Tips Mengatasi Oppositional Defiant Disorder (ODD) pada Anak

Ilustrasi: anak Oppositional Defiant Disorder/ODD (sumber: goodmanpsych.com)Ilustrasi: anak Oppositional Defiant Disorder/ODD (sumber: goodmanpsych.com)

Anak sering tidak mendengar saat diajak berbicara dan menolak apa yang Anda perintahkan? Bisa jadi, itu adalah gejala oppositional defiant disorder atau ODD. Gejalanya memang cukup meresahkan sebagian besar orang tua, tetapi Anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa tips sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi gejala ODD pada anak dan bisa Anda praktikkan dengan mudah.

ODD atau biasa disebut dengan perilaku melawan atau oposisi biasanya terjadi pada masa kanak-kanak sebagai bentuk ekspresi dari temperamen si kecil.[1] Anak-anak yang mengidap ODD kerap digambarkan sebagai tipe anak yang sulit diatur atau difficult children dan ini bisa dipicu gaya pengasuhan atau pola asuh orang tua. Selain itu, masih ada faktor lain yang menyebabkan ODD pada anak seperti berikut.

Penyebab Oppositional Defiant Disorder pada Anak

  • Kelainan fungsi otak (neurotransmitter tidak normal).
  • Cedera otak.
  • Memiliki orang tua atau kerabat dengan riwayat ADHD (Attention Deficit Hyperactivity), gangguan bipolar, depresi, dan conduct disorder.
  • Memiliki orang tua dengan riwayat penyalahgunaan NAPZA (Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).
  • Memiliki ibu yang merokok saat hamil.
  • Menderita kekurangan nutrisi.
  • Ketidakharmonisan dalam keluarga.
  • Kurang perhatian orang tua.
  • Tidak mampu menjalin hubungan sosial.
  • Pelecehan yang menyebabkan trauma.
  • Lingkungan yang penuh kekerasan.
Baca juga:  Tanda-Tanda Bayi Memiliki Alergi Terhadap MPASI & Cara Mengatasinya

Perbedaan Oppositional Defiant Disorder dan Tantrum

Gejala ODD mungkin terlihat mirip dengan tantrum, hanya saja lebih agresif. Tantrum timbul sebagai respons ketika keinginan anak tidak terpenuhi. Dikutip dari Alodokter, tantrum umum pada anak yang baru berusia 1-1,5 tahun dan meningkat di usia 2-3 tahun, lalu mereda di usia 4 tahun.

Sementara itu, ODD biasanya muncul pada anak usia 6-8 tahun. Namun, ODD lebih ganas dan jika dibiarkan akan berlangsung hingga remaja, bahkan dewasa. Gejala ODD lebih sering muncul dibandingkan tantrum, sehingga berdampak negatif dengan keseharian penderitanya.

Mungkin, Anda akan kebingungan apakah anak Anda mengidap ODD atau hanya sedang mengalami mood yang tidak baik. Namun, si kecil yang mengidap ODD biasanya memiliki perilaku membangkang yang ekstrem dan berlangsung parah. Umumnya, anak-anak dengan ODD akan melakukan pembangkangan sedikitnya selama enam bulan.

Ilustrasi: anak Oppositional Defiant Disorder/ODD (sumber: goodmanpsych.com)
Ilustrasi: anak Oppositional Defiant Disorder/ODD (sumber: goodmanpsych.com)

Gejala ODD stadium awal akan terlihat sebelum anak memasuki masa sekolah. Namun, pada kasus tertentu juga bisa muncul menjelang masa remaja. Selain bisa mengganggu aktivitas anak, ODD juga menyebabkan gangguan di lingkungan keluarga serta sosial. ODD bisa terlihat secara jelas pada perilaku dan emosi penderita yang dapat dikenali sebagai gejala seperti berikut.

Baca juga:  Tidak Hanya Putih, Warna Asi Bisa Bervariasi dan Apa Artinya?

Gejala Oppositional Defiant Disorder

  • Mudah hilang kesabaran.
  • Mudah marah dan kesal.
  • Mudah merasa tersinggung.
  • Sangat sensitif dan mudah terganggu.
  • Sering mengganggu dan membuat marah orang lain.
  • Suka berdebat dengan orang yang lebih tua.
  • Suka merasa lebih benar daripada orang tua.
  • Kerap menolak perintah orang yang lebih tua.
  • Sering melanggar peraturan.
  • Sering menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri.
  • Sering menunjukkan dendam atau kebencian pada orang lain.

Dengan mengetahui gejalanya, tentu Anda sudah bisa mengambil tindakan terhadap anak yang mengidap ODD. Selain bersabar dan lebih memperhatikan di kecil saat gejala ODD-nya kambuh, Anda bisa melakukan tips mengatasi ODD pada anak yang dirangkum dari Harvard Health Publishing berikut.

Tips Mengatasi Oppositional Defiant Disorder

  • Beri anak peringatan secara berulang. Salah satu teknik mencegah sekaligus mengatasi gejala ODD pada anak adalah memberinya peringatan. Tentunya, Anda harus mengukur temperamen anak Anda untuk mengetahui berapa kali anak harus diperingatkan. Sebagai contoh, peringatkan anak Anda untuk tidak bermain game online setiap 10-15 menit. Secara tak sadar, anak akan belajar mengikuti perintah Anda dan lepas dari gejala ODD.
  • Jangan terlalu mengontrol anak. Gejala ODD bisa muncul akibat Anda terlalu mengontrol anak, sehingga mereka akan menjadi pembangkang andal. Untuk mencegah dan mengatasinya, Anda harus memberikan sedikit kebebasan pada anak untuk memilih hal yang dia suka.
  • Biarkan anak belajar mandiri. Anak-anak tidak suka terlalu dikekang dan diawasi, sehingga Anda harus membiarkan apa yang dilakukannya. Jika anak melakukan kesalahan, biarkan si kecil merasakan akibatnya, setidaknya sekali hingga dua kali. Setelah itu, baru Anda memberi solusi atas kesalahan dan konsekuensinya. Ini akan membuat gejala ODD anak berangsur-angsur membaik.
Baca juga:  Merek Bedak Yang Dianggap Cocok Untuk Usia Remaja 14 Tahun

Jika cara di atas masih belum cukup, sebaiknya Anda segera membawa anak ke psikiater anak. Ini akan membantu mengurangi sekaligus mencegah gejala ODD pada anak datang kembali saat mereka menginjak usia remaja dan dewasa.


[1] Harlina, Yulia, Amitya Kumara, Uly Gusniarti. 2010. Parent Management Training untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak yang Mengalami Oppositional Defiant Disorder. Jurnal Intervensi Psikologi Universitas Islam Yogyakarta, Vol. 2(2): 249-268.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: