Memasak & Membuat Kue Sebagai Terapi Mengatasi Depresi

terapi, depresi, memasak, membuat, kue, proses, makanan, kreativitas, tangan, perasaan, resep, gelisah, fokus, meditasi, ketenangan, pikiran, negatif, dampak, positif, kesehatan, mental Ilustrasi: perasaan senang ketika hasil masakan memuaskan

Seperti yang telah disinggung pada judul, memasak dan membuat kue membawa manfaat tersendiri sebagai sebuah terapi mengatasi depresi, kecemasan, dan lainnya. Menurut penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2016 di Journal of Positive Psychology, kegiatan sederhana dan kreatif seperti memasak bisa membuat orang merasa lebih bahagia dan santai.

Seorang psikolog klinis, Marni Amsellem, PhD di Smart Health Psychology mengatakan bahwa membuat makanan bisa menjadi sebuah terapi untuk beberapa alasan, termasuk di dalamnya hasil nyata yang dapat membuat diri Anda merasa mendapatkan ‘nutrisi’.

Ia menjelaskan bahwa memasak dan membuat kue melibatkan kreativitas dan produktivitas. Amsellem menyatakan bahwa seseorang cenderung merasa terpelihara ketika memberi perhatian terhadap diri sendiri dan sering terlibat dalam kegiatan yang membutuhkan kreativitas. Apalagi keseluruhan aktivitas selama memasak relatif mudah dilakukan dan tidak membutuhkan pemikiran mendalam, tangan lebih banyak bekerja, di mana hal itu dapat membantu mengurangi perasaan gelisah dan depresi.

Amsellem mengatakan bahwa ketika Anda merasa depresi, kegiatan memasak atau membuat kue bisa menjadi suatu kebiasaan yang awalnya mungkin hanya dijadikan sebagai terapi. Awalnya, kegiatan itu hanya sebagai dorongan bagi Anda untuk beraktivitas, sekadar bergerak semata-mata untuk tidak menganggur atau berdiam diri. Dan, aktivitas memasak punya kaitan khusus dengan hal tersebut, karena kegiatan ini hampir tidak membutuhkan perasaan, kecuali bagi mereka yang memang memasak dengan penuh perasaan. 

Ketika memasak, Anda tak hanya akan menyiapkan makanan buat diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain, penghuni rumah misalnya. Tentu Anda pun tahu bahwa melakukan sesuatu bagi diri sendiri dan orang lain itu bisa menjadi salah satu metode terapi. 

Berbuat sesuatu untuk orang lain merupakan hal positif, dan umumnya berawal dari perasaan yang baik. Ketika Anda mengambil tindakan untuk mengurangi stres, gelisah, atau perasaan apa pun yang bisa membuat diri sendiri ‘sakit’, dampaknya akan nyata dan positif, membawa kegembiraan bagi orang lain.

Memasak dan membuat kue bertujuan untuk mengajarkan cara memasak sehat dan keterampilan makan untuk orang yang hidup dalam berbagai tekanan. Di beberapa klinik kesehatan di Amerika bahkan telah memiliki program tersebut yang dibentuk dengan tujuan khusus, yakni mengatasi masalah depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya.

terapi, depresi, memasak, membuat, kue, proses, makanan, kreativitas, tangan, perasaan, resep, gelisah, fokus, meditasi, ketenangan, pikiran, negatif, dampak, positif, kesehatan, mental

Orang-orang dewasa di Amerika mengikuti terapi memasak (sumber: primaryonehealth.org)

Salah satu tempat yang mengadopsi terapi memasak untuk pusat perawatan remaja adalah Newport Academy di Connecticut. Di program itu, remaja diajarkan untuk membantu pengobatan penyakit mental dan kecanduan.

Chef Patricia D’Alessio, salah seorang pengajar memberi pengarahan kepada remaja bagaimana membuat versi sehat dari makanan favorit mereka seperti burger atau makaroni dan keju. Ia menunjukkan teknik memotong sayuran atau membuat patty daging. Nantinya para remaja akan mengikuti cara chef dengan bahan yang mereka miliki.

Kelas yang diadakan selama dua jam itu dapat membuat mereka fokus pada suatu hal di luar emosi yang penuh tekanan atau apa yang telah terjadi pada hidup mereka. Hal itu akan mengalihkan pikiran mereka untuk fokus pada proses memasak.

Menurut psikolog dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, memasak dan membuat kue merupakan kegiatan yang cocok untuk jenis terapi behavioral activation. Tujuannya untuk mengurangi depresi dengan menambah aktivitas positif, meningkatkan perilaku yang berorientasi pada tujuan, serta mengurangi sifat suka menunda dan pasif.

Selain memasak, proses makan bersama juga berperan dalam proses penyembuhan. Helen Tafoya, manajer klinis program rehabilitasi psikososial di University of New Mexico Psychiatric Center, menyebutkan bahwa berbagi hasil makanan dan proses menyantap makanan bersama-sama bisa ikut membantu pemulihan. Sebab beberapa orang dengan penyakit mental merasa terisolasi secara sosial.  

Helen menambahkan bahwa berada di dapur atau makan bersama di meja makan dengan orang lain dapat meningkatkan kemampuan sosial serta rasa percaya diri. Sehingga kelas memasak juga dibuat bagi penderita skizofrenia dan penyakit mental lainnya.

Berdasarkan salah satu studi tahun 2004, peneliti di Inggris menemukan bahwa kelas membuat kue (baking) bisa mendorong rasa percaya diri, meningkatkan konsentrasi dan memberikan rasa keberhasilan bagi 12 pasien yang dirawat di klinik kesehatan mental. Selain itu, beberapa buku resep juga menyebut bagaimana terapi depresi bisa didapat dari proses memasak di dapur.

Manfaat Memasak & Membuat Kue

terapi, depresi, memasak, membuat, kue, proses, makanan, kreativitas, tangan, perasaan, resep, gelisah, fokus, meditasi, ketenangan, pikiran, negatif, dampak, positif, kesehatan, mental

Ilustrasi: memasak dan menyiapkan makanan di dapur

Apabila dapat dirangkum dari penjelasan di atas, maka bisa dikatakan bahwa memasak dan membuat kue memberikan beberapa manfaat seperti:

Memberi Penghargaan Terhadap Diri Sendiri

Menurut psikolog dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, therapeutic cooking bisa berhasil karena pesertanya akan mendapat hasil nyata atas usahanya. Memasak adalah salah satu jenis terapi behavioral activation yang tujuannya mengurangi depresi dengan cara meningkatkan perilaku yang berorientasi pada tujuan. Hasil masakan yang enak merupakan sebuah reward yang akan membuat seseorang merasa bahagia.

Melibatkan Kreativitas Yang Terasa Menyenangkan

Pada penelitian yang dilakukan tahun 2016, mengikuti resep masakan yang mudah ternyata memberi dampak positif bagi kesehatan mental. Memasak dinilai sebagai sebuah media untuk mengekspresikan perasaan. Dengan mengikuti resep masakan yang mudah, seseorang akan terhindar dari banyak kecemasan. Selain itu, seseorang justru akan lebih kreatif, memiliki banyak ide, dan memasak akan terasa menyenangkan.

Memberi Perasaan Tenang

Bagi seseorang yang sedang dilanda kecemasan dan banyak pikiran negatif, memasak bisa berfungsi sebagai meditasi. Hal sederhana dalam proses memasak seperti memotong daging dan sayuran ternyata bisa membawa ketenangan. Sebab dengan memasak seseorang akan lupa waktu dan lebih fokus dengan apa yang sedang dikerjakan. Tanpa disadari memasak akan mengalihkan pikiran dari berbagai tekanan hidup dan meredakan ketegangan yang bisa muncul pada tubuh saat sedang merasa gelisah atau depresi.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: