Beberapa Penelitian Patahkan Mitos Makan Malam Bikin Gemuk

Makan malam tidak mengakibatkan kegemukan [foto:Sasin Tipchai]

Kalimat ‘makan malam bikin gemuk’ bagi sebagian orang dapat menjadi sesuatu yang menakutkan. Apalagi bagi yang sedang menjalankan diet karena merasa berat badannya berlebih.

Beberapa atau masih banyak orang bertanya-tanya mengenai kebenaran pernyataan tersebut. Apa benar kalau makan malam dapat meningkatkan berat badan? Ditambah dengan adanya informasi yang belum tentu kebenarannya, membuat Anda bertambah bingung.

Menurut Theresa Kinsella, ahli nutrisi mengatakan bahwa sebaiknya yang perlu diperhatikan ketika tubuh memberikan isyarat lapar, daripada memikirkan waktu kapan pada saat tertentu.

“Sebenarnya yang penting bukan pada jam berapa kita makan, tapi bagaimana kita makan. Ada orang yang sudah makan malam tapi tetap ngemil sambil begadang nonton tv. Kebiasaan ini yang harus dihindari,” ujarnya.

Begadang tidak saja membuat Anda mengantuk, tetapi juga lebih lamban keesokan harinya. Memotong jam tidur berakibat pada penambahan kandungan lemak dan kalori sehingga berat badan menjadi bertambah.

Baca juga:  Dampak Buruk Rasa Kesepian Bagi Kesehatan dan Kualitas Tidur

Tim riset dari University of Pensylvania’s Perelman School of Medicine mengadakan riset mengenai hal tersebut. Sebanyak 27 responden dalam penelitian ini adalah orang yang pergi tidur jam 22.00 malam. Sedangkan grup lainnya adalah responden berjumlah 198 orang yang tidur jam 4 pagi.

Tim riset menemukan bahwa responden yang tidur telat (jam 4pagi) mengonsumsi 550 kalori lebih banyak dibanding responden yang tidur lebih awal (jam 22.00 malam). Hal ini dikarenakan kurang tidur mendorong tubuh mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kalori.

Untuk mencegah kenaikan berat badan, yang penting adalah mengatur porsi makan sepanjang hari. Ada beberapa saran untuk menghindari makan berlebihan saat malam hari, diantaranya sarapan, hindari ngemil pada saat nonton televisi, dan beraktivitas fisik, seperti berolahraga yang ringan saat malam hari.

Terdapat penelitian menunjukkan bahwa pernyataan mengenai makan malam atau makan di atas jam 7 membuat gemuk adalah kabar yang dilebih-lebihkan. Seperti yang dilakukan para peneliti di Israel telah melakukan penelitian untuk menguji kebenaran kabar tersebut. Penelitian itu dilakukan selama 6 bulan. Para peneliti membagi menjadi dua kelompok, yaitu orang yang makan dalam porsi besar pada saat sarapan dan saat makan malam.

Baca juga:  Studi: Bukti Baru Obesitas Dapat Tingkatkan Risiko Kematian

Yang penting bukan pada jam berapa kita makan, tapi bagaimana kita makan
[foto: Sasin Tipchai]

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang makan malam (lebih dari jam 8 malam atau lebih) lebih merasa kenyang seharian. Bukan hanya itu, berat badan orang yang berada dalam kelompok ini juga mengalami penurunan selama 6 bulan penelitian sebesar 11 persen. Walaupun demikian, tetap disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan mendekati jam tidur.

Namun, jangan khawatir bagi Anda yang tetap merasa sering lapar pada jam malam atau mendekati jam tidur, di bawah ini ada beberapa makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi saat malam hari, di antaranya, yoghurt – karena kandungan proteinnya dapat membantu Anda untuk tidur nyenyak, cherry – untuk memudahkan Anda tidur karena buah ini juga mengandung melatonin alami, susu cokelat – dipercaya membantu Anda untuk dapat tidur dengan nyenyak dan sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan hangat, kacang almond – karena kaya akan serat yang baik bagi tubuh serta mampu membantu membakar lemak.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: