4 Tips Ampuh Menghitung Masa Subur Wanita untuk Hamil

Masa subur wanita untuk hamil

Masa subur wanita untuk hamil penting untuk diketahui baik buat sang wanita itu sendiri ataupun suami. Keduanya sebaiknya sering ngobrol dan saling bertukar cerita. Terlebih untuk urusan kehamilan, akan sangat bagus jika dibicarakan berdua. Karena nantinya, anak menjadi tanggung jawab bersama.

Mengetahui masa subur wanita untuk hamil dapat membantumu untuk menentukan kapan intensitas bercinta bisa dilakukan. Apabila sedang dalam masa subur, maka kesempatan untuk memiliki momongan jauh lebih besar. Dan buat yang belum punya momongan, hal ini tentu mutlak untuk dilakukan.

Nah, kira-kira apa saja sih, tips dan trik untuk mengetahui masa subur wanita untuk hamil? Faktor-faktor apa saja yang bisa diperhatikan dan diteliti lebih jauh lagi? Berikut ulasannya.

1. Masa subur wanita untuk hamil: kenali tanda-tandanya

Masa subur wanita untuk hamil

Apabila wanita sudah memasuki dalam masa subur, maka biasanya terdapat tanda-tanda yang bisa diamati langsung. Tanda pertama biasanya muncul lendir yang tidak berwarna alias bening di bagian vagina. Lendir ini agak licin jika disentuh. Selain itu, suhu badan jadi lebih tinggi dibanding sebelumnya, terutama di pagi hari.

Baca juga:  Perawatan dan Pengobatan Non-hormonal untuk Menopause

Gairah yang dirasakan oleh wanita juga sedang dalam puncaknya apabila masa subur wanita untuk hamil telah tiba. Rasa-rasanya, wanita selalu bersemangat untuk melakukan apapun hal yang dia suka. Bangun tidur badan terasa lebih hangat, namun mood menjadi lebih segar dibanding biasa-biasanya.

2. Menghitung menggunakan rumus

Masa subur wanita untuk hamil

Cara untuk mengetahui masa subur wanita untuk hamil adalah dengan menghitung menggunakan rumus tertentu. Setidaknya ada 2 buah rumus yang bisa digunakan. Yakni siklus terpendek dan siklus terpanjang. Kedua siklus ini memiliki rumus yang berbeda dan bisa dijadikan acuan untuk menentukan masa subur.

Rumusnya adalah siklus terpendek – 18 hari = awal masa subur dan siklus terpanjang – 11 hari = akhir masa subur. Dengan contoh misalkan menghitung awal masa subur = (28 – 18) hari = 10 hari. Lalu akhir masa subur = (31 – 11) hari = 20 hari.

Baca juga:  Cara Menjaga Kaki Tetap Sehat Untuk Mobilitas yang Lebih Baik

Bisa dilihat, awal masa suburnya adalah 10 hari sesudah mens dan akhir masa suburnya adalah 20 hari seesudah mens. Jadi, masa suburnya terdapat di 10-20 hari setelah menstruasi.

3. Mencatat siklus menstruasi

Masa subur wanita untuk hamil

Cara berikutnya adalah dengan mencatat siklus menstruasi. Meski agak repot, hal ini justru akan memberimu gambaran yang mudah untuk menentukan kapan masa subur wanita untuk hamil. Proses mencatat ini tentu harus dilakukan secara rutin setiap bulannya. Setidaknya tercatat hingga 8 bulan terakhir.

Selain dapat mengetahui kapan kamu akan menstruasi, mencatat siklus menstruasi juga dapat menganalisis siklus terpanjang juga siklus terpendek. Biasanya, siklus menstruasi berkisar antara 21 hingga 35 hari. Selama masih berada di kisaran tersebut, maka siklus menstruasimu dapat dibilang cukup aman dan teratur.

4. Coba pelajari tentang masa ovulasi

Masa subur wanita untuk hamil

Sekilas untuk mengenalkanmu tentang masa ovulasi. Yakni sebuah masa di mana seorang wanita berada pada titik paling suburnya. Jika berhubungan di masa ini, kemungkinan besar sel telur bisa bertemu sperma dan terjadilah pembuahan. Mengenal ovulasi menjadi bagian penting untukmu sebelum lebih jauh.

Baca juga:  Menu Diet Atkins Yang Sebaiknya Dikonsumsi Ketika Puasa

Memang di setiap wanita memiliki masa ovulasi yang berbeda-beda. Dan hanya kamu yang mengetahuinya. Maka dari itu, penting sekali untukmu mencatat seluruh siklus menstruasi selama berbulan-bulan lamanya. Hal ini akan membantumu untuk menentukan masa ovulasi dan bisa meningkatkan intensitas berhubungan intim.

Itulah tadi sederet hal yang bisa kami sampaikan terkati tips mengetahui masa subur wanita untuk hamil yang akan membantumu memperbesar peluang untuk mendapat momongan. Semoga lekas punya baby ya, bun!

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: