alami, dokter pun umumnya akan menyarankan agar Anda tidak sungkan bertanya atau meminta bantuan  kepada orang tua, saudara, atau teman yang sudah berpengalaman. Dengan cara ini, Anda akan merasa lebih yakin dan percaya diri menghadapi fase-fase dalam motherhood journey. 

Menjalin kedekatan dengan anak

Memiliki bayi merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan sekaligus menegangkan bagi seorang ibu, khususnya bagi para ibu yang baru pertama kali mengurus bayi. Minimnya bekal informasi sering kali membuat para ibu baru khawatir takut salah memandikan maupun menyusui si buah hati. Cara yang tepat untuk menghilangkan ketakutan itu adalah dengan bonding anak. ‘Skin to skin contact’ yang akan menciptakan ikatan emosional antara ibu dan anak. 

Skin to skin contact merupakan kondisi ketika bayi hanya menggunakan popok atau diaper dan diletakkan di atas dada Anda. Cara ini bisa membuat Anda menjadi lebih tenang dan percaya diri untuk menyusui atau memandikannya. 

Penuhi nutrisi yang dibutuhkan selama menyusui

Setelah melahirkan, ibu sangat direkomendasikan memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Selain merupakan sumber makanan terbaik untuk si kecil, menyusui juga bermanfaat untuk Anda, karena bisa menurunkan risiko kanker payudara, kanker ovarium, depresi pasca persalinan, menurunkan berat badan lebih cepat, dan meningkatkan bonding antara Anda dengan si kecil. 

Pentingnya ASI untuk kehidupan si kecil tentu harus didukung dengan kandungan nutrisi pada tubuh Anda. Mengingat komposisi ASI dipengaruhi oleh makanan serta status gizi yang ibu konsumsi. Kebutuhan asupan nutrisi ibu pun akan meningkat selama menyusui sebab tubuh Anda akan memprioritaskan kebutuhan bayi. Anda juga perlu mengenal lebih jauh makronutrien dan mikronutrien yang harus terpenuhi seperti karbohidrat kompleks, protein hewani, lemak tidak jenuh, serta vitamin dan mineral, yang sangat penting untuk mendukung produksi ASI untuk bayi.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: