Fakta Unik, Manusia Bisa Bersahabat Karena Aroma Tubuh yang Sama

Ilustrasi: sepasang sahabat (unsplash: Hannah Busing)Ilustrasi: sepasang sahabat (unsplash: Hannah Busing)

Hubungan persahabatan tampaknya tidak bisa dianggap sepele dan tidak mudah untuk menemukan kecocokan di antara banyak orang untuk dijadikan sahabat. Kendati demikian, ternyata manusia bisa bersahabat dengan mudah hanya karena aroma tubuh yang sama.

Penciuman Kunci dari Persahabatan

Para ilmuwan mampu memprediksi tujuh dari sepuluh orang yang bersahabat berdasarkan kesamaan aroma tubuh mereka. Ini karena, aroma mengandung sinyal tertentu yang terdeteksi oleh individu yang sama dan efek atau dampak dari sinyal-sinyal tersebut mudah tersampaikan.[1] Ini yang membuat persahabatan orang dengan bau tubuh yang sama mudah terjalin.

Dilansir dari TRT World, sebuah tim peneliti di Israel telah menemukan bahwa orang mungkin memiliki kecenderungan untuk menjalin persahabatan dengan individu yang mengeluarkan bau badan serupa. Para peneliti bahkan dapat meramalkan kualitas interaksi sosial antara orang asing dengan percobaan menggunakan perangkat hidung elektronik (eNose).

Studi ini diterbitkan di Science Advances. Ini menunjukkan bahwa indera penciuman mungkin lebih penting bagi interaksi sosial manusia daripada yang diyakini sebelumnya. Sebagai perumpamaan, anjing sering mengendus satu sama lain ketika mereka bertemu, dengan cepat memutuskan apakah pertemuan mereka adalah persahabatan atau tantangan untuk mendominasi. Indera penciuman sering memainkan peran penting dalam interaksi sosial pada mamalia darat, tetapi belum ada penelitian yang berfokus pada manusia dan indera penciumannya.

Baca juga:  Update Produk Bedak dari Wardah Bikin Wajah Menjadi Glowing

“Penciuman adalah input sensorik dominan yang mendasari interaksi sosial. Pernyataan ini sebagian besar diakui sehubungan dengan mamalia darat lainnya, tetapi sering ditolak sehubungan dengan manusia,” tulis para peneliti. “Bukti terbaru, bagaimanapun, menyiratkan peran penting untuk penciuman dalam interaksi sosial manusia.”

Menentukan Sahabat dari Aroma Tubuhnya

Inbal Ravreby, seorang mahasiswa pascasarjana yang bekerja di laboratorium Professor Noam Sobel di Weizmann’s Brain Sciences Department, mengemukakan bahwa manusia juga bergantung pada indra penciuman mereka. Itu umum ketika manusia menentukan apakah seseorang adalah teman atau musuh, meskipun mereka tidak terlalu menyadarinya.

Ilustrasi: bau badan (sumber: humnutrition.com)

Ilustrasi: bau badan (sumber: humnutrition.com)

Selain itu, ketika bersosialisasi, orang cenderung berteman dengan orang lain yang memiliki latar belakang, nilai, penampilan, dan bahkan aktivitas otak yang mirip. Ravreby berhipotesis bahwa orang secara tidak sadar mengendus diri mereka sendiri dan orang lain ketika bertemu, setelah itu mereka memilih orang-orang dengan aroma tubuh yang serupa.

Baca juga:  Alasan dan Jenis Operasi Plastik yang Kian Digemari Pria

Untuk menguji hipotesisnya bahwa orang mempercayai indra penciuman mereka saat menjalin pertemanan, Ravreby merancang hubungan persahabatan yang terbentuk dengan sangat cepat. Dia berspekulasi bahwa karena persahabatan seperti itu muncul sebelum pasangan benar-benar mengenal satu sama lain secara mendetail, mereka mungkin dipengaruhi  karakteristik fisiologis seperti bau badan.

Ravreby mengumpulkan sampel bau badan dari temannya dan melakukan dua set eksperimen untuk membandingkan sampel dengan sampel yang dikumpulkan dari pasangan individu secara acak. Dalam satu set percobaan, dia menggunakan eNose untuk membandingkan tanda kimia dari bau. Di set kedua, dia meminta setiap pasangan untuk mencium dua kelompok sampel bau badan dalam menentukan kesamaan yang diukur dengan persepsi manusia.

“Setidaknya ada tiga penjelasan alternatif untuk ini,” kata Ravreby. “Pertama, konsisten dengan hipotesis kami, kesamaan ini mungkin terkait dengan akar penyebab persahabatan. Kedua, dan sebagai alternatif, kesamaan ini entah bagaimana mungkin merupakan konsekuensi dari persahabatan jangka panjang, mengikuti pengalaman pembentukan bau badan yang sama, misalnya, tinggal di area yang sama, makan bersama, dll.”

Baca juga:  Ini Lho 9 Alasan Mengapa Kita Harus Tidur Telanjang!

Ravreby menambahkan, terakhir, dirinya mengakui bahwa kesamaan ini mungkin terkait dengan beberapa faktor independen. Itu yang tidak diketahui dan bahwa faktor yang tidak diketahui yang sama ini, pada gilirannya, dapat mendorong persahabatan.

Untuk mengesampingkan dua alternatif pertama, peneliti melakukan eksperimen lain, yakni menguji apakah kesamaan bau badan seperti yang ditentukan oleh eNose dapat memprediksi kualitas interaksi sosial antara orang asing. Mereka meminta orang asing itu melakukan permainan cermin selama dua menit tanpa berbicara, lalu menanyakan seberapa besar mereka menyukai orang tersebut.

Hasilnya sungguh mengejutkan, ini membuat para peneliti mampu memprediksi pasangan mana yang akan menyukai satu sama lain dengan akurasi 71% ketika mereka memasukkan data eNose ke dalam model komputasi. Bagian diskusi dari makalah tersebut mencatat, kesamaan umum memang merupakan prediktor positif yang kuat dari persahabatan, yang bertindak pada fase interaksi yang sangat awal.

[1] Wahyuningtyas, Bhernadetta Pravita. 2015. Aroma Sebagai Komunikasi Artifaktual Pencetus Emosi Cinta: Studi Olfactics Pada Memory Recall Peristiwa Roman. Humaniora BINUS University, Vol. 6(1): 77-85.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: