Alami Migrain Setelah Olahraga? Ini Tips Mengatasinya

Ilustrasi: migrain setelah olahraga (Kindle Media) Ilustrasi: migrain setelah olahraga (Kindle Media)

Migrain termasuk penyakit kronis yang ditandai dengan nyeri di bagian kepala secara berulang.[1] Ada banyak faktor yang menyebabkan migrain kambuh dan salah satunya adalah melakukan aktivitas olahraga dengan cara yang kurang tepat. Biasanya, migrain akan muncul sesaat setelah melakukan olahraga dan ini harus segera diatasi, karena bisa mengganggu kualitas hidup.

Penyebab dan Gejala Migrain Setelah Olahraga

Dilansir dari allure, olahraga sebenarnya adalah pemicu migrain yang umum. Sebuah studi tahun 2013 yang dilakukan di klinik sakit kepala Belanda dan diterbitkan dalam The Journal of Headache and Pain menunjukkan bahwa dari 103 orang yang migrain, 38% di antaranya disebabkan aktivitas fisik, termasuk olahraga.

Seorang ahli saraf dari California bernama Joey Gee mengatakan, aktivitas fisik adalah pemicu umum timbulnya gejala migrain. Dokter ini juga menambahkan bahwa salah satu kriteria diagnostik untuk migrain adalah rasa sakit yang memburuk, aktivitas fisik, dan gerakan tertentu.

Seorang direktur medis dari Westpoint Headache Institute bernama Deena E. Kuruvilla juga setuju dan menegaskan bahwa orang yang migrain, gejalanya bisa lebih buruk ketika mereka mengeluarkan lebih banyak energi. Bisa dibilang, pasien migrain tidak boleh melakukan aktivitas fisik yang berat dan memerlukan istirahat yang cukup.

Baca juga:  Cowok Juga Bisa Insecure, Ini Bahayanya Gangguan Dismorfia Otot pada Anak Laki-laki
Olahraga lari (pexels: Kate Trifo)

Olahraga lari (pexels: Kate Trifo)

Bagi beberapa orang, mungkin hubungan antara olahraga dan migrain sulit dipahami, mengingat ada banyak manfaat melakukan aktivitas fisik tersebut. Namun, sebuah badan amal Migrain Trust yang berbasis di Inggris telah mencatat, berolahraga bisa menjadi katalis untuk beberapa faktor risiko migrain dan membuat tubuh rentan terhadap penyakit ini.

Saat berolahraga, apalagi kelas berat, tubuh akan mengalami dehidrasi, penurunan kadar gula darah, dan peningkatan kebutuhan oksigen di paru-paru. Jika semua faktor ini bisa diatasi, tubuh Anda akan baik-baik saja setelah olahraga. Namun, jika kondisi tubuh Anda sedang tidak fit dan semua masalah ini tidak bisa diatasi, Anda bisa terserang migrain setelah olahraga.

Gejala migrain yang dipicu olahraga cenderung mirip dengan migrain pada umumnya, antara lain lebih peka terhadap cahaya, suara, bau, dan rasa. Selain itu, kepala akan mulai berdenyut diiringi dengan sakit atau nyeri. Beberapa orang juga akan mengalami sakit di bagian kepala bawah hingga leher saat pertama kali mengalaminya. Sama seperti gejala migrain pada umumnya, ini bisa berlangsung lebih dari satu jam bahkan hingga 72 jam. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Baca juga:  Waspada Paparan Sinar UV Berlebihan Bisa Merusak Mata!

Cara Mengatasi Migrain Setelah Olahraga

Jika Anda sering mengalami sakit kepala setelah berolahraga, Anda harus segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui apakah yang Anda rasakan gejala migrain atau bukan. Hal ini karena ada beberapa jenis sakit kepala yang mirip dengan migrain, tetapi bukan migrain, di antaranya aneurisma, tumor otak, dan adanya gumpalan darah di otak.

Ilustrasi: migrain setelah olahraga (sumber: openfit.com)

Ilustrasi: migrain setelah olahraga (sumber: openfit.com)

Mungkin pemeriksaan yang akan dilakukan dokter memakan waktu yang cukup lama, karena proses mendiagnosis penyakit dengan gejala mirip dengan penyakit lainnya harus dilakukan dengan beberapa macam metode. Setelah mengetahui kondisi kesehatan Anda, dokter akan memutuskan jenis pengobatan atau terapi yang paling cocok untuk penyakit Anda.

Untuk migrain dengan gejala akut, biasanya dokter akan merekomendasikan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti naproxen. Obat ini harus segera diminum sebelum olahraga untuk mencegah sekaligus menghentikan sakit kepala yang akan terjadi. Namun, obat ini tidak disarankan untuk diminum secara rutin dalam jangka panjang, karena bisa menimbulkan gangguan pencernaan, sehingga pasien dengan riwayat migrain seperti ini tidak disarankan berolahraga secara rutin.

Baca juga:  Perawatan Kulit Saat Usia Dewasa

Gee mengatakan, cara terbaik untuk mengobati semua jenis migrain adalah menghentikannya sebelum dimulai dan inilah alasan mengapa pasien dengan riwayat migrain harus minum obat sebelum gejalanya datang. Anda juga harus memperhatikan kondisi lingkungan saat ingin berolahraga jika memiliki riwayat migrain. Usahakan pula untuk tidak berolahraga saat cuaca sedang panas dan lembap.

Selain itu, jika Anda pernah mengalami gejala migrain sekali saja setelah olahraga, cari tahu gerakan dan jenis olahraga yang membuat Anda mengalaminya. Ini berfungsi sebagai cara mencegah terserang migrain setelah olahraga. Cobalah untuk mengganti gerakan dan jenis olahraga tersebut dengan aktivitas fisik lain yang lebih mudah dan ringan.

[1] Riyadina, Woro & Yuda Turana. 2014. Faktor Risiko dan Komorbiditas Migrain (Risk Factor and Comorbidity of Migraine). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, Vol. 17(4): 371-384.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*