Ada Alasan Psikologis, Mengapa Orang Lebih Suka Kebisingan

Ilustrasi: memakai headphone di tengah suasana ramai (sumber: popsci.com)Ilustrasi: memakai headphone di tengah suasana ramai (sumber: popsci.com)

Kebisingan memiliki dampak buruk bagi banyak orang, seperti gangguan fokus dan pendengaran.[1] Namun, bagi beberapa orang, kebisingan adalah hal yang biasa dan mereka cenderung lebih suka di tempat yang bising dan ramai daripada tempat biasa yang sepi. Ada alasan psikologis, mengapa orang lebih suka kebisingan daripada ruang biasa.

Fungsi Kebisingan

“Kebisingan dapat digunakan dalam upaya untuk mengalihkan atau menghindari emosi dan pikiran yang tidak menyenangkan,” kata Jenna Carl, seorang psikolog klinis dan kepala petugas medis di Big Health, dalam HuffPost. “Pada dasarnya, ini berfungsi sebagai pengalih perhatian.”

“Secara efektif, kita mengisi kapasitas perhatian kita secara maksimal dengan kebisingan supaya tidak ada kapasitas fokus yang tersisa terhadap hal-hal yang harus dihindari,” jelas Juulia Karlstedt, seorang konselor kecemasan dan perfeksionisme. “Namun, tidak mudah membiasakan diri di lingkungan yang bising.”

Karlstedt juga menjelaskan, untuk menekan fungsi kebisingan dengan cara kerja coping skill ini, Anda harus melakukannya terus menerus, sehingga Anda terbiasa. Butuh waktu agak lama untuk beradaptasi, terutama bagi Anda yang sering berada di lingkungan yang senyap.

Baca juga:  Sangat Cocok bagi Pemula, 4 Foundation Murah ini di Bawah Rp 50 ribu

Tidak Semua Orang Membutuhkan Kebisingan

Sampai taraf tertentu, mendengarkan kebisingan adalah cara yang sangat baik untuk mengelola emosi Anda. Jika Anda merasa kewalahan atau tertekan di tempat kerja, misalnya, Anda mungkin merasa tidak nyaman, menangis, dan mungkin memerlukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian Anda.

“Tapi inilah masalahnya, Anda tidak ingin menghindari emosi Anda sepenuhnya atau selamanya,” kata Carl. “Anda ingin mencari waktu di kemudian hari untuk kembali ke pikiran Anda untuk mengevaluasinya dan merasakan perasaan yang ingin Anda kemukakan.”

Sayangnya, tidak semua orang merasa efektif dengan teori kebisingan mampu meredakan emosi. Menghindari perasaan dan pikiran negatif dengan kebisingan bisa memperkuat efek negatifnya. Apalagi pada dasarnya manusia tidak bisa mengatasi kecemasan yang sudah ditahan dan dihindari dalam waktu yang lama. Ada banyak hal yang akan membuatnya muncul ke permukaan dan membuat Anda meledak.

Ilustrasi: terganggu oleh kebisingan (sumber: tomorrow.city)

Ilustrasi: terganggu oleh kebisingan (sumber: tomorrow.city)

“Kebisingan harus digunakan dengan tepat dan oleh orang yang tepat,” kata Carl. “Tidak ada strategi coping yang inheren, bahkan kebisingan memiliki penggunaan yang harus tepat untuk berguna dengan baik.”

Baca juga:  Pandemi Ternyata Picu Kecemasan Pasca-Persalinan (Postpartum Anxiety)

Untuk itu, Anda perlu melakukan tes kenyamanan dan kecocokan. Cobalah berada di tempat yang bising selama seharian penuh saat Anda merasa cemas, emosi, dan kalut. Setelah itu, cobalah fokus pada kebisingan di sekitar Anda dan tidak memikirkan apa yang menyebabkan emosi dan pikiran negatif Anda muncul. Jika Anda merasa lega setelah melakukan tes ini, mungkin Anda bisa melanjutkannya.

Namun, bagi Anda yang malah merasa menjadi semakin cemas, emosi, dan memiliki banyak pikiran negatif, segera cari tempat yang sepi. Tenangkan diri Anda dan cari cara lain untuk mengatasinya. Para ahli sudah merekomendasikan beberapa alternatif dari kebisingan untuk menekan emosi dan pikiran negatif Anda.

Alternatif Kebisingan untuk Meredakan Emosi

Restrukturisasi Kognitif

“Teknik ini menantang pikiran Anda,” kata Carl. “Keterampilan ini memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi sebuah pemikiran, memahami bagaimana perasaan dan perilaku Anda, dan memahami apakah pemikiran itu bermanfaat atau tidak.”

Paparan Kekhawatiran

“Keterampilan ini adalah tentang menyelami rasa takut,” kata Carl. “Jika pikiran Anda kerap menimbulkan kekhawatiran, biarkan diri Anda membayangkan skenario terburuk. Melalui pengulangan dengan teknik ini, Anda dapat menemukan bahwa kecemasan Anda berkurang.”

Baca juga:  Apa Itu Lucid Dreaming?

Jika opsi ini membuat Anda merasa cemas, tidak apa-apa. Anda dapat melakukannya dengan terapis atau teman. Diharapkan, setelah melakukan metode ini, Anda bisa mengatasi apa yang terburuk yang terjadi dan merasa tidak cemas dengan kejadian tersebut.

Melatih Fokus

Melatih fokus akan membantu Anda untuk tidak menghakimi diri sendiri dan membuat emosi negatif lebih dapat ditoleransi diri sendiri. Ini juga membuat Anda menjadi lebih tenang, sehingga bisa mengamati cara berpikir Anda dan bereaksi dengan lebih tenang terhadap gangguan yang ada.

Aktivitas mindfulness lainnya termasuk latihan pernapasan juga bisa menjadi alternatif untuk mengatasi perasaan dan pikiran negatif selain kebisingan. Sementara itu, bagi Anda yang lebih suka dengan kebisingan, pilihlah backsound yang menarik, baik itu podcast, music kesukaan Anda, atau acara TV yang sedang Anda ikuti.

[1] Herawati, Peppy. 2016. Dampak Kebisingan dari Aktifitas Bandara Sultan Thaha Jambi terhadap Pemukiman Sekitar Bandara. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, Vol. 16(1): 104-108.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: