Mengapa Manicure Bisa Menjadi Sesuatu Yang Berbahaya?

manicure, berbahaya, bahaya, sinar, UV, gel, manikur, rapuh, berubah, warna, proses, perendaman, aseton, alkohol, kering, kuku, kulit, retina, mata, cat, rapuh, risiko, perawatan, bahan, alami, asam, glikolat, kutikula Melakukan manicure sendiri

Khususnya bagi wanita, kegiatan manicure merupakan salah satu treatment yang biasa dilakukan ketika mengunjungi salon. Tetapi, pernahkah Anda berpikir bahwa manicure bisa membawa dampak buruk bagi diri Anda sendiri?

Seorang dokter , dr. Dana Stern mengungkapkan bahwa dirinya mengkhususkan diri mendalami diagnosis mengenai perawatan kuku, tentang potensi kerusakan yang bisa terjadi pada kuku seseorang.

Sebenarnya apa risiko dari manicure? samping yang paling jelas terlihat mungkin adalah penipisan kuku. Sebuah dari Miami School of Medicine menemukan bahwa gel manicure (manikur) bisa menyebabkan penipisan kuku, baik dari komposisi kimia dari cat kuku atau proses perendaman menggunakan aseton. Menurut dr. Dana, proses penghapusan cat kuku dapat menyebabkan kerusakan kuku.

Salah satu hal yang biasa dilakukan saat manikur adalah mengecat kuku. Saat mengaplikasikan cat kuku gel, Anda akan memerlukan alat pengering khusus supaya hasilnya dapat bertahan lama dan melekat sempurna. Seluruh kuku dan tangan Anda nantinya akan dimasukan ke dalam alat pengering yang memancarkan sinar ultraviolet (UV) selama beberapa menit. Selain mempercepat proses pengeringan, sinar UV yang dipancarkan dari lampu khusus ini juga akan membuat cat kuku gel lebih awet. Sayangnya, paparan sinar UV secara langsung ke kulit bukanlah hal yang baik. Meski sinar yang dipancarkan alat tersebut tidak menyebabkan kulit jadi terbakar, namun tetap saja dapat merusak jaringan dan kolagen kulit.

Akrilik biasa atau reguler juga bisa mengekspos kulit Anda terhadap sinar UV, sebagai bagian dari proses pengeringan kuku. Cahaya yang dipancarkan dalam spektrum UVA dapat berkontribusi terhadap tanda-tanda penuaan kulit seperti bintik-bintik coklat dan keriput.

Meskipun paparan sinar itu tidak berkontribusi pada risiko kulit, tetapi, sebaiknya tetap menggunakan sunscreen untuk menghindari paparan sinar matahari. Selain kuku, sinar UV juga berisiko terhadap mata Anda. Jika salon menggunakan perangkat LED, Anda bisa menggunakan kacamata pelindung dengan lensa kuning atau oranye.

manicure, berbahaya, bahaya, sinar, UV, gel, manikur, rapuh, berubah, warna, proses, perendaman, aseton, alkohol, kering, kuku, kulit, retina, mata, cat, rapuh, risiko, perawatan, bahan, alami, asam, glikolat, kutikula

Efek samping fototoksisitas pada kuku (sumber: aapublications.org)

Risiko lain dari penggunaan cahaya dalam proses pengeringan kuku adalah fototoksisitas. Jika Anda minum obat tertentu, ketika terkena cahaya, maka dapat menyebabkan risiko terbakar sinar matahari, menyebabkan kuku menjadi terbagi/terpotong, atau meningkatkan risiko kerusakan retina pada mata.

Dari treatment manikur, bisa juga menyebabkan kuku menjadi sulit untuk bernapas. Terlalu sering melakukan gel manicure diketahui dapat membuat kuku sulit untuk bernapas. Meskipun permukaan kuku merupakan sel-sel kulit mati yang tidak membutuhkan oksigen, namun bantalan kuku dan kutikula termasuk sebagai sel hidup yang tetap membutuhkan oksigen, vitamin, serta mineral.

Jika Anda termasuk sebagai wanita yang hobi melakukan gel manicure, berilah kuku jeda untuk ‘istirahat’ sejenak dengan tidak memakai cat kuku. Hal ini bisa Anda lakukan paling tidak selama satu minggu. Selain memberikan jeda, Anda juga bisa melakukan perawatan dengan rajin mengoleskan hand cream yang mengandung vitamin E dan cuticle oil agar kuku dan kulit di sekitarnya tetap lembap.

Untuk penggemar pengguna cat kuku, juga perlu waspada. Hal ini karena jika Anda terlalu sering menggonta-ganti cat kuku gel rupanya juga dapat sebabkan kuku jadi mudah kering dan rapuh. Untuk menghapus cat kuku gel dan menggantinya dengan yang baru, kuku harus direndam dengan cairan aseton dalam waktu yang cukup lama. Proses perendaman inilah yang nantinya dapat mengakibatkan kerusakan dan kekeringan.

Selain itu, perlu Anda ketahui juga bahwa bahan kimia yang terkandung di dalamnya turut berperan dalam membuat kuku jadi rapuh dan mudah patah. Namun, jika permasalahan ini sudah terlanjur terjadi, Anda bisa mengoleskan minyak zaitun atau pelembap sebelum proses perendaman berlangsung guna meminimalisir kuku dan kulit di sekitarnya menjadi kering.

Meski kini sudah ada banyak produk cat kuku yang berformula ‘ramah kulit’, namun tetap saja terlalu sering melakukan gel manicure dapat merusak kuku. Parahnya lagi, jika Anda kerap bergonta-ganti warnanya, permukaan kuku pun jadi lebih tipis dan mudah patah. Efek menipisnya permukaan kuku pun akan sama jika cat kuku gel dilepaskan secara fisik. Misalnya saja saat dikikis dengan menggunakan buffer atau penghalus kuku.

manicure, berbahaya, bahaya, sinar, UV, gel, manikur, rapuh, berubah, warna, proses, perendaman, aseton, alkohol, kering, kuku, kulit, retina, mata, cat, rapuh, risiko, perawatan, bahan, alami, asam, glikolat, kutikula

Mengaplikasikan kuteks pewarna kuku (sumber: timeout.com)

Selain mudah rapuh dan mengalami kekeringan, pemakaian kuteks gel yang dilakukan secara terus menerus juga akan mempercepat perubahan warna kuku. Tidak hanya mengubah warna kuku menjadi kuning, tampilan kuku pun akan terlihat kusam dan tidak sehat. Menurunnya kondisi kuku umumnya juga diikuti dengan buruknya kondisi kulit di sekitarnya. Misalnya saja, kutikula yang terkelupas dan iritasi. Bahkan, tak jarang kondisi ini juga kerap menimbulkan rasa perih saat kulit dengan keringat atau sabun.

Menurut saran dr. Dana, jika Anda merupakan petugas atau pemilik salon, sebaiknya bertanya kepada dokter untuk mengetahui apakah obat yang digunakan dapat menyebabkan fotosensitivitas/fototoksisitas atau tidak berisiko memicu keduanya.

Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena risiko itu bisa dicegah. Saran dari dr. Dana adalah melakukan manikur secukupnya dan memastikan Anda mengetahui proses dari manikur. Jika Anda ingin mengetahui bahan yang digunakan, bisa bertanya kepada pihak salon.

Lalu, pastikan pihak salon tidak memakai alat-alat yang menyebabkan kerusakan dan kadang-kadang kerusakan itu tidak bisa diperbaiki ketika mengenai kuku dan kutikula. Jika gel polish tidak mudah luntur setelah perendaman dalam aseton, Anda sebaiknya mengetahui bahwa hal itu tidak aman. Hal yang sama berlaku juga ketika kutikula Anda dipotong atau dihilangkan saat persiapan manikur.

Bagi orang yang sering melakukan manikur, dr. Dana merekomendasikan untuk merawat kuku dengan bahan seperti minyak kelapa dan minyak anggur untuk memberikan hidrasi dan merevitalisasi kuku.

Dengan memakai bahan-bahan alami, dianggap mengandung asam glikolat yang berperan sebagai pencegah kerusakan kuku dan memberikan kilau pada permukaan kuku. Selain asam glikolat, kandungan seperti fosfolipid dinilai bisa memberikan fleksibilitas pada kuku.

Ketika di rumah, dalam mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari, Anda bisa memakai sarung tangan, seperti ketika mencuci piring. Selain itu, hindari pula penggunaan hand sanitizer (pembersih tangan) yang mengandung alkohol. Hal itu karena alkohol dianggap bisa membuat kering kuku dan kulit.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: