Masalah Kulit yang Dialami Perawat Saat Perangi COVID-19

Perawat garda depan COVID-19 (sumber: blogto.com)Perawat garda depan COVID-19 (sumber: blogto.com)

Bagi seorang perawat, tentunya kesehatan pasien adalah yang utama, apalagi di masa pandemi wabah seperti COVID-19. Tak jarang mereka sering melupakan dirinya sendiri demi merawat pasiennya. Tidak hanya soal asupan makan, perawat juga sering lupa untuk merawat kulitnya. Sehingga, tak sedikit perawat mengeluh tentang berbagai masalah kulit yang mereka alami semenjak meningkatnya pasien virus corona. Apa saja masalah kulit yang mereka alami?

Jerawat

Seorang perawat tentu harus merelakan sebagian besar waktunya untuk merawat pasien dengan memakai APD lengkap, termasuk masker dan kacamata pelindung. Ikatan pada masker dan kacamata pelindung selama lebih dari 4 jam, tentunya akan berbahaya bagi kulit. Ini dapat menimbulkan masalah jerawat yang serius pada kulit mereka.

Acne vulgaris atau jerawat sendiri merupakan kondisi kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Jerawat paling sering muncul di wajah, leher, punggung dan bahu.[1] Jerawat bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti penggunaan APD yang terlalu lama.

ertos, untuk, jerawat, rangkaian, produk, why, acne, kandungan, bahan, BPOM, aman, konsumen, toner, day, cream, night, treatment, facial, wash, formula, lembut, berminyak, baru, harga, Rp 400 ribu, fungsi, cara, pemakaian

Masalah jerawat di wajah (sumber: lipstiq.com)

Ketika seorang perawat memakai APD lengkap selama berjam-jam, tentu badan akan lebih terasa gerah dan panas. Hal ini dapat memicu keringat dan minyak berlebih pada kulit, terutama kulit wajah. Seiring berjalannya waktu, minyak pada kulit wajah akan menggumpal dan menutupi pori-pori, apalagi jika perawat tersebut memakai bedak cukup tebal.

Baca juga:  Apakah Tretinoin Berbahaya? Ini Sederet Efek Samping yang Perlu Anda Tahu

Bedak yang bercampur keringat dan minyak, akan sulit terangkat dari pori-pori, sehingga menyumbat sebagian besar pori-pori. Dilansir dari allure, penyumbatan pori-pori yang berlangsung selama pemakaian APD dapat menyebabkan jerawat kistik atau jerawat berukuran besar yang tidak normal dan sulit dihilangkan.

Kulit Kusam

Sebagian besar perawat yang berada di garis depan biasanya diwajibkan memakai masker N95 setiap saat dalam waktu yang cukup lama. Tekanan yang diberikan oleh masker ini membuat bagian hidung hingga dagu tertutup rapat, dan kulit Anda tidak bisa menerima oksigen dengan baik.

Jika hal ini tidak diatasi dengan baik, gangguan kulit yang paling memungkinkan adalah kulit kusam. Hal ini karena kulit tidak bisa mendapatkan oksigen serta cahaya matahari dengan baik. Selain itu, ketatnya tali yang diikatkan ketika memakai masker juga tak jarang membuat beberapa orang kesakitan di bagian telinga.

Ilustrasi: kulit kusam (sumber: pokocbd.co.uk)

Ilustrasi: kulit kusam (sumber: pokocbd.co.uk)

Bagi petugas yang beruntung, kadang mereka bisa melepas masker di area yang aman. Meskipun hanya bisa dilakukan beberapa saat saja, hal ini ampuh untuk mencegah kulit kusam dan gelap. Selain itu, setelah bekerja, Anda juga bisa memakai skincare sebagai cara untuk merawat dan memperbaiki kulit.

Baca juga:  Wanita Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Terserang Gagal Jantung

Iritasi Kulit

Masker N95 juga salah satu penyebab iritasi kulit wajah, karena penggunaannya yang terlalu lama. Masker tersebut, selain membuat kulit wajah kusam, juga membuat udara di bagian dalam tidak bisa keluar dengan baik. Bisa dibilang, Anda akan mendapatkan udara bersih namun tidak bisa membuang udara kotor dengan baik.

Bahkan, tak jarang ada bakeri yang keluar dari mulut atau hidung sendiri dan menempel di kulit. Masker tersebut, selain memberikan tekanan lebih di kulit Anda, kotoran juga akan semakin banyak menempel di kulit dan menutupi sebagian besar pori-pori Anda.

Masker N95 (sumber: forbes.com)

Masker N95 (sumber: forbes.com)

Jika Anda memiliki kondisi kulit yang sensitif, berminyak, dan berjerawat, tentunya ini bukanlah hal yang menyenangkan bagi kulit. Anda tentu akan merasa jenuh dan gatal di bagian kulit yang teriritasi. Tak jarang kulit juga akan kemerahan dan jerawat kian meradang.

Baca juga:  Penyebab/Kebiasaan Yang Berpengaruh Terhadap Naiknya Berat Badan

Dalam kondisi tersebut, Anda tidak disarankan untuk menggaruk kulit, meskipun terasa gatal dan jenuh. Anda harus segera pergi ke dokter kulit dan meminta resep obat yang sesuai. Biasanya, dokter akan memberi obat oles jika infeksi tidak terlalu parah. Namun jika sudah parah, dokter akan memberikan obat antibiotik dan obat telan.

Itulah beberapa masalah kulit yang sering dialami oleh perawat saat merawat pasien di masa pandemi. Untuk mencegah semua gangguan kulit tersebut, mereka disarankan mengonsumsi air putih yang lebih banyak, mengaplikasikan skincare sebelum memakai APD, membatasi penggunaan make up berlebihan, dan mengonsumsi makanan bernutrisi.

Selain itu, jangan lupa untuk membersihkan kulit setelah memakai APD seharian penuh. Gunakan sabun pencuci muka dan air untuk mengangkat sisa minyak dan keringat di wajah. Cara ini cukup mampu mencegah berbagai macam masalah kulit sekaligus membuat kulit menjadi lebih cerah.

[1] Narayenah, Mohana & Nyoman Suryawati. 2017. Karakteristik Profil Jerawat Berdasarkan Indeks Glikemik Makanan pada Mahasiswa Semester III Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Tahun 2014. Intisari Sains Medis DOAJ, Vol. 8(2): 139-143.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: