Kenali Gejala Mati Rasa Akibat Berita

Ilustrasi: koranIlustrasi: koran

Mati rasa adalah sebuah bentuk reaksi atau respons tubuh terhadap trauma, selain penyakit dan obat-obatan. Mati rasa seperti ini tidak dialami secara fisik, tetapi psikologis dan biasanya dapat menyebabkan perubahan emosi.[1] Dilansir dari Harvard Health Publishing, beberapa orang mengalami mati rasa secara psikologi dari berita yang mereka dengar dan baca.

Bagaimana Berita Sebabkan Mati Rasa?

Masing-masing orang memiliki caranya dalam menelaah dan mengonsumsi informasi. Ada yang cuek dengan berita yang tersebar dan ada juga yang heboh dengan berita-berita populer di luar sana. Bagi yang cuek, mungkin berita bukanlah sumber masalah kesehatan jiwa, tetapi bagaimana dengan orang yang benar-benar peduli terhadap sekitar?

Berita yang buruk dapat menjadi racun pikiran orang-orang yang hidup dengan memikirkan keadaan sekitar. Tak jarang, ada yang merasa ketakutan untuk tidur dan mengalami stres akibat berita yang mereka dengar. Selain itu, ada juga yang mengalami kecemasan berlebihan akibat informasi yang didapatkan.

Berita bisa menjadi sumber masalah karena mengandung fakta yang terkait dengan emosi tinggi untuk menarik views. Semakin heboh berita yang ditulis, cenderung semakin banyak ditonton. Tentu saja, dengan jumlah penonton yang meningkat, media berita seperti koran, radio, dan TV akan mendapatkan keuntungan lebih. Namun, keuntungan yang mereka dapatkan tidak sepadan dengan kerugian yang diterima masyarakat.

Baca juga:  Cara Memakai Rok Lilit Bertali Agar Tampilan Makin Cantik & Anggun
Ilustrasi: membaca berita heboh (pexels: Polina Zimmerman)

Ilustrasi: membaca berita heboh (pexels: Polina Zimmerman)

Kasus terburuk yang bisa diakibatkan informasi berlebihan adalah mati rasa. Mati rasa bisa muncul di diri Anda akibat respon tubuh Anda untuk melindungi dirinya sendiri. Bisa dibilang, mati rasa adalah daya imun tubuh untuk menghindari rasa sakit atau gangguan psikologis dari apa yang Anda dapatkan.

Gejala Mati Rasa Akibat Berita

Dalam istilah medis, mati rasa terjadi akibat kerusakan atau adanya gangguan pada saraf. Ini menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh sensasi di tubuh dalam menghadapi sesuatu. Mati rasa tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga bisa dikaitkan dengan kesejahteraan psikologis tubuh.

Jika Anda mengalami mati rasa akibat berita, bisa jadi Anda sedang mengalami penurunan kesejahteraan psikologis tubuh. Sebaliknya, jika Anda masih bisa merasakan sensasi yang berbeda setelah membaca berita atau bisa merespon informasi buruk secara emosional dengan baik, artinya kesejahteraan psikologi tubuh Anda masih dalam keadaan baik atau normal.

Baca juga:  Review Maybelline Newyork Baby Lips Loves Color

Untuk mengetahui apakah Anda mengalami mati rasa dari berita atau tidak, Anda harus mengenali gejalanya. Secara umum, mati rasa akibat berita membuat Anda merasa kurang antusias dalam menerima informasi, kurang adanya minat dalam hidup, tidak peduli dengan berita yang beredar, apatis dengan informasi yang Anda dengar, dan merasa tidak berkepentingan untuk menerima berita.

Mati rasa yang ditandai dengan sikap apatis ringan hingga disosiasi, termasuk gejala depresi berat atau biasa dikenal dengan freeze (membeku). Hal ini bisa mengacu pada keadaan lumpuh terkait dengan stres pascatrauma (PTSD) dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan jiwa Anda.

Ilustrasi: pembaca berita koran (unsplash: Filip Mishevski)

Ilustrasi: pembaca berita koran (unsplash: Filip Mishevski)

Freeze sebagai gejala mati rasa biasanya cukup membingungkan, karena sebagian orang tidak merasakannya dan menganggapnya sebuah keadaan normal. Namun, Anda perlu waspada jika Anda mulai tidak bisa tidur dan selalu bermimpi buruk di malam hari, atau terbangun secara tiba-tiba di malam hari. Ini adalah tanda-tanda Anda ‘sedang membeku’ terhadap informasi yang Anda terima.

Baca juga:  Merek Lipstik yang Berbahaya dan Efek Sampingnya untuk Kesehatan

Selain itu, beberapa orang kerap merasa dirinya sedang diawasi, padahal tidak ada siapa pun di dekatnya. Hal ini, karena berita atau informasi yang mereka baca sudah berubah menjadi toxic dan bersifat teror. Ini adalah salah satu gejala freeze yang cukup parah, karena bisa memicu penyakit secara fisik, seperti penyakit jantung dan kerusakan saraf kronis.

Tidak semua orang merasakan gejala mati rasa yang sama akibat berita. Pada beberapa orang, mungkin gejalanya adalah sikap apatis, tetapi bisa jadi rasa cemas berlebihan yang selama ini Anda alami adalah salah satu gejalanya.

Jika Anda mengalami gejala mati rasa seperti di atas, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli kejiwaan atau psikiater. Anda juga bisa melakukan meditasi secara rutin untuk menenangkan pikiran dari berita atau informasi yang membuat Anda merasa terganggu.

[1] Fauziah, Nabila Ratu & Yohanis Franz La Kahija. 2017. Pengalaman Berduka Pasca Peristiwa Bunuh Diri Ibu, Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologis dengan Interpretative Phenomenological Analysis. Jurnal Empati Universitas Diponegoro, Vol. 6(4): 266-275.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: