Memori Episodik, Perjalanan Nostalgia ke Masa Lalu

Ilustrasi: mengingat masa laluIlustrasi: mengingat masa lalu

Mungkin sebuah candaan, ketika seseorang bercerita bahwa dirinya bisa menembus masa lalu. Namun, secara ilmiah, ada beberapa jenis memori yang dapat membawa kita menuju masa lalu. Memori atau ingatan sendiri adalah sekumpulan dari tindakan yang pernah kita alami. Menyelami masa lalu tidak harus menggunakan mesin waktu, seperti film atau drama di televisi. Menggunakan ingatan juga bisa merasakan masa lalu dan membawa kita ke waktu yang kita inginkan.

Memori Episodik dan Menembus Masa Lalu

Memiliki ingatan, Anda bisa membayangkan adegan lama yang pernah Anda lalui dengan sempurna layaknya sebuah film atau novel. Seperti halnya ketika Anda pernah mengunjungi sebuah kafe, ketika Anda memesan minuman bersoda. Anda bisa membayangkan ketika Anda mulai membuka botol dan mendengar suara botol terbuka, lalu mulai minum minuman bersoda. Selain itu, Anda juga bisa mengingat adegan berikutnya, ketika gelembung soda menggelitik hidung Anda dan membuat rasa sedikit bergetar di saluran pernapasan.

Kejadian berikutnya, Anda masih membayangkan dan mengingat bagaimana rasa soda yang pernah Anda minum dan bagaimana cara Anda minum. Secara detail, Anda bahkan mengingat bagaimana akhir dari kejadian minum air soda yang menyenangkan bersama teman-teman Anda. Ini merupakan salah satu kejadian masa lalu yang Anda nikmati dalam memori episodik. Ketika Anda berhasil membayangkan sebuah kejadian masa lalu, mulai dari awal hingga akhir, ini pertanda bahwa memori episodik sedang bereaksi dalam pikiran Anda.

Baca juga:  Dampak Negatif Menonton Tayangan Pornografi

Memori episodik memungkinkan Anda melakukan perjalanan waktu secara mental, lalu kembali ke episode kehidupan Anda dan menghidupkannya kembali dengan detail yang jelas. Anda juga menggunakan memori episodik untuk mengingat nama seseorang yang baru saja Anda temui di saat ini. Dengan memori episodik, memungkinkan Anda mengingat jalan pulang atau jalan menuju tempat tertentu tanpa melihat peta. Bahkan, sebagian besar waktu ketika Anda berbicara tentang “memori,” Anda mengacu pada memori episodik, yang melibatkan beberapa bagian otak.

Bagian Otak yang Berperan pada Memori Episodik

Ilustrasi: saraf otak

Ilustrasi: saraf otak

Hippocampus

Jika Anda menggambar garis di antara telinga Anda, Anda akan melewati struktur paling penting untuk memori episodik. Hippocampus merupakan salah satu bagian otak yang terlihat seperti kuda laut dengan kepala, tubuh, dan ekor. Itu selalu bekerja dan tidak pernah istirahat, merekam pikiran, perasaan, persepsi, dan sensasi yang muncul dari daerah lain di otak. Salah satu bagian dari hippocampus mengikat aspek pengalaman berbeda ini menjadi keseluruhan yang koheren. Bagian lain menandainya dengan indeks yang akan memungkinkan memori untuk diambil menit, jam, hari, atau tahun kemudian.

Lobus Frontal

Bagian ini juga menentukan objek yang Anda perhatikan, untuk menentukan apa yang akan Anda ingat. Jika Anda menonton acara televisi favorit, lalu seseorang berjalan masuk dan memberi Anda daftar pekerjaan yang harus dilakukan, Anda tentunya kesulitan mengingat daftar tersebut. Hal ini karena secara tidak sadar perhatian Anda terfokus pada televisi. Namun, untuk mengatasi kasus tersebut, Anda dapat menggunakan lobus frontal agar perhatian Anda lebih fokus dan tidak tergoda oleh acara televisi.

Baca juga:  Tutorial Model Jilbab yang Simple dan Elegan untuk Acara Wisuda

Terletak di belakang dahi Anda, lobus frontal juga memungkinkan otak untuk mengambil ingatan secara sukarela. Bahkan, ketika Anda mencari memori tertentu, itu adalah lobus frontal Anda yang melakukan pencarian. Contoh lain dari fungsi lobus frontal pada memori episodik, ketika Anda berusaha mengingat informasi medis dari posting sebuah blog atau buku tabloid. Dalam hal ini, lobus frontal juga membantu Anda mengingat sumber dan konteks informasi yang telah Anda pelajari.

Ilustrasi: saraf otak (sumber: sciencemag.com)

Ilustrasi: saraf otak (sumber: sciencemag.com)

Lobus Parietal

Pernahkah Anda memiliki pengalaman, ketika Anda tiba-tiba mengingat informasi yang Anda cari? Seperti ketika Anda berusaha keras mengingat nama teman yang berjalan ke arah Anda? Ini adalah awal bagaimana Anda bisa mendorong munculnya memori episodik. Kenangan sadar akan memori episodik berasal dari lobus parietal, yang terletak di bagian atas, belakang otak.

Ada sebuah perbedaan memori episodik pada otak kanan dan kiri. Otak dibedakan menjadi 3, yaitu otak kanan, otak kiri, dan otak tengah. Pada dasarnya, memori episodik berlangsung di bagian otak kiri dan kanan. Kemampuan memori episodik pada tiap bagian otak berbeda-beda berbeda-beda.

Baca juga:  Mau Punya Wajah Glowing? Ini Rekomendasi Bedak yang Membuat Wajah Mengkilap

Sebagai informasi, Anda memiliki dua hippocampi, lobus frontal, dan lobus parietal, masing-masing satu di setiap sisi. Sistem otak kiri khusus untuk kata-kata dan bahasa. Sistem otak kanan baik dalam mengingat informasi non-linguistik termasuk gambar, bahasa tubuh, dan nada suara. Jadi, ketika Anda mengingat percakapan dengan teman Anda, hippocampus kiri Anda mengingat kata-kata yang diucapkan, dan hippocampus kanan Anda mengingat bagaimana mereka diucapkan, wajah teman Anda, dan emosi yang disampaikannya.

Penyebab Penurunan Memori Episodik pada Lansia

Ilustrasi: wanita lansia

Ilustrasi: wanita lansia

Fungsi memori episodik, seperti belajar, mencari, dan kemampuan mengingat sumber, dapat menurun pada lansia. Karena alasan ini, wajar bagi orang untuk melihat tiga perubahan dalam memori episodik seiring bertambahnya usia, antara lain:

  1. Karena pembelajaran berkurang, informasi mungkin perlu diulang beberapa kali agar masuk ke hippocampus sehingga dapat diingat.
  2. Karena proses pencarian melambat, mungkin diperlukan lebih banyak waktu atau petunjuk atau isyarat untuk mengambil memori.
  3. Karena kemampuan untuk menilai sumber menurun, mungkin lebih umum mengalami kesulitan mengingat ketika Anda mempelajari informasi.

Ketika lansia, bagaimanapun, setelah informasi dipelajari, seseorang harus bisa memahaminya, bahkan jika itu membutuhkan sedikit waktu, atau petunjuk dan isyarat. Sebaliknya, jika seseorang tidak dapat memahami informasi yang dipelajari, ini menunjukkan beberapa masalah pada penurunan memori episodik.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: