Manisnya Romantisme Dalam Gita Cinta Dari SMA, Bikin Senyum-Senyum Sendiri!

Gita Cinta Dari SMA - www.cumicumi.com

Jauh sebelum film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) populer sebagai film romantis favorit kalangan anak muda era 90-an, ternyata di Indonesia sudah ada film romantis yang lebih dahulu naik daun. Film tersebut berjudul Gita Cinta Dari SMA. Film yang diproduksi pada tahun 1979 tersebut begitu digemari oleh anak muda zaman 80-an karena mengusung tema tentang kisah percintaan anak SMA yang khas dengan romansa anak mudah zaman dulu.

Film karya sutradara Arizal ini diangkat dari novel dengan judul yang sama, yakni Gita Cinta Dari SMA karangan Eddy D. Iskandar. Kala itu film Gita Cinta Dari SMA diperankan oleh aktor-aktor kawakan seperti Rano Karno, Yessi Gusman, Ade Irawan, dan Adisoerya Abdi. Rano Karno berperan sebagai Galih, sedangkan Yessy Gusman memerankan sosok Ratna. Pasangan Rano-Yessi bahkan kala itu menjadi role model bagi anak SMA di zamannya.

Film Gita Cinta Dari SMA menceritakan tentang kisah cinta dua pelajar SMA, yakni Galih (Rano Karno) dan Ratna (Yessi Gusman). Keduanya dikisahkan sebagai bintang kelas yang selalu juara di bidang pelajaran, olahraga, maupun urusan sopan santun. Secara karakter kedua remaja ini digambarkan sebagai sosok laki-laki dan perempuan yang benar-benar sempurna. Bahkan keduanya dijuluki sebagai pelajar teladan di sekolahnya.

Manisnya Masa SMA - edupost.id

Manisnya Masa SMA – edupost.id

Perjalanan hubungan kasih Galih dan Ratna memang tidak mulus. Di sepanjang film Gita Cinta Dari SMA Anda mungkin akan tersenyum-senyum sendiri merasakan romantisme antara Galih dan Ratna. Pasalnya keduanya sama-sama menyukai musikalisasi puisi. Khas percintaan zaman lawas, hubungan Galih dan Ratna dibumbui puisi-puisi romantis yang benar-benar akan membuat Anda merasa meleleh mendengarnya.

Salah satu adegan ikonik yang mungkin patut untuk dikenang oleh para penggemar film Gita Cinta Dari SMA adalah saat Ratna membacakan sajak Galih di depan kelas dari catatan di buku yang dipinjam. Begini bunyi puisi tersebut, “Rahasia apa yang diam dalam debaran, saat kau seperti kijang emas meloncat-loncat di hadapanku. Ku simpan wujudmu dari sepi ke sepi, ku toreh hatimu dengan pisau naluri. Diam sendu, hangatmu rindu.” Bagaimana? Romantis bukan?

Meski sama-sama mencintai, rupanya hubungan percintaan Galih dan Ratna tak bisa berlanjut. Pasalnya ayah Ratna yang merupakan etnis Jawa tak menyetujui hubungan sang putri dengan Galih yang merupakan etnis Sunda. Selain itu, hubungan Galih dan Ratna juga terhalang jurang sosial yang memisahkan keduanya. Seperti diketahui, Galih bukan berasal dari kalangan berada, sedangkan Ratna berasal dari keluarga yang terpandang.

Puncak konflik dalam film Gita Cinta Dari SMA adalah saat ayah Ratna diketahui telah menjodohkan Ratna dengan seorang mahasiswa yang tengah berkuliah di Universitas Gadjah Mada. Pasangan yang tengah dimabuk kasmaran ini pun harus melalui serangkaian ujian dan paksaan agar mereka tidak bisa bersatu.

Pelajar SMA - beritadaerah.co.id

Pelajar SMA – beritadaerah.co.id

Namun berkat bantuan kakak Ratna serta teman-teman sekelasnya, Galih dan Ratna bisa selalu bertemu walaupun secara diam-diam dan tanpa diketahui orang tua Ratna. Saat malam perpisahan, atau yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan ‘prom night’, pihak sekolah pun mengumumkan jika Galih dan Ratna merupakan siswa-siswi terbaik di sekolah tersebut.

Bagi Anda yang berharap kisah dengan akhir bahagia layaknya AADC 2 tampaknya harus siap patah hati, pasalnya pasangan yang kala itu disebut-sebut sebagai pasangan paling serasi di industri perfilman Indonesia ini dikisahkan harus berpisah lantaran Ratna di akhir cerita memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Yogyakarta.

Meski alur ceritanya terkesan sederhana, film Gita Cinta Dari SMA rupanya meraih penghargaan bergengsi sebagai film terlaris ke-3 di Jakarta pada tahun 1979 dengan jumlah penonton di bioskop mencapai 162.050 orang (berdasarkan data Perfin). Tak heran jika kala itu Rano Karno dan Yessi Gusman selaku pemeran Galih dan Ratna langsung kebanjiran peran di sejumlah film lainnya pasca produksi film Gita Cinta Dari SMA.

Untuk mengobati kerinduan para remaja di era 70-an dan 80-an, rupanya film Gita Cinta Dari SMA dibuat ulang alias di-remake oleh sutradara Lucky Kuswandi. Bedanya, film tersebut bukan mengusung judul Gita Cinta Dari SMA, melainkan Galih dan Ratna. Film Gita Cinta Dari SMA era milenial ini tak lagi diperankan oleh Rano Karno dan Yessy Gusman, melainkan diperankan oleh aktris sekaligus penyanyi Sheryl Sheinafia dan model tampan Refal Hady.

Syuting film Galih dan Ratna ini dilakukan sejak Juni 2016 lalu dan filmnya telah tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada Maret 2017. Meski film Galih dan Ratna dibuat berdasarkan novel Gita Cinta Dari SMA, akan tetapi jalan cerita dan latar film baru ini disesuaikan dengan generasi kekinian. Menariknya, dalam film Galih dan Ratna juga ditampilkan pemeran Gita Cinta Dari SMA yang lawas, yakni Rano Karno dan Yessi Gusman. Rano dan Yessi sengaja ditampilkan sebagai tribute untuk kontribusi akting mereka yang apik di film Gita Cinta Dari SMA.

Alur cerita dari kedua film yang diangkat dari novel yang sama ini rupanya dibuat berbeda. Meski sama-sama mengisahkan tema tentang hubungan percintaan yang terhalang restu orang tua, rupanya film Galih dan Ratna berhasil lepas dari bayang-bayang film Gita Cinta Dari SMA dengan mengusung tema yang lebih sesuai dengan generasi saat ini. Misalnya detail-detail kecil seperti penyertaan media sosial dalam adegan film, hingga kegemaran Galih yang kerap mendengarkan musik melalui kaset dan Walkman. Wah, unik juga ya! Sudah nonton filmnya?

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: