Anak Anda Jadi Korbang Bullying? Ini Tips Memotivasi Supaya Kuat Mental

Ilustrasi: anak korban bullying (sumber: today.com)Ilustrasi: anak korban bullying (sumber: today.com)

Bullying merupakan masalah universal yang menyentuh hampir setiap orang dari berbagai usia dan jenis kelamin dengan efek yang dapat berlangsung seumur hidup.[1] Pada usia kanak-kanak, biasanya perundungan seperti ini ditemukan di tingkat sekolah dan berdampak buruk pada nilai serta psikologis mereka. Sebagai orang tua, sebaiknya Anda memberikan motivasi kepada anak Anda supaya bisa bangkit dan tidak menjadi korban perundungan lagi.

Gejala Bullying pada Anak

Dilansir dari Harvard Health Publishing, anak-anak di kelas sekolah dasar memang kerap menjadi korban bully, baik oleh sesama teman sekelas atau kakak kelas mereka. Bagi siswa yang memiliki mental lemah dan tidak tahan dengan perundungan, bisa mengakibatkan berbagai macam efek psikologis yang tak jarang memengaruhi kreativitas dan nilai akademik.

Sayangnya, tidak semua anak bisa terbuka dengan orang tuanya dan beberapa justru menyembunyikan apa yang telah dialaminya. Sebagai orang tua, Anda harus tahu apa pun yang dialami anak Anda, sehingga Anda bisa mengerti apa saja tekanan yang mereka rasakan. Salah satu cara yang efisien untuk mengetahui apakah anak Anda menjadi korban perundungan adalah dengan memperhatikan sikapnya.

Gejala yang sering tampak pada korban bullying adalah suasana hati yang mudah berubah, bertingkah laku di luar kebiasaan normal, menjadi pemurung, menjadi penyendiri, lebih pendiam, mudah menangis, hanya tersenyum saat ditanya, dan sering berpura-pura sakit agar diizinkan membolos. Jika buah hati Anda mengalami salah satu gejala ini, Anda harus segera mengatasinya.

Baca juga:  Jangan Sampai Salah, Begini Cara Memakai Salep Mata untuk Bayi

Mengatasi bullying di tingkat sekolah memang tidak mudah, karena kemungkinan besar Anda tidak mengetahui siapa yang merundung anak Anda, apalagi jika si kecil sudah menjadi pendiam. Sebagai cara untuk mengubah kondisi psikis buah hati Anda yang sedang buruk karena menjadi korban bullying, Anda perlu memberi motivasi yang positif dan berikut tipsnya.

Tips Memotivasi Korban Bullying

Ilustrasi: memotivasi anak korban bullying (sumber: healthline.com)

Ilustrasi: memotivasi anak korban bullying (sumber: healthline.com)

  • Anda tidak perlu terburu-buru untuk membuat anak Anda mengakui apa yang sudah dialami selama diintimidasi oleh teman sekelasnya. Lakukan hal yang paling dasar, yakni dimulai dengan validasi perasaan. Validasi sangat penting untuk membuat motivasi yang Anda berikan kepada korban perundungan memiliki efek yang positif. Tidak semua korban bullying mampu menerima motivasi atau dukungan dengan baik, apalagi bagi mereka yang sudah sering di-bully dan sudah lelah mental.
  • Sebelum membuat anak Anda mengakui perasaannya sendiri kepada Anda, Anda harus mengakui perasaan Anda sendiri bahwa anak Anda sedang tidak baik-baik saja. Konon, kebanyakan orang tua tidak mampu mengatakan bahwa anaknya sedang bermasalah, sedih, kecewa, dan marah, karena kebanyakan orang tua lebih menuntut buah hatinya untuk merasa senang dan tenang dalam kondisi apa pun. Selain itu, beberapa orang tua merasa malu jika anaknya menjadi korban perundungan. Dengan menyadari bahwa si kecil tidak baik-baik saja, secara naluri, Anda akan tahu motivasi seperti apa yang harus Anda berikan pada anak.
  • Tingkatkan mood si kecil supaya mereka bisa bercerita dengan lancar dan pastikan bahwa anak Anda tidak berbohong. Beberapa orang tua akan membelikan mainan atau membuatkan secangkir susu hangat dan kue supaya buah hati mereka bisa bercerita dengan baik. Ini sangat penting untuk mengetahui situasi dan kondisi ketika anak Anda menjadi korban bullying. Pastikan juga bahwa pihak sekolah mendukung anak Anda, bukan membiarkan peristiwa ini terjadi kembali.
  • Ajari anak Anda untuk bersikap keras dan bebal terhadap bullying. Cara ini digunakan supaya anak Anda memiliki mental yang kuat dan bisa bertahan dengan tindakan penindasan. Selain itu, ajarkan kepada mereka cara menghadapi para perundung menggunakan kata-kata yang mudah mereka mengerti.
  • Berikan pujian kepada si kecil saat ia mulai lelah menghadapi para pelaku perundungan. Katakan bahwa anak Anda adalah orang yang kuat dan Anda harus berterima kasih karena si kecil dapat bertahan dari penindasan. Setelah mood anak mulai naik, motivasi mereka dengan kata-kata manis supaya mereka sedikit lupa dengan kejadian hari ini dan mereka bisa menghadapi hari esok dengan berani.
Baca juga:  Bayi Rewel Saat Imunisasi? Ini Tips yang Bisa Anda Lakukan

Jika anak Anda masih saja menjadi korban bullying, apalagi sudah secara fisik, periksalah keadaan sekolah tempat si kecil menempuh ilmu. Jika sekolah tersebut cenderung menutupi berbagai peristiwa buruk yang terjadi demi citra positif sekolah, sebaiknya Anda mengambil tindakan tegas dengan mencari sekolah baru untuk si kecil. Namun, jika sekolah memiliki kebijakan khusus terhadap pelaku perundungan, temani anak Anda untuk bercerita kepada wali kelas dan kepala sekolah supaya bisa dibantu lepas dari peristiwa bullying.

[1] Masdin. 2013. Fenomena Bullying dalam Pendidikan. Jurnal Al-Ta’dib STAIN Kendari, Vol. 6(2): 73-83.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: