Tips Memberi Pendidikan Seks pada Anak Puber

Ilustrasi: pendidikan seks untuk anakIlustrasi: pendidikan seks untuk anak

Memiliki anak yang sudah memasuki usia puber atau pubertas, yakni sekitar 12 tahun ke atas, menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Pasalnya, di usia ini, anak-anak mulai penasaran dengan berbagai macam hal yang berkaitan dengan dunia dewasa, termasuk seks. Supaya anak-anak tidak melangkah ke jalan yang buruk, sebagai orang tua, Anda perlu memberi pendidikan seks atau seks education yang baik pada buah hati Anda.

Setiap individu pasti akan mengalami masa remaja atau pubertas untuk berkembang menjadi manusia dewasa. Masa remaja bisa diartikan sebagai masa transisi dan perkembangan dari masa anak ke dewasa secara biologis, kognitif, dan sosial emosional.[1] Dengan perkembangan yang terjadi dalam tubuh anak-anak, mereka akan memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap dunia luar.

Pada beberapa kasus, anak-anak akan merasa kebingungan menghadapi dunianya yang berubah, apalagi bagi mereka yang cenderung sulit beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Pada masa remaja, anak-anak harus bisa menghadapi dunia orang dewasa yang cukup pelik, tak hanya dalam bidang akademis, tetapi juga lainnya, termasuk seks. Supaya buah hati tidak terjerumus dalam dunia remaja yang brutal, apalagi jika berkaitan dengan seks, pastikan Anda memberikan sex education dengan baik. Jika Anda merasa kesulitan, mungkin Anda bisa menerapkan tips berikut.

Baca juga:  Persiapan Sebelum Si Kecil Lahir

Berikan Informasi Detail Tentang Seks

Ilustrasi: pendidikan seks untuk anak

Ilustrasi: pendidikan seks untuk anak

Dilansir dari HuffPost, sekolah dan lembaga pendidikan yang belum memiliki program pembelajaran mengenai pendidikan seks dini atau yang tidak mematuhi standar pendidikan seks nasional, biasanya tidak menjelaskan informasi detail mengenai pubertas. Hal ini yang membuat otak para remaja di sekolah menjadi penasaran dan akibatnya, mereka tidak hanya mencari tahu melalui situs dewasa, tetapi juga menyebarkan mitos-mitos aneh seputar seks.

Untuk mencegah sekaligus mengedukasi anak, Anda harus mengetahui apa saja materi sex education yang diterima buah hati Anda. Perhatikan beberapa hal yang kurang mendetail pada buku mereka dan garis bawahi. Lalu, berikan notes pada bagian bawah materi yang ditandai dengan catatan singkat dan mendetail. Langkah ini bisa membuat rasa penasaran anak mereda dan tidak mencoba hal-hal negatif yang berkaitan dengan seks.

Selain itu, sebaiknya Anda sedikit mengawasi hal-hal yang mereka akses melalui internet. Beberapa orang tua memasang filter pada perangkat komputer dan gadget anak supaya terhindar dari hal-hal negatif saat mereka mulai puber. Anda juga boleh mendampingi mereka saat buah hati sedang asyik bermain dengan ponselnya.

Baca juga:  Program Penurunan Berat Badan Yang Berkaitan Dengan Masalah Kesehatan

Jelaskan Perkembangan Pola Pikir

Ilustrasi: pendidikan seks untuk anak (pexels: Andrea Piacquadio)

Ilustrasi: pendidikan seks untuk anak (pexels: Andrea Piacquadio)

Menurut seorang pakar pendidikan seks dan pendiri Birds and Bees and Kids, satu hal yang mungkin terlewatkan dari sex education di sekolah adalah perkembangan otak remaja. Selama ini, mungkin sekolah hanya menjelaskan mengenai bagian tubuh yang berubah dan berkembang tanpa menjelaskan apa yang ada di dalam kepala para remaja awal.

Selain itu, dalam pelajaran sains atau biologi, kebanyakan materi hanya berputar pada ciri-ciri fisik orang yang berada dalam masa pubertas. Bisa dibilang, ada banyak hal yang perlu dipahami anak, tidak hanya bentuk fisik saat pubertas, tetapi juga cara berpikir, supaya mereka bisa beradaptasi dengan baik di usia remaja.

Berikan informasi bahwa otak mereka akan terus berkembang seiring perubahan pola berpikir. Perkembangan otak usia puber juga ditandai dengan gejala emosi yang labil sebagai bentuk adaptasi pola pikir dari masa anak-anak ke dewasa. Setelah remaja menjadi orang dewasa seutuhnya, mereka akan mendapatkan cara berpikir yang baru dengan emosi yang lebih stabil, karena perkembangan otak yang mulai lambat.

Baca juga:  Kandungan Omega 3 Pada Ikan Kembung Hampir Setara Ikan Salmon

Ajarkan Kasih Sayang yang Tepat

Ilustrasi: kasih sayang keluarga (pexels: Yan Krukov)

Ilustrasi: kasih sayang keluarga (pexels: Yan Krukov)

Memasuki usia puber, anak-anak yang tadinya cuek, mulai memperhatikan sekitar, terutama lawan jenis. Sebagai orang tua, Anda perlu mengajarkan anak cara untuk memberikan kasih sayang kepada orang yang mereka suka atau sayangi. Memberikan kasih sayang pada setiap orang mungkin berbeda, tetapi Anda harus memastikan bahwa anak Anda mampu memberikan hal ini dengan cara yang tepat dan baik.

Tidak semua anak puber bisa memperlakukan lawan jenis dengan baik, karena mereka masih awam dan perlu belajar. Jika anak Anda kurang paham tentang hal ini, dikhawatirkan mereka akan terjerumus dalam hal-hal negatif, termasuk gaya hidup sex bebas. Bisa dibilang, mengajarkan kasih sayang adalah salah satu sex education yang paling penting untuk anak puber.

[1] Suryani, Lilis, Syahniar, Zikra. 2013. Penyesuaian Diri pada Masa Puber. Konselor Jurnal Ilmiah Konseling, Vol. 2(1): 136-140.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: