Mengatasi Anak Penderita OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

ocd, anak, cara, menangani, dampak, keluarga, terapi, perhatian, akomodasi, bantuan, perilaku, kognitif, kesehatan, mental, program, yayasan, malas, konsentrasi, lingkungan, Obsessive Compulsive Disorder, gangguan Ilustrasi: ekspresi emosional yang berlebihan

Jika Anda mengalami gangguan obsesif kompulsif atau Obsessive Compulsive Disorder (OCD), Anda tahu bahwa kondisi ini tidak hanya memengaruhi tetapi juga seluruh keluarga. Hal itu bisa diatasi dengan mengikuti panduan yang dapat membantu orang tua mendapatkan pemahaman lebih baik tentang OCD, belajar strategi yang bermanfaat untuk mendukung -anak mereka, dan mengurangi kesulitan di sekitarnya.

Apa Itu OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

OCD biasanya meliputi yang tidak dapat dikendalikan dan berulang (obsesi) dan (kompulsi atau ritual) yang dirasakan seorang anak. OCD bisa juga diartikan sebagai sebuah kondisi psikologis di mana anak memiliki rasa cemas berlebih akan suatu hal. Rasa cemas tersebut membuat si kecil melakukan suatu hal secara berulang kali. Hal yang membuatnya cemas bisa bermacam-macam. Tidak hanya takut terkena penyakit, tapi juga takut kotor, takut bersentuhan dengan orang lain, dan semua hal harus sejajar atau simetris.

Contoh anak yang mengalami OCD adalah ia sangat takut tertular penyakit saat bersentuhan dengan orang lain (tahap obsesi). Hal itu membuatnya harus mencuci tangan berulang kali untuk menjamin ia tidak tertular (tahap kompulsi). Setelah itu, ia baru akan merasa aman (tahap kelegaan sementara), namun rasa cemas itu kembali datang sehingga membuatnya takut untuk bersentuhan dengan orang lain lagi (tahap ). Dan proses itu akan selalu berputar.

Dampak OCD Pada Keluarga

OCD tidak hanya memengaruhi anak-anak yang mengalami gangguan, namun keadaan tersebut dapat berdampak pada seluruh keluarga, sehingga sering terjadi konflik. Misalnya, anak menunjukkan OCD-nya pada jam-jam tertentu di pagi seperti jam 9 pagi di rumah, hal itu dapat membuat Anda terlambat bekerja dan anak-anak terlambat ke sekolah. OCD juga dapat membuat anggota keluarga tidak dapat menyentuh objek tertentu atau mengucapkan frasa tertentu. Hal itu dapat membuat anggota keluarga merasa tidak nyaman di rumah mereka sendiri.

Orang tua dan saudara kandung dapat merasa kesal karena OCD dapat mengganggu kehidupan sehari-hari mereka. Orangtua juga dapat merasa bersalah karena tidak dapat mendukung anak mereka secara memadai.

Dampak OCD Pada Anak (Penderita)

ocd, anak, cara, menangani, dampak, keluarga, terapi, perhatian, akomodasi, bantuan, perilaku, kognitif, kesehatan, mental, program, yayasan, malas, konsentrasi, lingkungan, Obsessive Compulsive Disorder, gangguan

Ilustras: anak cuci tangan

Kelelahan

Anak akan melakukan hal yang sama terus menerus. Misalnya, ia akan mencuci tangan terus menerus karena merasa tangannya masih dipenuhi kuman. Anak akan mengunci pintu berkali-kali untuk memastikan ia aman.

Kurangnya konsentrasi

Karena anak terus menerus cemas soal tertentu, ia jadi kehilangan konsentrasi tentang apa yang dia kerjakan. Ia tak akan bisa belajar tenang jika ia terus menerus memikirkan kebersihan tangannya. Ia juga tak akan bisa tidur jika ia selalu memikirkan apakah ia telah mengunci pintu dengan benar atau belum.

Sulit beradaptasi dengan lingkungan baru

Saat terbiasa dengan pola yang sama setiap hari, anak OCD akan mengalami kecemasan luar biasa jika keluar dari pola rutinitasnya. Ia akan marah jika orang tidak mengikuti ketepatan waktunya. Bahkan, ia akan mengamuk jika susunan ruangan atau pola tertentu yang biasa ia lihat tidak terlihat teratur seperti biasa. Orang sekitar yang tak memahami OCD juga akan dibuat kesal karena menganggap bahwa penderita OCD terlalu disiplin, terlalu rapi, terlalu bersih, atau terlalu sering mengoreksi tata bahasa orang lain (grammar). Ini mengakibatkan banyak orang yang memiliki gangguan obsesif kompulsif tidak memiliki teman.

Malas

Saat anak takut kotor, ia akan kehilangan kesempatan bermain di luar ruangan yang memungkinkan bajunya kena kotoran. Ia juga malas untuk membuat sesuatu yang baru di luar rutinitasnya. Padahal, di usia 4-15 tahun, kesempatan untuk mengeksplorasi bakat dan kemampuan diri sedang berkembang. Mencoba sesuatu yang baru adalah salah satu cara mengembangkan bakat anak.

Bagaimana Menangani Anak Yang Mengidap OCD?

ocd, anak, cara, menangani, dampak, keluarga, terapi, perhatian, akomodasi, bantuan, perilaku, kognitif, kesehatan, mental, program, yayasan, malas, konsentrasi, lingkungan, Obsessive Compulsive Disorder, gangguan

Ilustrasi: bantuan konseling profesional untuk anak

Mencari bantuan dari profesional kesehatan yang berpengalaman

Cara ini dianggap sebagai awal yang baik untuk memulai. Strategi yang digunakan untuk mengobati OCD mungkin akan bertentangan dengan naluri maternal dan paternal, sehingga penting bagi anak-anak dan orang tua untuk terlibat dalam dan belajar bagaimana mengelola OCD.

Melakukan perilaku kognitif

Cognitive Behavioral Therapy (CBT) adalah psikoterapi khusus yang membantu orang mempelajari hubungan di antara pikiran, perasaan, dan perilaku, serta mengembangkan alat untuk mengatasi pola yang tidak membantu. Jenis CBT khusus yang berfokus pada paparan dan pencegahan tanggapan (exposure and response prevention/ERP) dianggap sebagai pengobatan standar untuk OCD.

Perawatan berbasis bukti tersebut dinilai membantu seorang anak secara bertahap menolak terlibat dalam kompulsi sambil belajar bahwa hasilnya tidak seburuk yang diharapkan, setidaknya, dapat ditoleransi. Jika anak Anda lebih dari satu jam setiap hari, sehingga menciptakan kesulitan bagi anak atau keluarga Anda, serta mengganggu kegiatan, anak Anda dapat memperoleh manfaat dari CBT dengan ERP. Anda dapat meminta dokter anak untuk memberikan referensi, atau mencari penyedia atau program melalui Yayasan OCD Internasional.

Cobalah untuk tidak menuruti setiap keinginan anak

Sebagai orang tua, naluri Anda adalah mendukung dan melindungi anak. Sayangnya, penderita OCD membutuhkan perhatian dan akomodasi. Misalnya, jika anak meminta Anda membukakan pintu untuk menghindari kontak dengan kuman, Anda secara tidak sengaja memperkuat OCD pada anak setiap kali Anda menuruti keinginannya membukakan pintu. Hal ini karena otak anak Anda menganggap bahwa pegangan pintu adalah sesuatu yang perlu ditakuti dan tidak dapat ditangani oleh anak.

Oleh karena itu, cobalah untuk menolak berpartisipasi, meskipun rasanya tidak enak untuk menahan diri. Dengan membiarkan anak menangani masalahnya, itu berarti memberikan anak pengidap OCD keberanian serta dorongan mengatasi ketakutannya. Menolak memberikan bantuan mungkin dapat memperburuk gejala sebelum anak menjadi lebih baik. Situasi bisa membaik jika Anda tetap konsisten.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: