Mengapa Pedikur/Terapi Ikan Dianggap Berbahaya?

pedikur, terapi, ikan, doctor, fish, bakteri, penyakit, diabetes, luka, terbuka, sel, kulit, mati, endorfin, manfaat, berbahaya, dokter, penelitian, air, kolam, steril, higienis, risiko, kaki, kondisi, kesehatan, memar, menular Terapi ikan memiliki dampak kurang baik (youtube: Austin & Jess Vlogs)

Menikmati waktu sambil merendam di buatan yang dipenuhi dengan berukuran kecil mungkin bisa menjadi kegiatan menarik. Menurut beberapa orang, ikan bisa membawa manfaat antara lain mati pada kaki akan terkelupas. Selain itu, ikan juga bisa membuat tubuh menjadi rileks dan membuat tubuh meningkatkan sekresi endorfin yang memberikan perasaan menyenangkan.

Dikarenakan ikan-ikan di dalam kolam memakan sel-sel kulit mati pada kaki, maka nantinya kulit akan terangsang untuk menciptakan pertumbuhan sel kulit baru. Pedikur ikan juga dinilai bisa mengurangi gatal.

Tetapi, tahukah Anda bahwa pedikur ikan bisa menjadi ide yang buruk. Mengapa? Perlu diketahui bahwa ikan pedikur bisa menyebabkan deformasi pada jari kaki Anda. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Jika Anda pernah bertanya-tanya bagaimana rasanya mendapatkan pedikur ikan, mungkin beberapa orang ada yang menjawab terdapat sensasi geli tetapi akhirnya bisa rileks. menggunakan ikan yang dikenal sebagai garra rufa atau disebut juga dengan doctor fish, yang menggigit kulit mati dari kaki Anda.

Terapi/pedikur ikan mungkin sudah mulai dikenal sejak 10 tahun yang lalu dan hingga kini masih populer, meskipun ada beberapa kekhawatiran atas kebersihan kolam/air yang digunakan. Bak air panas di mana menjadi tempat kaki Anda sering digunakan kembali, seperti juga ikan. Bisa jadi ada berbagai jamur dan bakteri penyebab penyakit yang bisa terdeteksi di spa pedikur ikan.

Selain itu, laporan baru dalam jurnal JAMA Dermatology mengatakan bahwa kuku jari-jari kaki Anda dapat berhenti tumbuh setelah pedikur ikan. Ini tampaknya telah terjadi pada seorang wanita berusia 20 tahun, yang mengalami pertumbuhan kuku jari kaki selama enam bulan setelah pedikur ikan. Para peneliti berpikir ikan mungkin telah menemukan bahwa lempeng kuku berhenti memproduksi sementara. Kondisi itu disebut dengan Onychomadesis. Hal itu mungkin bisa dijadikan alasan bagi Anda untuk memikirkan kembali seluruh gagasan pengobatan memakai pedikur ikan.

pedikur, terapi, ikan, doctor, fish, bakteri, penyakit, diabetes, luka, terbuka, sel, kulit, mati, endorfin, manfaat, berbahaya, dokter, penelitian, air, kolam, steril, higienis, risiko, kaki, kondisi, kesehatan, memar, menular

Beberapa hal mengenai pedikur ikan patut dipertimbangkan ulang (sumber: Pinterest)

Para ahli memperingatkan bahwa terapi/pedikur menggunakan ikan juga bisa berubah menjadi cara berbahaya yang berisiko tinggi karena dapat berperan sebagai penyebar infeksi hepatitis C.

Sementara itu, ada beberapa dokter yang menyatakan bahwa pedikur ikan bisa menyebarkan infeksi dari orang ke orang melalui luka terbuka dan bisa menyebabkan terjadinya penyebaran infeksi hepatitis C.

Menurut Lembaga Perlindungan Inggris, orang-orang yang berpotensi menularkan penyakit berbahaya adalah mereka yang menderita diabetes, psoriasis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah sangat rentan.

Selain itu, ada beberapa bakteri yang ditengarai berada dalam ‘doctor fish’ yang digunakan untuk terapi/pedikur ikan, yaitu bakteri aeromonas, streptococcus agalactiae, dan mycobacteria. Bakteri-bakteri ini terkait dengan infeksi pada kulit dan jaringan halus di dalamnya. Sementara bakteri aeromonas diketahui bisa menyebabkan masalah gastrointestinal pada manusia. Yang membuat masalah ini semakin buruk adalah karena beberapa bakteri diketahui kebal terhadap beberapa jenis obat-obatan.

Menurut David Verner-Jeffreys, ketua sebuah penelitian tentang terapi ikan mengatakan bahwa hingga saat ini ada beberapa pasien yang telah diketahui mengalami infeksi karena hal ini. Namun, yang membuat Jeffreys semakin khawatir adalah adanya temuan bahwa ikan-ikan atau air tempat mereka hidup mengandung zat patogen yang berbahaya.

Aktivitas terapi ikan memang populer di sebagian masyarakat dunia termasuk di Asia Timur. Namun, beberapa negara bagian AS, termasuk Florida, Texas, New Hampshire dan Washington, sangat mengkhawatirkan metode itu, karena takut, infeksi  dapat menyebar melalui luka terbuka. Inilah sebabnya mengapa beberapa negara di AS, melarang layanan terapi ikan.

pedikur, terapi, ikan, doctor, fish, bakteri, penyakit, diabetes, luka, terbuka, sel, kulit, mati, endorfin, manfaat, berbahaya, dokter, penelitian, air, kolam, steril, higienis, risiko, kaki, kondisi, kesehatan, memar, menular

Kolam yang kecil berisiko menjadi habitat mikroorganisme (sumber: hugbucket.com)

Tak hanya itu, kondisi kolam terapi ikan  yang terlalu kecil dan seringkali digunakan oleh banyak orang, dikhawatirkan pula menjadi sarang berkembangnya mikroorganisme. Dengan demikian, masalah dapat meningkat, baik ketika bakteri ditularkan oleh ikan, atau dari kondisi airnya sendiri yang telah dipakai oleh satu orang ke orang lainnya.

Jika mengikuti prosedur yang seharusnya, maka air di dalam bak terapi ikan harus selalu disterilkan. Namun, karena khawatir ikan Garra Rufa yang ada di dalamnya mati, sehingga, mungkin pemilik layanan terapi ikan menjadi jarang sekali melakukan sterilisasi air.

Salah seorang dermatolog asal India, Swati asli Mumbai mengamati masalah mengenai pro kontra terapi ikan. Menurut Swati, terapi ikan bisa menjadi  konsekuensi berat. Terapi ikan mungkin tampak menyegarkan dapat mempengaruhi kulit dan dapat menyebabkan infeksi kaki bagi beberapa orang. Kontak dengan darah atau bakteri dari orang lain di dalam air dan juga ikan, dengan tubuh Anda juga dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti HIV.

Dokter kulit lainnya, Dr SS Trasi juga mengungkapkan bagaimana kulit seseorang yang halus bisa menderita karena air dalam bak terapi ikan yang tidak higienis. Selama perawatan, seseorang merendam kaki dalam tangki yang berisi air hangat bersama dengan ikan kecil. Ikan-ikan itu hanya makan kulit mati, tetapi kadang-kadang mereka juga cenderung menggigit kulit dengan luka terbuka.

Meski masalah terapi ikan menjadi perdebatan di antara para dokter di banyak negara, namun, pakar kulit, Risha Mehta mengatakan bahwa agar masyarakat tidak langsung panik mendengar kabar tentang terapi ikan, ia memberikan sarannya yaitu jika Anda benar-benar ingin melakukan pedikur ikan, akan lebih baik jika Anda memastikan terlebih dahulu bahwa Anda tidak memiliki kondisi kesehatan yang buruk. Dan juga melihat bahwa kaki Anda tidak memiliki luka terbuka atau kondisi kulit menular. Ini penting untuk mencegah terjadinya risiko penyakit berbahaya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: