Mengenali Pemicu Skin Picking Disorder (SPD) Dan Bagaimana Mengatasinya

skin, picking, disorder, spd, kebiasaan, ocd, obsessive, compulsive, obat, tubuh, menyentuh, jerawat, bekas, luka, bopeng, waktu, lama, terapi, pemicu, sehat, tanda, sosial, pekerjaan, gugupIlustrasi: skin picking disorder

Jika Anda memiliki kebiasaan menyentuh wajah entah itu karena penasaran dengan jerawat baru, merasakan bekas luka atau bopeng akibat jerawat, dan lainnya, kebiasaan itu mungkin merupakan kondisi yang umum disebut skin picking disorder (SPD). Sebagian orang mungkin memiliki bekas luka atau jerawat, tetapi bagi mereka yang memiliki SPD, itu bisa sulit untuk mengendalikan dorongan ingin menyentuh atau memaksa jerawat keluar. Terlepas dari dampak kosmetik yang bisa menyebabkan jaringan parut, SPD bisa menyebabkan infeksi serius, depresi, dan kecemasan.

Apa Itu Skin Picking Disorder (SPD)?

Anda mungkin merasa sendirian atau malu, tetapi perlu diketahui bahwa kondisi (SPD) setidaknya dialami oleh lima juta orang di Amerika. Diagnosis dari SPD dikenal juga sebagai gangguan ekskoriasi, yang merupakan kondisi di mana seseorang berupaya berulang kali untuk berhenti menyentuh wajah. Kebiasaan menyentuh kulit wajah bisa saja mengganggu kehidupan sosial atau pekerjaan Anda. SPD merupakan satu kelompok dari gangguan yang ada hubungannya dengan Obsessive Compulsive Disorder (OCD).

Anda sudah mengetahui jika itu bukan masalah kemauan dari diri sendiri, kemudian mencoba berhenti, itu sama saja dengan memberi tahu seseorang untuk tidak memiliki tekanan darah tinggi. Kabar baiknya adalah terapi, pengobatan, dan perawatan kulit bisa membantu SPD. Untuk sebagian besar kasus, tidak ada pengobatan kuratif, dan Anda mungkin akan mengalami kekambuhan.

Bagaimana Skin Picking Disorder (SPD) Bisa Berkembang?

Ilustrasi: memencet jerawat

SPD bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak atau orang dewasa. SPD biasanya berkembang dalam dua cara, yaitu:

Baca juga:  Tanda-Tanda dan Penyebab Cacingan Pada Bayi Usia 9 Bulan

Setelah muncul beberapa jenis ruam, infeksi, atau cedera kecil

Anda mungkin mengalami beberapa kondisi seperti ruam atau bekas cedera kecil, yang mengakibatkan bekas pada kulit. Lebih banyak luka, memungkinkan Anda ingin menyentuhnya, dan itu jika tidak dikendalikan bisa menjadi kebiasaan.

Akibat Stres

Anda mungkin tanpa sadar telah menyebabkan luka di kulit sekitar kuku. Hal itu terjadi ketika Anda merasa gugup, dan melakukan itu membuat Anda merasa lebih tenang. Dan, tindakan itu akan berulang, sehingga menjadi kebiasaan.

SPD dianggap sebagai perilaku berulang yang disebut Body Focused Repetitive Behavior (BFRB). Jenis lain dari BFRB termasuk menarik rambut atau kuku yang bisa membahayakan tubuh.

Tanda Skin Picking Disorder (SPD)

Menjadi sulit untuk menentukan secara tepat ketika menyentuh wajah merupakan kebiasaan ketika seseorang merasa gugup, dan kebiasaan itu menjadi masalah serius yang membutuhkan perawatan lebih lanjut. Untuk menentukan gejala SPD, bisa diketahui dari menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

skin, picking, disorder, spd, kebiasaan, ocd, obsessive, compulsive, obat, tubuh, menyentuh, jerawat, bekas, luka, bopeng, waktu, lama, terapi, pemicu, sehat, tanda, sosial, pekerjaan, gugup

Menggigit kulit di ujung jari karena gugup (sumber: livestrong.com)

  • Apakah Anda menyentuh kulit dalam jangka waktu lama dalam sehari?
  • Apakah Anda menemukan bekas luka dari kebiasaan menyentuh wajah?
  • Apakah Anda merasa kecewa setelah mengetahui seringnya Anda menyentuh wajah?
  • Apakah kebiasaan menyentuh wajah didapatkan dari kehidupan sosial atau pekerjaan Anda? Sebagai contoh, apakah Anda menghindari bepergian ke pantai atau tempat olahraga karena mungkin orang lain akan melihat bekas luka Anda? Atau, Anda menghabiskan banyak waktu untuk menutupi bekas luka ketika akan mendatangi sebuah acara atau sebelum berangkat kerja?
Baca juga:  Bisa Picu Kematian Dini, Kenali Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Mengatasi Skin Picking Disorder (SPD)

Memiliki pemikiran realistis dan mempersenjatai diri dengan berbagai keterampilan akan membuat kondisi SPD lebih mudah untuk dikelola. Berikut ini ada beberapa tips yang dianggap bisa membantu Anda menangani kebiasaan SPD.

Kenali Apa Pemicunya

Anda mungkin tergoda untuk menyentuh wajah karena berbagai alasan, seperti bosan, gatal, emosi negatif, atau adanya jerawat yang memancing Anda untuk merasakannya (dengan cara menyentuhnya). Anda mungkin merasa kebiasaan menyentuh wajah itu sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Memahami apa pemicu dari kebiasaan SPD merupakan langkah pertama menentukan perawatan apa yang sebaiknya dilakukan. Sebagai contoh, jika menyentuh wajah itu dipicu oleh kondisi kulit seperti jerawat atau gatal, Anda disarankan untuk mengunjungi dokter kulit. Namun, jika kebiasaan SPD itu dipicu oleh depresi, kecemasan, atau hal lain yang terkait, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan terapis atau seorang yang profesional di bidang kesehatan mental.

Ilustrasi: skin picking disorder

Membuat Kebiasaan Menyentuh Wajah Menjadi Sulit Dilakukan

Salah satu strategi mengurangi kebiasaan menyentuh wajah bisa disebut dengan kontrol stimulus, hal ini melibatkan perubahan kebiasaan Anda untuk membuat SPD sulit dilakukan. Contoh dari teknik itu termasuk menjaga kuku Anda tetap pendek, mengenakan sarung tangan pada saat Anda ingin menyentuh kulit, dan membuat kulit sulit diakses dengan pakaian yang tebal atau berlengan panjang.

Baca juga:  Dengan Modal Tipis, Bisnis Semut Jepang Dapat Langsung Dijalankan

Anda juga bisa mencoba mengalihkan perhatian tangan Anda dengan memainkan berbagai macam barang termasuk dadu, bola, dan mainan. Setelah Anda menemukan benda apa yang cocok sebagai pengalih perhatian, Anda bisa membawanya di dalam tas. Sehingga, kapan pun ada dorongan untuk menyentuh kulit wajah, mainkan atau pegang benda tersebut.

Terapi

Terapi kognitif dan perilaku (cognitive behavioral therapy) merupakan sebuah jenis psikoterapi yang bertujuan untuk menghasilkan perilaku yang lebih sehat dan keyakinan dengan mengidentifikasi pikiran dan tindakan yang kurang penting. Jenis khusus dari terapi tersebut contohnya melatih kebiasaan baru yang baik, di mana individu diajarkan untuk memiliki kebiasaan yang mungkin terlihat berbahaya namun tidak, misalnya mengepalkan tangan selama satu menit untuk mengatasi keinginan menyentuh wajah. Ada pengujian klinis yang menyebutkan terapi kognitif dan perilaku efektif dalam menangani SPD.

Mengonsumsi Obat-Obatan

Meskipun tidak ada obat-obatan yang secara resmi disetujui untuk mengatasi SPD, ada suatu bukti yang menunjukkan bahwa inhibitor serotonin reuptake inhibitor (SSRI) selektif dan N-acetylcysteine ​​(NAC), suplemen antioksidan, dapat membantu.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: