Sering Cemas Karena Masalah Perut Saat Traveling? Semua Ada Solusinya!

Ilustrasi: masalah perut saat travelling (sumber: travelonline.com)Ilustrasi: masalah perut saat travelling (sumber: travelonline.com)

Saat traveling atau jalan-jalan ke luar kota, beberapa orang lebih suka untuk menikmati wisata kuliner. Namun, ada hal yang membuat mereka cemas, yakni gangguan pencernaan. Masalah perut seperti diare dan sembelit memang kerap menjadi teman bagi para pelancong. Lalu, bagaimana solusinya?

Masalah Pencernaan Diare

Diare merupakan masalah perut paling umum bagi para pelancong. Gejalanya, seperti kram, urgensi, dan sering BAB dengan kondisi tinja yang encer membuat kondisi liburan tidak menyenangkan. Penyakit diare umumnya disebabkan makanan yang kurang bersih, sanitasi lingkungan kurang baik, persediaan air kurang higienis, dan kebiasaan tidak cuci makan sebelum makan.[1]

Pada beberapa orang yang melakukan traveling, diare juga bisa disebabkan perubahan lingkungan atau stres. Cara mencegah diare saat bepergian terbilang gampang-gampang sulit, karena Anda harus tahu apa saja yang bisa menyebabkan diare.

Anda disarankan untuk menghindari makanan dan air yang terkontaminasi bakteri dan selalu cuci tangan sebelum makan. Tak hanya itu, Anda harus mengetahui kondisi kesehatan Anda saat melancong. Bagi Anda yang mudah sakit perut, sebaiknya hindari makanan yang pedas dan terlalu asam.

Sementara itu, jika Anda terlanjur diare saat di perjalanan, sebaiknya belilah air mineral kemasan yang cukup banyak karena diare bisa menyebabkan dehidrasi. Biasanya, diare akan sembuh dalam lima hari. Anda juga bisa membeli obat pereda diare di apotek terdekat dan hindari makanan yang memicu gejala diare semakin parah.

Baca juga:  Coba Cermati, Ini Tanda-Tanda Awal Kehamilan pada Perut

Masalah Pencernaan Sembelit

Sembelit juga menjadi masalah umum bagi para pelancong, terutama mereka yang harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Duduk selama berjam-jam di kendaraan biasanya menyebabkan gangguan pencernaan. Sembelit atau konstipasi juga akan mempengaruhi jadwal rutin Anda ke toilet.

Jika perut sembelit dan tidak bisa BAB dengan lancar, maka liburan Anda juga akan terganggu. Bahkan Anda tidak bisa menikmati wisata kuliner saat melancong. Untuk mencegahnya sebenarnya mudah, karena Anda hanya perlu diet serat sebelum traveling. Makanlah makanan yang berserat tinggi supaya tidak sembelit selama perjalanan.

Ilustrasi: buang air besar di toilet (sumber: humnutrition.com)

Ilustrasi: buang air besar di toilet (sumber: humnutrition.com)

Selain itu, pilihlah makanan yang banyak mengandung kuah atau Anda bisa minum lebih banyak air sebelum traveling. Beberapa makanan tinggi serat dan air yang baik, di antaranya apel, sayur hijau, pir, dan jeruk. Anda juga diperbolehkan mengonsumsi suplemen serat seperti metilselulosa (Citrucel) dan psyllium (Metamucil).

Baca juga:  Gatal &Bikin Minder, Apakah Ketombe Itu Dapat Menular?

Sementara itu, untuk mengatasi sembelit saat melancong terbilang gampang-gampang sulit. Dilansir dari harvard Health publishing, Anda memerlukan obat atau suplemen untuk meredakan sembelit, termasuk kalsium polikarbofil (FiberCon), metilselulosa (Citrucel), dan psyllium (Metamucil). Anda juga bisa menggunakan obat sembelit seperti natrium docusate.

Masalah Pencernaan Rasa Tidak Nyaman di Perut

Saat traveling, kondisi fisik Anda secara tidak langsung akan diuji dengan rasa kurang nyaman dalam perjalanan atau aktivitas wisata yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Terkadang, hal-hal seperti ini bisa membuat Anda merasa tidak nyaman di bagian perut. Beberapa orang ada yang merasa mual dan muntah.

Untuk mencegah gangguan pencernaan seperti ini sebenarnya mudah, karena Anda hanya perlu membiasakan diri. Selain itu, cobalah untuk tetap dengan pola makan Anda sebelum berlibur. Jangan terlalu banyak makan, meskipun kuliner di destinasi wisata Anda sangat menggugah selera.

Tak hanya itu, pilihlah makanan yang memang bisa Anda makan. Sebagai contoh, bagi Anda yang tidak bisa makan makanan asam, jangan memaksakan diri untuk mengonsumsi makanan asam meskipun itu kuliner khas daerah tujuan Anda. Selalu perhatikan asupan air yang Anda butuhkan dan jangan khawatir untuk ke toilet. Air sangat penting, terutama jika Anda sedang melakukan perjalanan jauh. Mengurangi porsi air harian bisa menyebabkan perut tidak nyaman dan dehidrasi.

Baca juga:  Penyebab & Pengobatan Mulut Kering

Hal yang paling sering dilakukan orang dan menyebabkan rasa tidak nyaman di perut saat bepergian adalah makan terlalu cepat. Beberapa orang yang takut ketinggalan jadwal kereta atau penerbangan biasanya akan menghabiskan makanan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat.

Kebiasaan seperti ini bisa menyebabkan sakit perut dan menimbulkan gas lambung. Beberapa orang bahkan merasa mual dan kram perut. Untuk itu, Anda bisa menjadikan makanan Anda sebagai bekal dan dimakan di kendaraan jika memungkinkan.

Untuk mengatasi rasa tidak nyaman di perut terbilang mudah, karena Anda hanya perlu menunggu gejalanya reda. Umumnya, itu berlangsung 10-30 menit. Namun, jika masih belum reda, Anda bisa mengonsumsi obat sesuai gejala yang Anda rasakan, seperti lansoprazole untuk menghambat rasa mual dan nyeri akibat maag.

[1] Tuang, Agus. 2021. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar, Vol. 10(2): 534-542.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: