Bagaimana Cara Mengetahui Masa Subur Setelah Lepas KB IUD?

Ilustrasi: masa subur (sumber: parents.com)Ilustrasi: masa subur (sumber: parents.com)

Kontrasepsi atau program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia berguna untuk mengendalikan kehamilan bagi pasangan yang telah menikah. Secara umum, kontrasepsi ada yang bersifat sementara dan ada juga yang sifatnya permanen, serta ada yang diperuntukkan laki-laki maupun perempuan. Berikut ulasan mengenai kontrasepsi sementara bagi wanita.

Kontrasepsi Sementara untuk Wanita

IUD (Intra Uterine Device)

Kontrasepsi IUD dapat dilakukan oleh wanita. IUD merupakan alat kecil yang terbuat dari bahan plastik lentur dan dimasukkan ke dalam rongga rahim. IUD dapat digunakan dalam masa tertentu dan harus diganti dalam waktu tertentu. Cara kerja IUD adalah mencegah bertemunya sperma dan ovum. Ada pula yang berpendapat IUD bersifat mencegah menempelnya zigot pada rahim.

Alat kontrasepsi IUD (sumber: insider.com)

Alat kontrasepsi IUD (sumber: insider.com)

KB Suntik

KB suntik dilakukan setiap 3 bulan sekali pada seorang wanita. Kegiatan ini dapat mencegah terjadinya ovulasi, yaitu pelepasan sel telur. Kelebihan menggunakan KB suntik adalah efektif mencegah kehamilan. Akan tetapi, pada beberapa uji coba terhadap hewan, penggunaan KB suntik meningkatkan risiko kanker.

Ilustrasi: KB suntik (sumber: pinterest)

Ilustrasi: KB suntik (sumber: pinterest)

Pil KB

Pil KB disebut juga kontrasepsi oral. Pil KB berisi hormon yang menghambat ovulasi. Keunggulan menggunakan pil KB adalah bisa mengatur kehamilan sekaligus efektif mencegah kanker ovarium dan endometrium. Namun, penggunaan pil KB adalah harus diminum oleh wanita secara rutin. Bila tidak diminum secara rutin dan disiplin, maka peluang hamil tetap terjadi.

Baca juga:  Perawatan Masker Wajah Sariayu Untuk Mengobati dan Mencegah Jerawat
Ilustrasi: pil KB (sumber: hellosehat.com)

Ilustrasi: pil KB (sumber: hellosehat.com)

Implant (Susuk)

Implan atau susuk merupakan metode kontrasepsi sementara yang ditanam di bawah permukaan kulit bagian lengan wanita. Cara ini dapat mencegah ovulasi. Kontrasepsi ini cukup efektif. Namun pada beberapa kasus dilaporkan terjadi penanaman susuk sering mengganggu siklus menstruasi dan terjadi pergeseran dari tempat penanaman.[1]

KB implan (sumber: vox.com)

KB implan (sumber: vox.com)

Bagi wanita yang masih berada pada usia subur dan menginginkan anak di kemudian hari, penggunaan KB seperti jenis IUD banyak difavoritkan. Selain tidak memengaruhi hormon, IUD juga bisa dilepas sesuai kebutuhan.

Namun perlu diingat, IUD atau KB spiral yang berlapis tembaga memiliki jangka waktu untuk mencegah kehamilan hingga 10-12 tahun. Jika memang sudah mencapai batas waktunya, Anda bisa melepaskan KB spiral tersebut. Ada juga KB spiral bersifat hormonal yang masa kedaluwarsanya lebih bervariasi, yakni antara 3 tahun sampai 5 tahun.

Baca juga:  Merk Bedak Padat Yang Diklaim Berkualitas Bagus Dan Tahan Lama

Selain dapat dilepas ketika sudah mencapai batas waktunya, IUD juga dapat dilepas sesuai rekomendasi dokter apabila Anda mengalami kondisi tekanan darah meningkat, infeksi panggul, endometritis (peradangan pada dinding rahim), kanker endometrium atau kanker serviks, hingga menopause. Apabila Anda mengalami efek samping lain atau merasa tidak nyaman, Anda juga bisa meminta dokter untuk melepas IUD.

Hal yang Terjadi Setelah Lepas IUD

Dilansir dari Hellosehat, selama atau sesudah melepas IUD, Anda bisa saja mengalami pendarahan atau kram ringan. Anda juga diperkenankan untuk melakukan hubungan suami-istri pada hari-hari sebelum dan setelah melepas IUD. Akan tetapi, apabila Anda sudah lepas KB, maka peluang kehamilan pun akan kembali tinggi. Bahkan kabarnya sperma dapat bertahan di dalam saluran reproduksi wanita selama 5 hari usai berhubungan seks.

Ilustrasi: masa subur

Ilustrasi: masa subur

Jika Anda masih belum ingin hamil, sebaiknya Anda menghindari hubungan seksual setidaknya 7 hari usai prosedur melepas IUD, khususnya bagi Anda yang beralih ke kontrasepsi lain. Tetapi, jika Anda memang menghendaki untuk ingin segera memiliki anak lagi, maka Anda bisa melakukan hubungan seksual kapanpun yang Anda dan pasangan kehendaki.

Baca juga:  Dampak Negatif Menonton Tayangan Pornografi

Menurut Bidan Sri Ganeviati, S.SIT, koordinator bagian kebidanan (RN) Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta, setelah melepas KB IUD maka wanita dapat langsung hamil di bulan berikutnya karena IUD tak menghentikan siklus haid. “Jadi setelah dilepas, bisa langsung hamil, kok. Tidak ada tuh gangguan kesuburan karena lepas alat kontrasepsi,” katanya.

Sementara itu, dr Irna dari Alodokter menjelaskan bahwa untuk mengetahui masa subur maka Anda harus memastikan siklus menstruasi Anda teratur atau tidak dan berapa jarak antara siklus menstruasi Anda. “Bila menstruasi Anda tidak teratur setiap bulannya, maka masa subur Anda tidak bisa diperhitungkan dengan menggunakan perhitungan kalender dan Anda harus menggunakan metode lainnya untuk mengetahui masa subur Anda,” kata dr Irna.

“Bila siklus menstruasi Anda teratur setiap bulannya, maka Anda dapat memperkirakan terlebih dahulu kapan Anda akan mengalami ovulasi. Ovulasi akan terjadi kurang lebih 2 minggu sebelum perkiraan menstruasi berikutnya,” tandasnya.

[1] Atsnan, MF dkk. 2019. Bongkar Pola Soal UNBK SMP/MTs 2020 (hlm 498-499). Koko, editor. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: