Kandungan Nutrisi & Manfaat Terong Bulat Putih untuk Kesehatan

Terong putih bulat (sumber: klaraslife.com) Terong putih bulat (sumber: klaraslife.com)

Terong jenisnya begitu beragam, selain terong berwarna ungu dan hijau, ternyata ada juga terong berwarna putih yang bentuknya bulat. Terong satu ini memang cukup menarik dari segi tampilannya. Lantas, apakah terong bulat putih juga menyimpan manfaat layaknya terong ungu dan hijau?

Terong atau bisa disebut terung adalah jenis sayuran yang sangat populer dan disukai oleh banyak orang karena rasanya enak khususnya dijadikan sebagai bahan sayuran atau lalapan. Terong juga mengandung gizi yang cukup tinggi, terutama kandungan vitamin A dan fosfor. Setiap 100 g bahan mentah terung mengandung 26 kalori; 1 g protein; 0,2 g hidrat arang; 25 IU vitamin A; 0,04 g vitamin B; dan 5 g vitamin C. Buah terung mempunyai khasiat sebagai obat karena mengandung alkaloid, solanin, dan solasodin.

Tanaman terong atau biasa disebut terong (Solanum melongena) merupakan jenis sayuran tahunan semusim. Selain India, Indonesia dipercaya merupakan asal tanaman terong. Tanaman ini banyak dijumpai tumbuh liar di hutan-hutan kita. Namun, saat ini terong ditanam meluas di berbagai belahan bumi. Terdapat banyak ragam terong yang dibudidayakan di Indonesia, mulai dari terong lokal seperti terong gelatik, terong kopek, terong bogor, terong medan, hingga terong impor seperti terong Jepang.[1]

Baca juga:  Info Terbaru Merek Susu Formula Bayi yang Rasa dan Kandungannya Diklaim Mendekati Asi

Bentuk dan warna buah terong cukup beragam, ada yang putih, hijau, hingga ungu. Bentuknya pun ada yang bulat, lonjong besar, hingga lonjong dengan ujung lancip. Kondisi tanah ideal untuk budidaya terong adalah tanah lempung berpasir dengan kisaran pH 6,5-7. Terong berproduksi maksimal pada kisaran suhu 22-30°C. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup, oleh karena itu cocok ditanam pada musim kemarau. Terong masih satu keluarga dengan cabe, tomat, dan kentang.[2]

Nah, terong putih sendiri sebenarnya tak jauh berbeda dari terung ungu dan hijau. Hanya saja, warnanya putih seperti lobak dan bentuknya bulat menyerupai telur atau bahkan ada juga yang benar-benar bulat. Dilansir dari IDNMedis, terong putih kabarnya adalah varietas baru dari terong. Ada beberapa keunggulan dari terong putih, yakni teksturnya renyah dan empuk, rasanya diklaim lebih enak, tahan terhadap hama dan penyakit, serta produktivitasnya tinggi.

Baca juga:  Kandungan Nutrisi & Perbedaan Kabocha vs Labu Kuning

Terong bulat putih mengandung beragam nutrisi yang baik untuk kesehatan manusia. Berikut kandungan gizi dari 100 gram berat kering terong putih.

Terong bulat putih (sumber: flickonfood.com)

Terong bulat putih (sumber: flickonfood.com)

Kandungan Gizi Terong Bulat Putih

  • Energi 25 kkal
  • Karbohidrat 5,88 gram
  • Gula 3,53 gram
  • Serat 3,00 gram
  • Protein 0,98 gram
  • Lemak total 0,18 gram
  • Lemak jenuh 0,034 gram
  • Lemah tak jenuh tunggal 0,016 gram
  • Lemak tak jenuh ganda 0,076 gram
  • Kalsium 9 mg
  • Kalium 229 mg
  • Fosfor 268 mg
  • Magnesium 14 mg
  • Vitamin A 23 IU
  • Vitamin B1 0,039 mg
  • Vitamin B2 0,037 mg
  • Vitamin B3 0,649 mg
  • Vitamin B9 22 mikrogram
  • Vitamin C 2,2 mg
  • Vitamin E 0,3 mg
  • Lutein dan Zeaksantin 36 mikrogram
  • Beta karoten 14 mikrogram

Meski sudah banyak yang menjual benih atau bibitnya, sosok terong putih ini belum begitu populer di pasaran. Padahal, manfaat terong bulat putih juga tidak main-main. Berikut ulasannya.

Baca juga:  Update Review Cream Siang dan Malam Citra Hazeline Pearl White

Manfaat Terong Bulat Putih

  • Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
  • Menjaga kesehatan tulang.
  • Menjaga kesehatan kulit dan mencegah penuaan dini.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Membunuh bakteri dalam tubuh.
  • Mencegah diabetes.
  • Mengatur kadar gula darah.
  • Melancarkan aliran darah.
  • Mencegah terjadinya anemia.

Bagaimana? Cukup banyak kan manfaat yang bisa Anda peroleh dari terong bulat putih? Meski banyak manfaatnya, konsumsi terong putih sebaiknya jangan berlebihan. Terong satu ini berpotensi menyebabkan keracunan karena kandungan senyawa solanin yang bisa bersifat toksik dalam tubuh jika dimakan berlebihan. Senyawa ini bisa mengganggu pencernaan, misalnya mual, muntah, kram perut, pusing, hingga diare.

[1] Aidah, SN. 2020. Ensiklopedi Terong: Deskripsi, Filosofi, Manfaat, Budidaya, dan Peluang Bisnisnya. Yogyakarta: Penerbit KBM Indonesia, hlm 11.

[2] Ibid., hlm 12.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*