Jangan Digaruk! Begini Cara Mengobati Keloid yang Gatal

Keloid bekas luka (sumber: tiktak.id)Keloid bekas luka (sumber: tiktak.id)

Saat Anda mengalami luka pada kulit, luka tersebut mungkin bisa membekas dan berubah jadi jaringan keloid. Keloid termasuk permasalahan kulit yang bisa dialami oleh siapa saja. Dalam beberapa kasus, keloid bisa saja menimbulkan rasa gatal yang mengganggu. Lantas, bagaimana cara mengobati keloid yang gatal?

Proses penyembuhan luka pada kulit memungkinkan timbulnya berbagai masalah kulit lain salah satunya jaringan parut dan terbentuknya keloid. Keloid merupakan salah satu penyakit akibat proses penyembuhan luka yang berdampak buruk terhadap kesehatan dan penampilan seseorang.

Keloid adalah suatu kondisi patologis dimana terjadi pertumbuhan berlebih dari jaringan parut di lokasi cedera kulit yang mengalami penyembuhan. Keloid berasal dari keabnormalan proses penyembuhan luka akibat ketidakseimbangan sintesis dan degradasi kolagen. Munculnya keloid akibat manifestasi dari proses penyembuhan luka dapat menurunkan penampilan secara estetika dan menimbulkan gangguan psikologis terhadap penderitanya.[1]

Keluhan yang juga umum dialami saat tumbuh keloid pada bekas luka adalah sensasi gatal. Rasa ini mungkin muncul selama beberapa waktu, sehingga dapat mengganggu kenyamanan seseorang. “Keloid dapat terus tumbuh dalam hitungan beberapa minggu atau bulan. Keloid yang masih tumbuh akan terasa gatal dan hal ini merupakan hal yang normal terjadi. Pada umumnya, gejala gatal ini akan menghilang ketika keloid sudah sepenuhnya tumbuh,” kata dr. Aloisia Permata Sari, seperti dilansir dari Alodokter.

Baca juga:  Deretan Masker Alami untuk Melembapkan Kulit Kering dan Kusam

“Anda juga tidak disarankan untuk menggaruk area yang gatal karena bekas garukan ini dapat memperparah keloid. Anda dapa mencoba menggunakan bedak salisil atau losion kalami untuk mengatasi rasa gatal,” imbuh dr Aloisia. Berikut beberapa tips mengenai cara mengobati atau mengatasi keloid yang gatal.

Cara Mengobati Keloid yang Gatal

Ilustrasi: memakai krim kulit (sumber: detik)

Ilustrasi: memakai krim kulit (sumber: detik)

Pakai Krim Pelembap atau Minyak

Dilansir dari Medi-call, pemakaian minyak kelapa (VCO) atau minyak vitamin E disebut dapat mencegah kulit kering yang menjadi penyebab keloid terasa gatal.

Silicon Gel

Silicon gel atau lembaran gel silikon pun bisa Anda pertimbangkan untuk digunakan di area keloid.Silicon gel bisa meningkatkan temperatur di area keloid sekitar 1-2 derajat dari suhu tubuh untuk meningkatkan aktivitas kolagenase, sehingga jumlah kolagen bisa berkurang. Silicon gel bisa digunakan sejak 2 minggu pasca penyembuhan luka selama lebih dari 12 jam atau seharian. Produk silicon gel bisa dibeli di berbagai apotek, namun pemakaiannya sebaiknya sesuai dengan anjuran dokter.

Baca juga:  Wajib Tahu! Ini Efek Samping dan Manfaat Susu Whey Protein

Injeksi Interferon

Tindakan medis ini kabarnya efektif untuk mengatasi keloid karena bisa mengurangi intensitas produksi kolagen tipe I dan III. Kedua tipe kolagen ini mempunyai peranan yang hampir sama, yakni untuk menyembuhkan luka dan membentuk jaringan. Namun, perlu diingat bahwa metode ini mungkin menimbulkan beberapa efek samping yang mirip seperti flu, yakni demam, nyeri, menggigil, dan bahkan rasa tidak nyaman.

Terapi Tekan

Terapi tekan merupakan tindakan pemberian tekanan di area keloid yang terasa gatal, dengan maksud membatasi suplai darah dan oksigen, sehingga produksi kolagen bisa berkurang. Dalam satu kali sesi terapi tekan setidaknya membutuhkan minuman 23 jam atau seharian dalam kurun waktu 6 bulan atau bila keloid masih aktif di bawah pengawasan dokter.

Tusuk Jarum

Keloid yang tumbuh ekstra besar dan sering menyebabkan rasa gatal, dapat dibantu dengan tusuk jarum, keloid mengecil dan rasa gatal hilang. Dalam hal penyembuhan luka akan lebih baik dan tidak menimbulkan jaringan parut yang besar bila dibantu dengan tusuk jarum. Demikian juga tumor jinak menjadi lebih kecil dengan tusuk jarum. Ini merupakan suatu tantangan untuk dilakukan suatu penelitian yang mendalam.[2]

Baca juga:  Hal Seputar Retinol & Cara Penggunaannya Pada Kulit Sensitif

Sementara itu, untuk menangani keloid, ada juga beberapa metode lain yang bisa dicoba, seperti laser, cryotherapy, hingga operasi. Apabila Anda memiliki keluhan lain terkait permasalahan keloid Anda, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar memperoleh informasi yang lebih jelas seputar penanganan dan juga pengobatannya.

[1]Choirunanda, AF dkk. 2019. Profil Gangguan Kualitas Hidup Akibat Keloid Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Angkatan 2012 – 2014. Jurnal MedikaUdayana. 8(8): 1-5.

[2] Ismail, G. 2009. Sehat Tanpa Obat Dengan Tusuk Jarum Ala Indonesia. Jakarta: Grasindo, hlm 82.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: