Mengejar Waktu Tidur Berisiko Buruk terhadap Kesehatan

Ilustrasi: terlelap tidak sengajaIlustrasi: terlelap tidak sengaja

Banyak yang beranggapan bahwa tidur cukup lama setelah lama bekerja adalah hal yang melegakan. Terkait dengan aktivitas sehari-hari, ketika tuntutan bangun pagi dan bekerja hingga malam menjadi salah satu hal yang tidak bisa dihindari, kemudian banyak orang menjadikan hari libur sebagai hari santai. Tidak hanya menikmati momen bersama keluarga, tidak sedikit juga yang lebih suka menghabiskan waktu untuk tidur selama berjam-jam.

Waktu tidur yang panjang di akhir pekan memang menjadi sebuah kenikmatan tersendiri bagi sebagian besar orang. Sayangnya, mereka tidak tahu tentang risiko yang akan mereka hadapi, terkait dengan kebiasaan tidur panjang di akhir pekan. Banyak orang berpikir, jika bisa tidur lebih panjang di akhir pekan, maka di hari kerja akan lebih fit dan tidak akan mengantuk.

Mengejar tidur di akhir pekan hampir terasa seperti norma akhir-akhir ini. Dengan jadwal yang semakin penuh dan tuntutan yang bersaing, tidur sering dikorbankan selama minggu kerja yang sibuk. Ketika waktu minggu kerja berakhir, banyak orang melihat ke jadwal akhir pekan mereka yang tidak terstruktur. Momen ini seringkali mereka gunakan untuk menjejalkan apa yang tidak bisa dilakukan selama seminggu, termasuk tidur.

Katherine Dudley MD, MPH, seorang direktur Program Obat Tidur Cambridge Health Alliance, dan seorang instruktur di Harvard Medical School telah meneliti beberapa kasus terkait dengan cara untuk mengurangi kesenjangan kesehatan terhadap pola tidur seseorang. Dalam hal ini, ia melakukan penelitian yang berfokus pada pola tidur di antara populasi minoritas dan perbedaan ras dalam manajemen apnea tidur. Dalam studi tersebut, ia seringkali menanyakan kepada pasien untuk mengetahui pola tidur yang merujuk pada penelitiannya tersebut.

Baca juga:  Hubungan Tak Sehat, Ini Tanda Orang Tua Toxic dan Cara Menghadapinya
Ilustrasi: tertidur usai bekerja

Ilustrasi: tertidur usai bekerja

“Di klinik tidur, saya bertanya kepada seorang pasien mengenai waktu ia bangun di hari kerja (atau sekolah) dan waktu tidur atau waktu bangun di hari libur. Kebanyakan dari mereka akan menjawab, mungkin pukul 6 pagi untuk bangun hari kerja, tapi jam 11 pagi di akhir pekan bahkan bisa hampir tidur sepanjang malam,” katanya. “Mereka juga mengatakan, mengejar tidur adalah hal penting untuk untuk mengganti waktu tidur selama bekerja.”

Menurut Dudley, pola tidur seperti itu sebenarnya harus dipertimbangkan kembali mengingat kondisi kesehatan seseorang berbeda-beda. Terlepas dari kenyataan bahwa jumlah jam tidur dapat mendekati tujuh hingga sembilan jam per malam yang direkomendasikan oleh sebagian besar ahli kesehatan, rata-rata dapat menyembunyikan beberapa kebenaran. Jumlah harian, kualitas, dan keteraturan waktu tidur/bangun semua tampaknya juga penting.

Baca juga:  Tips Anak Bisa Tidur Siang Sebaik Mungkin

Sebuah makalah baru-baru ini di Current Biology menunjukkan bahwa tidur kita tidak terlalu berpengaruh jika dipindahkan ke waktu yang lebih nyaman. Para peneliti menemukan bahwa seseorang yang mengurangi waktu tidur mereka hingga lima jam selama seminggu, tetapi menebusnya pada akhir pekan dengan tidur tambahan, dapat terkena dampak buruk terhadap kesehatan mereka. Dampak itu termasuk kelebihan asupan kalori setelah makan malam, pengurangan pengeluaran energi, peningkatan berat badan, dan perubahan yang merugikan dalam cara tubuh menggunakan insulin. Meskipun utang tidur dirasa dapat diselesaikan pada satu waktu, seseorang yang mengejar waktu tidur memiliki risiko sama dengan mereka yang kurang tidur selama akhir pekan tanpa mengejar waktu tidur.

Tips Meningkatkan Kualitas Tidur Malam

Pertama, kurang tidur, bahkan jika hanya selama minggu kerja, kemungkinan memiliki risiko terhadap penurunan kesehatan Anda. Tidur sering juga menjadi faktor yang diabaikan ketika mempertimbangkan risiko penyakit kronis, termasuk hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan bahkan kematian.

Ilustrasi: tidur nyenyak

Ilustrasi: tidur nyenyak

Ada banyak data, termasuk ulasan baru-baru ini di Sleep Medicine, menunjukkan bahwa terlalu sedikit tidur adalah faktor risiko untuk kondisi ini, serta obesitas. Sayangnya, studi baru ini menunjukkan bahwa memperpanjang tidur di akhir pekan tampaknya tidak merusak dampak dari tidur pendek.

Baca juga:  Jangan Asal Cukur! Ini Cara Hilangkan Bulu Wajah Terbaik di Rumah

Untuk mencegah penurunan kesehatan, Anda perlu memulai pola tidur yang benar. Ada banyak sekali cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas tidur malam Anda. Seperti halnya banyak obat, pencegahan tampaknya menjadi strategi terbaik. Meskipun kita tidak dapat menghilangkan dampak dari tidur singkat dengan mencoba tidur berlebihan pada akhir pekan, kita dapat mencoba memperbaiki pola tidur.

Sangat penting untuk menjaga waktu tidur agar waktu tidur Anda lebih stabil sepanjang akhir pekan, hal ini juga dapat membantu mengurangi efek penurunan kesehatan. Tidur siang singkat 15 hingga 20 menit dapat membantu meredakan kantuk, tetapi tidak boleh mengganggu keteraturan waktu tidur.

Bagi sebagian orang, menyimpan catatan tidur untuk melacak pola tidur dapat membuat pola tidur mereka menjadi lebih stabil. Dengan melakukan pencatatan pola tidur, sebagian besar orang juga bisa bangun di jam yang sama setiap harinya tanpa alarm. Hal ini hampir sama seperti cara melacak pilihan makanan dan perilaku di sekitar makan dapat membantu menurunkan berat badan. Mengatur pola tidur agar lebih baik dan stabil, merupakan salah satu cara pencegahan terhadap penyakit dan membantu mengurangi penyakit serta mengoptimalkan kesejahteraan harian Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: