Apa Saja Tips Memulihkan Diri Setelah Keguguran?

Ilustrasi: wanita hamil dirawat di rumah sakit (sumber: parents.com)Ilustrasi: wanita hamil dirawat di rumah sakit (sumber: parents.com)

Banyak wanita merasa dirinya tidak beruntung saat mengalami keguguran. Ini cenderung membuat mereka terpuruk dan memiliki emosi yang tidak stabil. Setelah mengalami keguguran, ada baiknya Anda memulihkan diri dan tidak terlalu lama bersedih. Sehingga, Anda bisa bersiap melakukan promil selanjutnya dengan lebih optimal.

Penyebab Keguguran

Dilansir dari Allure, seorang wanita bernama Chrissy Teigen mengalami keguguran pada kehamilan ketiganya. Ibu tersebut mengungkapkan bahwa ia telah kehilangan bayi laki-laki akibat komplikasi pendarahan. Bayinya tidak bisa diselamatkan, meskipun sudah ada beberapa kantong transfusi darah untuk menghentikan pendarahan.

Kejadian keguguran dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain kelainan pertumbuhan hasil konsepsi, kelainan plasenta, penyakit pada ibu, dan faktor eksternal.[1] Selain itu, faktor predisposisi terjadinya abortus adalah jumlah graviditas, penyakit ibu yang melemahkan kandungan, infeksi, paparan lingkungan, dan trauma fisik atau emosional.

Keguguran lebih berisiko pada orang yang memiliki gangguan tiroid, gangguan imun, diabetes, penyakit jantung bawaan, minuman beralkohol, dan obat-obatan. Dilansir dari berbagai sumber, wanita yang berisiko keguguran biasanya berusia lanjut. Semakin tua umur wanita, maka semakin tinggi angka kejadian abortus. Selain itu, keguguran juga bisa terjadi jika usia wanita belum cukup siap untuk hamil. Wanita yang berusia di bawah 20 tahun, akan memiliki peluang keguguran lebih besar dibandingkan ibu muda yang berusia 20 tahun ke atas.

Baca juga:  Gairah Seks Anda Menurun? Awas Gejala Menopause Dini
Ilustrasi: pasien wanita keguguran (sumber: independent.co.uk)

Ilustrasi: pasien wanita keguguran (sumber: independent.co.uk)

Seorang spesialis kandungan dari Columbia University Fertility Center di New York mengatakan, keguguran juga bisa disebabkan oleh masalah genetik pada bayi. Dalam hal ini, waktu yang paling riskan terjadi abortus adalah selama trimester pertama(13 minggu pertama) kehamilan. Kebanyakan dari wanita yang keguguran, mengalami hal ini ketika usia kehamilan mereka menginjak 5 minggu.

Keguguran juga sering terjadi pada wanita yang belum mengetahui bahwa dirinya hamil. Apalagi, gejalanya hampir mirip dengan menstruasi, hanya saja intensitas darah yang keluar lebih banyak dan disertai dengan kram perut berlebihan. Untuk mengetahui seseorang mengalami keguguran atau gangguan menstruasi, dokter akan menyarankan USG.

Jika seseorang mengalami keguguran, dari hasil USG diketahui ada janin yang meninggal dan jika itu hanya gangguan menstruasi, maka tidak ditemukan janin atau jaringan. Janin bisa diidentifikasi mati jika tidak ada detak jantung atau pergerakan khusus. Untuk mengatasi hal ini, dokter akan menganjurkan pembersihan rahim atau biasa disebut dengan kuret.

Baca juga:  Ciri-ciri Depresi Terselubung yang Mungkin Menimpa Orang Terdekat Anda

Mengetahui bahwa janin di dalam rahim sudah meninggal dan diangkat, pasti membuat calon ibu merasa sedih. Selain itu, keguguran juga bisa menyebabkan gangguan emosional dan fisik, di antaranya depresi, stres, anxiety disorder, trauma, PTSD, mudah sakit, berat badan menurun drastis, dan masih banyak lagi. Untuk mengatasinya, Anda bisa menyimak tips berikut.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Keguguran?

Ilustrasi: pasangan suami istri sedih (sumber: babycentre.co.uk)

Ilustrasi: pasangan suami istri sedih (sumber: babycentre.co.uk)

  • Bersandar kepada keluarga dan suami. Bagi Anda yang merasa terpuruk setelah mengalami keguguran, sebaiknya Anda mencari sandaran yang mampu menghibur Anda. Suami dan keluarga adalah orang yang akan membuat hari-hari Anda terasa lebih menyenangkan. Sehingga, Anda bisa pulih dengan waktu relatif cepat setelah keguguran.
  • Mengunjungi terapis. Sebaiknya Anda pergi ke terapis atau psikiater untuk memulihkan kondisi Anda yang sedang terpuruk. Melakukan terapi setiap minggu akan membuat pikiran Anda menjadi lebih tenang dan rileks. Selain itu, Anda juga akan merasa lebih siap untuk mencoba program hamil tanpa rasa cemas atau trauma akibat abortus.
  • Istirahat cukup untuk memulihkan diri. Bagi Anda yang masih trauma dengan keguguran yang Anda alami, sebaiknya jangan memaksakan untuk bekerja. Jika perlu, ambil cuti kerja selama beberapa hari untuk beristirahat dan memulihkan kondisi mental Anda. Selain bisa membuat Anda merasa lebih fit, ini akan mencegah penurunan kualitas kerja saat di kantor.
  • Dilansir dari ALODOKTER, Anda juga perlu mengabaikan komentar orang, apalagi komentar yang membuat hati Anda sedih dan jengkel. Selain itu, Anda disarankan selalu berpikir positif tentang komentar apa saja yang Anda dengar. Sehingga, Anda tidak akan teringat dengan masa lalu dan bisa fokus menyembuhkan diri.
Baca juga:  Mengapa Pedikur/Terapi Ikan Dianggap Berbahaya?

Itulah beberapa tips agar Anda bisa pulih dengan cepat setelah mengalami keguguran. Abortus tidak hanya terjadi pada satu orang, banyak wanita yang pernah mengalaminya. Mungkin Anda juga bisa berbagi cerita dengan orang yang pernah mengalami hal serupa. Sehingga, perasaan Anda bisa lebih lega dan tidak terbebani dengan pengalaman yang menyedihkan tersebut.

[1] Mardiyanti, Ika. 2015. Kejadian Keguguran Ditinjau dari Umur Ibu di Bps Ita Ariani Wonoayu Sidoarjo. Jurnal Ilmiah Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Vol. 8(2): 213-220.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: